Sabtu, 12 September 2026

Review Film Agensi Rumah Tangga: Nonton di BIP Bareng Teh Efi, Ternyata Sehibur Itu!

Review Film Agensi Rumah Tangga: Nonton di BIP Bareng Teh Efi, Ternyata Sehibur Itu!

Tianlustiana.com - Ada kalanya kita pergi ke bioskop bukan karena sedang mencari film yang berat atau ingin dibuat mikir sampai pulang. Kadang cuma ingin duduk manis, makan dulu, nonton, ketawa, lalu pulang dengan perasaan yang lebih ringan. Ya, karena akhir - akhir ini pekerjaan di kantor menguras otak dan emosi, jadi saya butuh tontonan yang ringan yang membuat saya tertawa. 


Nah, kurang lebih begitu suasana saya ketika akhirnya menonton film Agensi Rumah Tangga di BIP, Bandung, bareng Teh Efi. Udah lama deh kita nggak jalan dan ngobrol selama hari ini. Next kita ulang lagi ya teh. 


Agensi Rumah Tangga menghibur sekali!

Bukan tipe film yang membuat kita harus serius memperhatikan setiap detail cerita. Justru film ini terasa ringan, ramai, dan beberapa adegannya sukses bikin saya dan Teh Efi ketawa di dalam studio. Bahkan ngakak. 




Agensi Rumah Tangga, Film yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Film yang disutradarai Naya Anindita ini diadaptasi dari novel karya Almira Bastari. Ceritanya mengikuti Katia Amaranto ( ama siapa? ama Ranto, wkwkkw) yang diperankan Enzy Storia, seorang perempuan yang harus menghadapi kenyataan setelah kehilangan pekerjaan.

Dari situ, Katia kemudian punya ide untuk membangun bisnis agensi penyalur asisten rumah tangga.


Kedengarannya sederhana, ya?

Tapi justru dari ide sederhana inilah berbagai persoalan mulai muncul. Ada urusan pekerjaan, keluarga, hubungan dengan orang tua, para pekerja rumah tangga dengan cerita mereka masing-masing, sampai persoalan ketika bisnis yang dijalankan ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Saya suka dengan premis seperti ini karena sebenarnya dekat sekali dengan kehidupan kita.

Soal kehilangan pekerjaan, mencari jalan lain ketika keadaan tidak sesuai rencana, keinginan orang tua yang kadang berbeda dengan pilihan anak, sampai usaha untuk tetap bertahan ketika hidup sedang tidak baik-baik saja.

Rasanya familiar.



Kalau melihat judulnya, mungkin ada yang mengira Agensi Rumah Tangga akan menjadi film yang serius membahas dunia ART.

Ternyata tidak.

Film ini justru memilih jalur komedi yang ringan. Banyak karakter dengan tingkah masing-masing yang membuat suasana film menjadi ramai.

Dan menurut saya, ini salah satu kekuatan filmnya.

Kita bisa tertawa tanpa merasa sedang digurui.

Di balik kelucuan para karakternya, film ini tetap menyelipkan pesan tentang bagaimana kita melihat dan memperlakukan pekerja rumah tangga. Mereka bukan hanya "orang yang bekerja di rumah", tetapi juga manusia yang punya keluarga, kebutuhan, impian, masalah, dan kehidupan sendiri.


Pesan seperti ini menurut saya penting, apalagi karena disampaikan dengan cara yang santai.

Jadi setelah tertawa, ada sedikit ruang untuk kita berpikir, "Oh iya juga ya..."

Selain Enzy Storia, ada Afgan yang memerankan Kafka. Saya sendiri menikmati chemistry keduanya. Bagian romansa di film ini menurut saya cukup menjadi pemanis tanpa mengambil alih cerita utama.

Afgan sebagai Kafka juga memberikan warna tersendiri. Apalagi karakter Kafka merupakan seorang penyanyi yang hidup dengan kesibukan dan tuntutan sebagai figur publik.

Jadi, selain komedi dan cerita tentang dunia kerja, ada juga sedikit bumbu romance yang membuat film ini semakin lengkap.

Tapi tenang, saya nggak akan cerita terlalu banyak soal hubungan mereka.

Nanti malah jadi spoiler. 




Yang Saya Suka dari Agensi Rumah Tangga

Salah satu hal yang paling saya nikmati adalah film ini tidak terasa terlalu berat.

Durasi sekitar 115 menit terasa cukup nyaman untuk sebuah tontonan drama komedi.

Ada bagian yang membuat tertawa, ada bagian yang membuat kita ikut gemas dengan tingkah karakternya, dan ada juga bagian yang membuat kita sedikit berpikir tentang kehidupan dan pilihan-pilihan yang harus diambil.

