Tianlustiana.com - Film Indonesia tuh makin sekarang makin bagus, jujur. Selalu aja punya cara untuk menyentuh emosi penontonnya. Salah satu yang akan saya tulis dan review disini adalah SORE : Istri dari masa depan. Sebelum nonton film ini saya pun sudah selesai nonton seriesnya, yang diperankan Tika Bravani. Film SORE : Istri Dari Masa Depan ini adalah sebuah film karya Yandy Laurens yang dibintangi oleh Sheila Dara Aisha dan Dion Wiyoko.
Pertama kali nonton film ini, merasa bahwa film ini bercerita tentang waktu, kesempatan kedua dan juga bagaimana seseorang berusaha untuk menyelamatkan orang yang dicintainya.
Tapi, kemarin setelah meninggal Vidi Aldiano, saya rewatch lagi SORE di netflix dan rasanya berubah. Menonton ulang film SORE ini bukan hanya menikmati setiap scene nya namun berubah jadi pengalaman emosional yang lebih dalam, seolah merasakan luka hati kehilangan Jo, hmm bukan Jo tapi Vidi.
Buat teman - teman yang belum nonton SORE : Istri dari Masa Depan, bisa nonton di Netflix. Film yang bercerita tentang perempuan bernama Sore yang tiba - tiba muncul dalam kehidupan Jonathan, fotografer yang hidupnya berantakan.
Sore, mengaku sebagai istri dari masa depan yang memiliki tujuan untuk mengubah masa depan Jonathan agar hidup lebih sehat, supaya umurnya lebih panjang.
Premis ini tuh sebenarnya sederhana, namun cara film ini bercerita sangat manusiawi, nggak bombatis , nggak berisik bahkan banyak sekali adegan yang terasa hening. Tapi dalam keheningan itu emosi bekerja secara perlahan.
Sore terus meyakinkan Jonathan untuk hidup lebih baik, untuk lebih sehat. Sore berusaha memperbaiki hal - hal kecil dalam hidup Jo, seperti masalah pola makan, kebiasaan merokok dan pola yang tidak sehat lainnya. Sore tidak mau, Jonathan meninggal lebih cepat karena gaya hidupnya itu.
Buat saya, film Sore ini beda dibandingkan film romantis Indonesia lainnya. Film Sore ini tidak memaksa penonton untuk menangis, ia hanya bercerita melalui dialog sederhana, melalui tatapan yang mengandung banyak arti dan lewat hembusan napas yang berjeda itu. Tapi anehnya, diantara jeda itu lah yang membuat penonton mulai bermain dengan emosi, apalagi setelah berita meninggalnya Vidi Aldiano, suami asli Sore (Sheila Dara). Duh, nulis ini aja rasanya melow banget deh :(
Sebenarnya, tulisan ini bukan review - review banget sih. Dulu pas awal nonton Sore sih biasa aja, ya memang nonton film sebagai cerita fiksi. Tapi setelah kabar meninggalnya Vidi, saya rasa film ini jauh menjadi lebih personal. Apalagi pemeran Sore adalah Sheila Dara.
Ada desakan menggunung dalam dada yang siap - siap meledak aja nih, sesak.
Sore tidak mau ditinggalkan suaminya, makanya ia berusaha untuk kembali ke masa lalu dan mengubah pola hidup suaminya. Sedangkan pada kehidupan nyata, kan itu nggak mungkin yah. Itu yang bikin relate banget.
So, buat temen - temen cobain deh rewatch Sore di Netflix, pasti ada beberapa perasaan yang beda. So, i recomended kalian semua buat rewatch ya.
✔ Rating pribadi: 9.5 / 10
Dan setelah semua yang terjadi, menonton Sore sekarang terasa seperti membaca surat lama—yang dulu terasa indah, tetapi sekarang menyisakan sedikit perih.
Sekian cerita hari ini, semoga esok bisa bercerita kembali
With love,
Tian Lustiana

