Saya juga suka karena karakter-karakternya tidak terasa sempurna.

Katia misalnya, bukan perempuan yang selalu tahu apa yang harus dilakukan. Ada saatnya dia berani mengambil keputusan, ada juga saatnya panik dan harus menghadapi konsekuensi dari pilihannya sendiri.

Justru sisi seperti itu yang membuat karakternya terasa manusiawi.

Karena dalam kehidupan nyata juga begitu, kan?

Kita sering kali baru tahu harus bagaimana setelah menjalaninya.


Jangan Takut Spoiler, Saya Nggak Akan Cerita 

Untuk kamu yang belum menonton, saya sengaja tidak mau membahas terlalu jauh mengenai konflik, kejadian-kejadian penting, apalagi bagaimana akhirnya.

Lebih seru kalau kamu mengalami sendiri ceritanya di bioskop.

Apalagi kalau nontonnya bareng teman. Bisa jadi pengalaman yang menyenangkan karena setelah film selesai, biasanya ada saja bahan obrolan yang bisa dibahas.

Seperti saya dan Teh Efi waktu itu.

Berangkat dari makan di Ramen Ya, lanjut nonton di BIP, kemudian pulang dengan perasaan cukup happy karena mendapatkan tontonan yang memang menghibur.

Kadang memang sesederhana itu cara menikmati waktu bersama teman.

Nggak harus pergi jauh.

Nggak harus bikin agenda yang ribet.

Cukup makan enak, masuk bioskop, ketawa bareng, lalu ngobrol soal film setelahnya.


Jadi, Apakah Agensi Rumah Tangga Layak Ditonton?

Menurut saya: iya.

Terutama kalau kamu sedang mencari film Indonesia yang ringan, lucu, punya cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi tetap memberikan pesan tentang perempuan, pekerjaan, keluarga, dan kehidupan para pekerja domestik.

Film ini juga cocok buat kamu yang ingin refreshing dan sekadar mencari hiburan di bioskop.

Saya pribadi menikmati Agensi Rumah Tangga karena filmnya tidak berusaha menjadi terlalu berat. Ia tahu bahwa cerita yang dibawakan punya isu penting, tetapi memilih menyampaikannya lewat komedi dan karakter-karakter yang menghibur.

Dan buat saya, itu berhasil.

Menghibur, ringan, tapi tetap meninggalkan sesuatu untuk dipikirkan.

Kalau kamu sudah menonton, saya penasaran...

Menurut kamu, bagian paling lucu dari Agensi Rumah Tangga yang mana? Atau justru ada pesan dari film ini yang paling kamu ingat setelah keluar dari bioskop?

Tulis di kolom komentar ya. Jangan spoiler untuk teman-teman yang belum nonton. 😄


Judul: Agensi Rumah Tangga
Genre: Drama, Komedi
Sutradara: Naya Anindita
Durasi: 115 menit
Tanggal tayang: 10 September 2026
Pemeran: Enzy Storia, Afgansyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, dan lainnya
Usia: 13+

Kalau kamu lagi cari rekomendasi film Indonesia yang menghibur untuk ditonton bareng teman, Agensi Rumah Tangga bisa masuk daftar.

Siapkan waktu, ajak teman, beli popcorn, dan nikmati sendiri kekacauan lucu Katia dan teman-temannya di layar lebar. 

Selamat menonton!



Sampai jumpa pada postingan selanjutnya,


Tian lustiana 

Sabtu, 13 Januari 2024

Review FILM : Mantan Tapi Menikah

Review FILM : Mantan Tapi Menikah

Sekarang banyak sekali series Indonesia yang keren, nggak kalah rame dan serunya dari drama Korea loh. Salah satunya adalah komedi romantis yang diadaptasi dari sebuah novel, judulnya juga sama dengan novel karya Ami Rahmi di Watpadd, "Mantan Tapi Menikah". Serialnya ada 10 episode, jadi nggak akan bikin nontonnya bosen.   

Alur yang disajikan juga unik, series ini menjelaskan tentang hal yang mendalam dalam suatu hubungan, bukan hanya hubungan dengan pasangan saja. Namun dengan keluarga dan juga sahabat. 




Mantan tapi menikah menceritakan tentang Ana yang diperankan oleh Aurelie Moeremans, terpaksa bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh mantan pacarnya, Saka yang diperankan oleh Oemar Daniel. Kebayang ga sih gimana kalau kita bekerja di perusahaan mantan? Duh. 

Sikap Saka yang dingin, ketus, galak bahkan terkesan kejam membuat Ana menderita selama bekerja. Tapi apakah sebenarnya mereka masih saling mencintai? 

Setiap episode nya bikin gregetan dan juga kesel loh, tentu bikin penasaran menyelesaikan sampai episode 10. 

Dalam series ini, sosok Ana digambarkan sebagai seorang pribadi yang cantik, pintar dan tegas. Ana punya visi dan tujuan hidup jelas, ya mungkin karena Ana harus bertanggung jawab pada kedua adiknya, setelah kedua orang tuanya meninggal. 




Sedangkan Saka, digambarkan sebagai seorang laki - laki yang mencari perhatian ayahnya dengan pemberontak semasa kuliahnya, namun seiring berjalan waktu Saka menemukan dirinya, namun tidak dengan cintanya, karena mantannya masih dia cintai. Ana yang dulu memutuskan Saka, waktunya nggak tepat dan membuat Saka frustasi, hingga ibu Saka langsung menjudge bahwa Ana bukan perempuan baik - baik. 

Dalam series ini bukan hanya menceritakan tentang Ana dan Saka, namun juga tentang hubungan Ana dan sahabat - sahabatnya. Ana dan sahabatnya memiliki rahasia, sehingga mereka merasakan hubungan yang kaku karena ada kebohongan. Bayu dan Tara adalah sahabat Ana yang selalu bersama, namun mereka masih kurang terbuka. Padahal dalam persahabatan harus terbuka ya, jangan ada rahasia. 




Setiap karakter memiliki pesona sendiri, belum lagi ada Fania Lira sebagai Maria yang memerankan karakter manja dan menyebalkan, seorang selebgram yang kerap membuat saya kesal. Dalam cerita persahabatannya ini, memberikan ragam masalah yang kerap terjadi. Tentang bagaimana seharusnya kita bersikap dan juga tentang perasaan yang tidak bisa kita kendalikan, meskipun dengan sahabat. 

Serial ini, setiap karakter memiliki alasan masing - masing untuk tetap mempertahankan pendiriannya dan oke lah jika memilih bersikap defensif. 

Serial Mantan tapi Menikah ini diambil dari Watpadd, keren karena bisa memvisualisasikan karakter yang ada, ada penambahan dan improve cerita tapi so far masih oke sih. 

Pemain :Aurelie Moeremans, Omar Daniel, Ge Pamungkas, Dimas Beck, Cassandra Lee, Rowiena Umboh

Tonton di : icon viu 

Sampai jumpa dipostingan selanjutnya,

Tian lustiana 


Sabtu, 06 Januari 2024

Review Film : Kapan Hamil?

Review Film : Kapan Hamil?

Fedi Nuril dan Laura Basuki , sebelumnya sudah membuat saya terpukau di perannya sebagai Surti dan Sukri di fillm Rumah Masa Depan. Kini membuat saya penasaran sama akting keduanya di web series yang judulnya Kapan Hamil?. Tapi bedanya, Kapan Hamil? ini tidak tayang di bioskop namun tayang di Prime Video. 


Kapan hamil?

Jadi, Kapan Hamil? ini menceritakan tentang sepasang suami istri, Alan dan Nadya yang sudah menikah cukup lama namun belum juga diberikan keturunan, mereka sudah bosan mungkin ya diberondong pertanyaan "Kapan Hamil?" terutama Nadya yang selalu dihantui pertanyaan itu sama mertua nya. 

Karena sudah merasa bosan dengan pertanyaan Kapan Hamil? dan juga memang sudah inginkan kehadiran anak, Alan dan Nadya pun memutuskan untuk melakukan pemeriksaan medis di Klinik dokter. Dengan terpaksa, Alan akhirnya mau memeriksakan diri, sampai akhirnya keluar hasil pemeriksaan, menyatakan bahwa Alan mandul, dan Nadya dinyatakan sehat. 




Alan pun langsung punya akal licik, bagaimana caranya dia harus terlihat sehat dimata Nadya dan keluarganya. Ada sesuatu hal yang dilakukan Alan dan membuatnya terlihat sehat dan baik - baik saja. 

Alan malah terkejut ketika Nadya dinyatakan hamil, lah itu anak siapa?

Anak siapa ya yang dikandung Nadya? Sedangkan Alan kan mandul, bingung kan? Mending langsung tonton film ini saja, di Prime Video. 

Dalam film ini, menjelaskan tentang peran seorang istri yang sering disangka yang mandul, apalagi oleh mertua, padahal kan belum tentu. Bisa saja suami yang tidak sehat, iya kan? Namun selalu istri yang disalahkan. 


Kapan Hamil?


Fedi Nuril, sebagai Alan yang terlihat egois, menghalalkan segala cara supaya terlihat sehat dimata istri dan keluarganya. Sehingga bersikap manipulatif. 

Pokoknya, kalau nonton film ini siap - siap saja gemas dan kesal sama Alan, ih hayang nakol pokoknya mah da. 

Tonton sendiri ya di Prime Video , dan selamat emosi sama Alan. 



See you,

Tian Lustiana 

Jumat, 08 September 2023

Marriage with Benefits

Marriage with Benefits

Marriage with Benefits, menarik banget kan begitu baca judulnya? Apakah teman - teman seperti saya juga? Merasa kepo dan penasaran banget sama alur cerita series Marriage with Benefits ini. 


Marriage with benefits ini adalah serial yang tayang di Viu Original, dibintangi oleh Abimana dan Jessica Mila. Pasti sudah nggak asing lagi kan dengan kedua aktor keren kebanggaan Indonesia itu? Juga ada aktor lain yang nggak kalah keren, ada Ayushita, Adi Luca, Mentari de Marelle, Calvin Jeremy, Tora Sudiro dan masih banyak lagi. 




Genre series ini adalah komedi romantis, diadaptasi dari cerita wattpad dan juga novel karya Handi Namire dengan judul yang sama. 


Ceritanya tentang apa nih? 

Marriage with benefirs ini menceritakan tentang pernikahan yang dilakukan bukan karena cinta, diawalnya. Namun karena untuk keuntungan semata. 


Tentang hidup Gea yang diperankan Jessica Mila, seorang make up artist yang alami kejadian yang bikin shock dalam hidupnya. Setelah orangtua nya bercerai, Gea pun harus alami dicampakkan oleh tunangannya, sedih sekali pasti ya menjadi Gea. 


Dengan hati sedih, Gea terpaksa harus mengubur dalam - dalam impiannya untuk ke Paris dan harus ikhlas stay di Indonesia saja, menjadi makeup artist televisi. 




Gea harus terlibat masalah yang pelik yang membuat dia harus mau menikah "pura - pura" , Aksan (presenter di tempat Gea bekerja) memiliki skandal dengan seorang isteri politis terkenal, Sonya yang diperankan Ayushita. Skandal itu muncul di berbagai media, Aksan dalam keadaan terpojok tanpa berpikir langsung bilang bahwa perempuan itu adalah Gea, calon isterinya dan akan segera ia nikahi. 

Sontak, Gea dan juga para temannya merasa kaget dengan pengumuman Aksan.  Niat Aksan ingin meredakan rasa penasaran publik dan media. 




Dengan alasan ini lah pernikahan Aksan dan Gea digelar, Aksan berjanji pada Gea bahwa ia akan mewujudkan impian Gea untuk bisa menjadi makeup artist di Paris. Dan bertanggung jawab secara finansial pada Gea selama mereka menikah. 

Karena sering bersama, Aksan dan Gea tanpa disadari mereka saling jatuh cinta, meski mereka berdua juga sama - sama dalam keraguan. 


Wah gimana ya kelanjutannya? Dan gimana ya pernikahan dengan benefits ? 

Langsung saja tonton sendiri, series ini ada 10 episode dan setiap episode nya bikin penasaran loh. 


Adakah teman - teman yang sudah nonton series ini? Sharing yuk


See you,

Tian lustiana 

Kamis, 23 Juni 2022

Review Film : Gangubai Kathiawadi

Review Film : Gangubai Kathiawadi

Bismillahirrahmanirrahim,


Setelah beberapa kali baca reviewnya, akhirnya saya nonton juga. Penasaran banget sama film Gangubai. Menggambarkan tentang hak setiap manusia, termasuk wanita yang memiliki hak untuk mendapatkan kesetaraan hidup yang sama, namun apakah wanita tuna susila juga memiliki hak serupa? 




Gangubai yang memperjuangkannya, memperjuangkan kesetaraan hidup yang sama untuk para wanita tuna susila. Kehidupan Gangubai, laksana lorong yang sangat gelap. Tak ada harapan untuk bisa hidup ditempat yang terang, karena statusnya sebagai wanita penghibur. 


“Siapa pun yang muncul di depan pintu kami, kami tidak pernah menghakimi mereka dan itu adalah prinsip kami. Jika kami tidak mendiskriminasi orang, kenapa kalian mendiskriminasi kami? Kenapa kami dikucilkan dari masyarakat? – Gangubai Kathiawadi.

 



Film Gangubai Kathiawadi (2022) ini, film yang diadaptasi dari buku Hussain Zaidi dan digarap oleh Sanjay Leela Bhansali. Dalam film ini ditunjukan setiap episode kehidupan Gangubai. Dengan alur maju mundur yang membuat penonton merasa seru dan tidak bosan. 


Gangga, sebelumnya tidak pernah bermimpi sama sekali akan berakhir seperti ini. Kehidupannya akan gelap seperti ini. Padahal Gangga memiliki mimpi menjadi seorang aktris Bollywood namun ternyata berakhir di Rumah Bordil, karena Ramnik.


Tipu daya Ramnik berhasil menjerumuskan Gangga ke lembah hitam, dan sulit untuk bangkit kembali. Gangga menyerah dan menjalani kehidupan barunya. Seakan Gangga menerima begitu saja dengan kehidupan barunya yang kelam ini.


Mau tidak mau, Gangga harus terbiasa melakoni perannya sebagai pelacur, yang harus melayani nafsu para lelaki hidung belang. Karena merasa nama Gangga terlalu sakral, Gangga pun mengubah namanya menjadi Ganggu dan menyerah dengan keadaan. Honor pertamanya sebagai Ganggu dibakar sebagai tanda kremasi Gangga Harjivandas. 

Perjalanan demi perjalanan dilalui Ganggu, banyak hal yang ia lalui. Pernah juga alami kekerasan dari pelanggan, saking bejatnya perilaku pelanggannya sampai ia harus meminta bantuan dari Rahim Lala, sang pemimpin mafia yang berjanji akan selalu melindungi dan memberikan keadilan pada Ganggu. 

Sampai akhirnya Ganggu menjadi pemimpin rumah bordil itu dan diberikan nama Gangubai si Ratu Mafia. 
Gangubai memiliki tujuan dalam hidupnya, ia ingin para perempuan yang ada di wilayangnya tidak alami kesulitan hidup, hal ini yang membuatnya mengikuti pemilihan presiden Kamathipura dan memenangkannya. 


Banyak perubahan yang dilakukan, pernikahan pertama di Kamathipura pun berlangsung, berkat kebaikan hati Gangubai. Penasaran dengan sepak terjang Gangubai selama menjadi presiden Kamathipura? Mending tonton aja sendiri yah! 




See you,


Tian lustiana 

Selasa, 14 September 2021

Sundance Film Festival Asia 2021

Sundance Film Festival Asia 2021

Bismillah, 

Kabar gembira nih untuk para penyuka film, ada perhelatan keren yang akan diadakan secara virtual tanggal 23 - 26 September 2021, Sundance Film Festival : Asia 2021. 


Para penikmat film dan sineas Indonesia pasti sudah tidak sabar ya menantikan festival yang merupakan kompetisi para sineas film ini. Dalam perhelatan ini akan ditampilkan 8 film pendek terbaik yang tentunya sudah melalui kurasi dulu oleh tim program Sundance Film Festvial : Asia 2021 ini bersama XRM Media dan IDN Media. 

Sundance Film Festival Asia 2021



“Bersamaan dengan berkembangnya film-film fiksi dan dokumenter di Indonesia, kami begitu antusias terhadap peluncuran Sundance Film Festival: Asia edisi pertama kami,” ungkap Kim Yutani, Direktur Pemrograman di Sundance Film Festival, “Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk dapat membawa semangat independen Sundance ke komunitas film yang dinamis di Indonesia. Semoga, kami dapat terhubung dengan penonton lokal dan mendukung seniman Indonesia melalui intensive workshop dan panel discussion yang kami selenggarakan.”

 


Untuk para penikmat film dan pecinta sineas dokumenter atau sineas Indonesia, pastinya sudah kenal ya sama Sundance Film Festival ini. Iya kan? 


Sundance Film Festival ini adalah sebuah ajang bergengsi yang merupakan tempat bernaungnya karya - karya film Independent, lokal dan juga asing di Asia. 


Dalam sambutan, Kim Yutani selaku Direktur Pemrograman Sundance Film Festival mengatakan bahwa film - film dan documenter di Indonesia itu sangat berkembang dan tujuan mereka ingin turut mendukung, ya dengan peluncuran Sundance Film Festival Asia ini sebagai chapter yang pertama. 


William Utomo, COO IDN Media, menambahkan, “Sundance Film Festival: Asia 2021 akan menghadirkan serangkaian program yang intensif dan komprehensif. Harapan kami, para sineas di Indonesia dan regional dapat bertukar wawasan baru mengenai industri perfilman melalui program-program tersebut. Selaras dengan visi IDN Media untuk terus memberi #PositiveImpact bagi masyarakat, Sundance Film Festival: Asia 2021 berkomitmen untuk menemukan bakat-bakat baru di Asia Tenggara, kemudian menghubungkan mereka kepada para pakar di industri perfilman.”



Tentunya dengan harapan supaya bisa terhubung dengan penonton lokal dan ikut mendukung seniman Indonesia melalui intensive workshop dan panel diskusi yang akan diselenggarakan. 


Bukan hanya untuk ajang kompetisi, loh. Ada juga program diskusi panel yang bahasannya bakalan menarik, yakni bahasan tentang industri perfilm an yang dihadiri oleh para speaker yang terkemuka dari komunitas film lokal dan Internasional. Terus yah, untuk para talenta perfilman di Asia Tenggara juga akan dibina melalui website workshop, wah ini pasti bakalan banyak ilmu keren dan ditunggu - tunggu nih. 


William Utomo, COO IDN MEdia mengatakan bahwa serangkaian program yang intensif dan komperehensif akan dihadirkan adalam festival ini, berharap para sineas di Indonesia dan regional itu bisa bertukar pikiran dan juga berbagi wawasan baru tentang industri perfilman. 


Disampaikan, bahwa hal ini tuh sangat sesuai dengan visi dari IDN Media yang berharap terus memberikan masukan baik untuk masyarakat. Semoga juga akan makin banyak talenta baru ditemukan dalam Sundance Film Festival ini, jadinya bisa langsung terhubung dengan orang - orang yang kompeten dari industri perfilman. Wah, jangan sampai disia - siakan kesempatan ini, gengs! 




Inilah, 4 film naratif & 4 film dokumenter yang terpilih dalam perhetalan Sundance Film Festival : 

  1. Amy Tan, Unintended Memori / USA , sutradara James Redford. Producer Karen Pritzker, Cassandra Jabola. (Dokumenter)
  2. The Dog Who Wouldnt be Quote, Argentina, sutradara Ana Katz. Penulis naskah Ana Katz, Gonzalo, Delgado. Produser Laura Huerman & Ana Katz. (Naratif) 
  3. John and the Hole, USA. Sutradara Pascual sisto, penulis naskah Nicolas Giacobone, produser Elika Portonoy, Alex Camilleri, Oliver Mallia. (Naratif) 
  4. Try Harder, USA. Sutradara Debbie Lum, Produser Debbie Lum, Lou Nakasako , Nico Opper. (Dokumenter)
  5. Luzzu / Malta , sutradara & Penulis naskah Alex Camilleri. Produser Rebecca Anastasi, Ramin Baharani, Alex Camileri, Oliver Mallia. (Naratif)
  6. Users, USA. Sutradara Natalia Almada, Produser Elizabeth Lodge Step, Josh Penn. (Dokumenter)
  7. Writing with Fire, India . Sutradara & Produser Rintu Thomas, Sushmit Ghosh. (Dokumenter)
  8. Passing, USA. Sutradara & Penulis skenario Rebecca Hall. (Naratif)


Program ini akan disiarkan secara live di Tiktok, jadi go follow now tiktok nya yah @SundanceFFAsia dan juga Sundance Collab, jangan sampai ketinggalan. Program Intensive Workshop diadakan untuk membina talenta perfilam di Asia Tenggara dan juga para pembuat film lokal, supaya lebih bersemangat dan makin keren produksinya. 


Adapun topik yang diangkat antara lain persembahan dari IDN Media.


FILM OUTLOOK 
Dengan pembicara Mira Lesmana (Miles Film), Angga Sasongko (Visinema Picture) dan juga Chand Parwez (Starvision). Pastinya ketiga nama besar ini sudah pada dikenal yah. 

Mereka bertiga akan berbagi pengalaman gimana sih caranya supaya bisa bertahan di industri film Indonesia. Apalagi masa pandemi gini yang membuat banyak bidang terdampak, apakah industri film ikut terdampak? Gimana nih mempertahankannya? 

Jangan lewatkan ya hari Kamis, tanggal 23 September 2021 live di Tiktok @SundanceFFAsia pukul 11.00 WIB. 





WOMEN in FILM INDUSTRI 
Bahasan ini akan dibahas dengan narasumber / pembicara Nia Dinata (Pembuat film Berbagi Suami), Gina S Noer (Penulis naskah Film Habibie Ainun), Susanti Dewi (Produser film Moammar Emka's Jakarta undercover), Sue Turley (SVP of XRM Media) dan juga Amanda Salazar (HEad of Programming & Acquisitions of Argo), mereka semua akan bercerita banyak tentang perjuangan mereka ketika pertama kali bergabung dan juga berbagi cerita bagaimana mereka bisa bertahan di industri yang lebih didominasi para lelaki ini. 


Penasaran juga kan? Ini juga akan live di tiktok @SundanceFFAsia, kamis 23 September 2021, pukul 15.00 WIB. 


THE DIRECTORS- FESTIVALS & the PATHWAY to SUCCESS 
Kali ini, pembicaranya gak kalah keren loh, Joko Anwar, pasti sudah pada kenal yah, salah satu karyanya adalah Perempuan Tanah Jahanam, Edwin pemenang pengharagaan Golden Leopard : Seperti Dendam, Rindu Harus dibayar Tuntas dan juga Yosep Anggi Noen dengan karya Hiruk Pikuk si Alkisah. 

Karya - karya mereka tidak diragukan lagi bukan? Perbincangan keren mereka akan dimoderatori oleh Head of IDN Picture, Fajar Nugros. Mereka juga akan berbagi cerita dan pengalaman tentang bagaimana festival bisa menampilkan buah karya mereka ke dunia. 

Penasaran juga kan sama pengalaman mereka semua, jangan sampai terlewat yah diskusi ini pun akan digelar secara langsung di akun tiktok @SundanceFFAsia , hari Jumat 24 September , pukul 15.00 WIB. 


ASIA DOKUMENTARY FILM MAKERS
Percakapan yang akan dilakukan dengan Sundance Film Festival ini dengan pembicara Rintu Thomas dan Shusmit Ghosh, Debbie Lum dan Heidi Zwicker. 

Mereka akan ngobrol tentang pembuatan film dokumenter, dan juga berbagi pengalaman tentang perjuangan mereka ketika membuat film. Terus apa saja benefit yang mereka dapat dengan meluncurkan karya mereka di festival dan juga akan ada tips untuk para film maker yang lagi fokus sama genre non fiksi. Hayoh mana tangannya yang penasaran dengan diskusi ini? 


Catet nih tanggalnya , sabtu 25 September 2021, disiarkan langsung di Sundance Collab pukul 11.00 WIB. 


INDONESIA SHORT FILM MAKING  
Diskusi ini akan dimoderatosi oleh mantan programmer Sundance Film Festival Shorts & Head of Feature Perfect Storm Entertainment Ernesto Foronda yang akan berbagi cerita tentang bagaimana kesuksesan film pendek yang bisa melahirkan karya sinematik & futuristik. 

Dengan para pembicara keren, Wregas Bhanuteja, Aditya Ahmad dan produser Meiske Taurisia. Yang akan digelar langsung di Sundance Collab , juma7 17 September 2021 pukul 10.00 WIB. 


SHORT FILM COMPETITION JURY AWARD for BEST SHORT FILM COMPETITION
Sebuah kompetisi yang memiliki tujuan untuk menemukan, membina dan juga memberikan panggung untuk para newbie dan memperkenalkan mereka ke kancah global. Sudah ada lebih dari 160 film pendek yang sudah lolos dan diseleksi dan dipilih menjadi 10 finalis terbaik. 


Tunggu, akan diumumkan langsung juga di tiktok live streaming @SundanceFFAsia , hari sabtu 25 September 2021. 


Banyak sekali komunitas regional yang ingin masuk dalam program ini loh, pelatihannya itu dilakukan secara intensive selama 2 hari secara virtual. Pelatihan ini akan dirancang secara khusus dengan tujuan untuk menemukan bakat baru d Asia Tenggara dan juga mengenalkan mereka kepada pakar industri film. 

Sudah banyak yang mendaftar dan terpilih untuk program ini, diantaranya adalah : Lucky Kuswandi (Indonesia), Sabrina Rochelle Kalangie (Indonesia), Khozi Rizal (Indonesia), Sonny Calvento (Filipina), Kris Ong (Singapura) dan Lomorpich Rihy (Kamboja). 


Penasaran banget kan? Ingin menyaksikan juga dan ingin ikutan acara Sundance Film Festival Asia 2021 ini?

Langsung saja beli tiketnya yang akan dibuka mulai 15 September 2021, beli secara daring di https://sundancefilmfestivalasia.org/. Dengan harga tiket 30ribu untuk tiket single Screening dan 85ribu untuk tiket explorer yang bisa akses ke semua screening. 

Yuk, jangan sampai kehabisan tiketnya yah gengs!


With love,

Tian lustiana 



Kamis, 19 Agustus 2021

Review Film :  The Book Thief

Review Film : The Book Thief

Bismillah,

Semenjak langganan layanan Internet plus dengan chanel TV nya, saya kadang suka iseng searching film - film yang menarik (menurut saya), eh kok penasaran pas lihat judul The Book Thief dengan gambar seorang anak gadis yang sedang memegang buku. Karena penasaran sama jalan ceritanya, akhirnya saya tonton. 



Sebelum saya tulis tentang kesan saya selama menonton ini, saya ceritain dulu deh sinopsisnya yah. Ga akan banyak, dikit aja takutnya spoiler, hehe. 


Sinopsis THE BOOK THIEF 

Setelah adiknya meninggal dalam kereta Api dan dikuburkan di dekat stasiun kereta Api, kemudian ibunya pun pergi entah kemana. Liesel Meminger pun tinggal bersama kedua orang tua asuhnya, keluarga Hubermann. 





Di pemakaman adiknya, Liesel menemukan sebuah buku milik sang adik yang terjatuh dari mantel ibunya. Liesel terus membawa buku itu, tanpa pernah tahu apa isi buku itu, karena Liesel tidak bisa membaca. Hal ini disadari sang ayah, Hans Hubermann dan mengajari Liesel untuk belajar membaca sampai akhirnya mahir. Buku pertama yang Liesel baca adalah The Grave Digger's Handbook. 





Kesenangan Liesel pada buku, membuat dia penasaran dan ingin membaca buku lainnya. Liesel ingin membaca banyak buku. Hal ini membuat Liesel nekat mengambil buku sisa pada upacara pembakaran buku oleh Nazi. Liesel merahasiakan ini, namun sang ayah mengetahuinya dan Liesel meminta ayahnya untuk merahasiakan dan memperbolehkannya ia membawa buku hasil curiannya itu. Hans Hubermann mengiyakan, karena dia sangat menyayangi Liesel.




Hingga pada suatu malam, dimana terjadi night of broken glass tahun 1938. Seorang Yahudi, Max Vandenburg melarikan diri dari rumahnya demi menghindari pembantaian. Max bersembunyi ke rumah keluarga Hubermann. 


Ayah Max dan Hans Hubermann adalah seorang karib, sehingga Hans merasa punya hutang nyawa kepada ayah Max, maka Hans dan Rosa istrinya menyembunyikan Max di kamar Liesel. Selama tidur, Max terus memeluk sebuah buku dan ini membuat Liesel penasaran , sampai akhirnya Liesel membawa buku Max karena sangat penasaran. 





Max tidak bisa selamanya sembunyi di rumah keluarga Hubermann apalagi ditengah Perang Dunia II yang tengah mengancamnya. Max juga merasa tidak ingin mengancam keselamatan Hans, Rosa dan juga Liesel. 


Seru deh, belum lagi persahabatan Liesel dengan Rudy seorang anak yang berwarna rambut terang itu. Film ini membawa sisi lain dari kependudukan Nazi dan Perang Dunia II yang terjadi pada saat itu. Penasaran? Tonton saja deh, saya nontonnya di Disney Hotstar. 



Para tokoh 

Liesel, dalam pandangan saya adalah seorang gadis pemberani. Hans Hubermann adalah adalah seorang pria dengan hati yang lembut dan pembawaannya yang tenang. Istrinya, Rosa hubermann adalah terlihat penuh amarah namun hatinya sangat baik. Rudy steiner sahabat Liesel yang sangat lincah dan periang yang selalu melindungi Liesel dan ternyata jatuh cinta pada Liesel. Max seorang Yahudi yang menjadi sahabat Liesel dan membuat Liesel mencoba menulis dan menuangkan imajinasinya dalam barisan kata. 


Film The Thief Book dalam pandangan saya 

Begitu melihat posternya saja, saya langsung penasaran ingin nonton. Apalagi begitu nonton, duh makin jatuh cinta deh sama alur cerita, tokoh - tokoh nya, dan view kota yang keren. Suka juga dengan wardrobes nya yang fashionable banget. 


Pada film ini ada narasi yang dibawakan oleh malaikat maut, malaikat maut dalam cerita ini menceritakan kisah yang manis dan sederhana dengan latar belakang Perang Dunia II dan juga tentang kekejaman Hitler yang pada saat itu sedang berkuasa. 


Ternyata, zaman Hitler dulu dilarang ada buku, duh kebayang kalau sekarang dilarang ada buku, kejam banget dan sangat pembodohan. Dari film ini saya langsung browsing tentang Nazi, Hitler dan tentang the night of broken glass. 


Cerita sejarah yang dibungkus indah dan tidak membosankan, layak banget dinikmati. Dengan latar Perang Dunia II, memperlihatkan warga Jerman yang tegar dan tetap hidup dengan lebih baik dalam kondisi yang tidak baik. Hidup harus terus berjalan, yang bisa dilakukan adalah Hadapi, Hayati dan Nikmati. 


Happy watching everyone!!



With love,


Tian Lustiana