Tianlustiana.com - Sebagai seorang blogger, konten kreator dan juga digital marketing, adalah pekerjaan yang tidak bisa menetap disatu tempat, selalu mobile, tidak selalu work from office namun juga work from anywhere.
Pagi dimulai dengan buka email, menyusun content plan, diskusi dengan tim atau dengan KOL. Sore nya bisa saja berpindah ke acara atau ada meeting dadakan untuk event tertentu dengan klien. Kemana - mana. laptop harus selalu dibawa. Kadang malampun harus tetap membuka dashboard, menyelesaikan artikel blog atau menyiapkan strategi untuk brand yang saya handle.
Kadang, saya bekerja dari rumah, kadang harus ke kantor, tidak jarang pula saya bekerja di cafe. Pokoknya kemanapun saya harus tetap membaca laptop, even ketika liburan keluar kota. Karena buat saya, laptop itu bukan sekedar perangkat namun ruang kerja yang harus selalu ikut bersama.
Beberapa hari lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk kenalan lebih dekat dengan salah satu produk ASUS BUSSINES, ASUS ExpertBook Ultra bersama teman-teman Blogger Bandung. Dan ini membuka wawasan saya bahwa memang kebutuhan terhadap laptop profesional sekarang sudah berubah cukup jauh.
Bukan hanya mencari laptop yang kencang, namun juga butuh perangkat yang ringan untuk dibawa, nyaman digunakan berjam-jam, powerful untuk multitasking, keamanan yang mumpuni, tahan terhadap mobilitas sehari-hari yang lumayan tinggi sekaligus harus siap menghadapi cara kerja terbaru dengan teknologi AI.
Semua kebutuhan itu sudah dijawa oleh ASUS, melalui satu perangkat ini : Asus ExpertBook Ultra. Laptop bisnis premium yang memiliki tagline "The Flagship of the Industry. Period" , kalimat singkat dan membuat saya makin penasaran.
Memangnya seberapa "ultra" laptop ini?
Mengenal ASUS ExpertBook Ultra, Laptop Bisnis Dirancang untuk Cara Kerja Masa Kini
ASUS ExpertBook Ultra adalah laptop bisnis flagship yang memang dirancang khusus untuk para profesional, eksekutif, pebisnis dan juga pekerja dengan mobilitas tinggi. Jadi, bukan hanya andalkan desain premium namun ASUS bekali ExpertBook Ultra ini dengan kombinasi performa, AI, keamanan enterprise, layar berkualitas tinggi dan bodi yang sangat ringan.
Yang menarik, laptop ini juga hadir sebagai Copilot+ PC didukung oleh prosesor hingga Intel® Core™ Ultra X9 Series 3 dan NPU hingga 50 TOPS untuk pemrosesan AI. ASUS juga menyediakan konfigurasi memori hingga 64 GB LPDDR5x dan penyimpanan PCIe® 5.0 hingga 2 TB.
Untuk saya yang sehari-hari terbiasa buka banyak aplikasi sekaligus, spesifikasi ini relevan banget. Coba deh bayangin aja, sehari kerja dengan belasan tab terbuka, belum lagi canva, googgle meet, file excel yang terbuka, edit powerpoint dan whatsapp web. Belum lagi aplikasi editing, dashboard sosial media dan tools AI yang zaman now itu sudah menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.
Ya, memang dunia digital seperti itu, jarang sekali melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu, dan ASUS ExpertBook Ultra ini memang dirancang untuk menghadapi kondisi seperti ini.
Pandangan pertama: Tipis, Ringan, Namun Kokoh
Yang pertama membuat saya jatuh hati adalah desainnya, bodi premium yang berbahan aerospace-grade magnesium-aluminium alloy, diproses menggunakan CNC. Bobotnya saja sangat ringan, mulai 0,99kg dengan ketebalan 10,9mm. Kurang dari sekilo ya gaes.
Cocok banget kan untuk saya yang suka work from anywhere, bawa-bawa laptop kemanapun.
Ada kamera, charger, notebook, power bank, perlengkapan pribadi, dan berbagai kebutuhan lainnya. Jadi, ketika laptop bisa tetap ringan tanpa terasa mengorbankan performa, itu tentu menjadi nilai tambah yang besar.
ASUS juga menggunakan Nano Ceramic Technology pada bagian bodi untuk membantu meningkatkan ketahanan terhadap goresan dan noda. Bahkan ASUS menyebut tingkat kekerasan permukaannya mencapai 9H.
Yang saya suka dari konsep desain seperti ini adalah keseimbangannya.
Ringan, iya.
Tipis, iya.
Tapi tetap dirancang untuk penggunaan profesional dan mobilitas tinggi.
Bukan tipe laptop yang membuat kita merasa harus terlalu “khawatir” setiap kali memasukkannya ke dalam tas.
Saat Laptop Seberat 1 Kilogram Harus Menghadapi Beban 100 Kilogram
Nah, ini mungkin menjadi salah satu bagian yang paling membuat saya dan teman-teman Blogger Bandung terkesan.
Dalam sesi pengenalan dan pengujian ASUS ExpertBook Ultra di Bandung, laptop ini diperlihatkan mampu menghadapi pengujian ketahanan, termasuk tekanan hingga 100 kilogram.
Membayangkan laptop tipis dan ringan diberi beban seberat itu tentu membuat refleks saya berpikir, “Serius ini aman?”
Namun justru di situlah pesan yang ingin disampaikan ASUS.
Laptop dengan mobilitas tinggi tidak hanya harus ringan.
Ia juga harus siap menghadapi berbagai risiko penggunaan sehari-hari.
Mulai dari tertekan barang di dalam tas, terbentur perlengkapan lain, terkena gesekan, hingga digunakan dalam berbagai kondisi kerja.
ASUS ExpertBook Ultra juga dirancang memenuhi standar ketahanan MIL-STD 810H, sebuah standar pengujian yang digunakan untuk mengevaluasi ketahanan perangkat dalam berbagai kondisi.
Tentu bukan berarti kita bebas memperlakukan laptop sesuka hati.
Tetapi setidaknya, ada rasa percaya diri lebih ketika membawa perangkat kerja yang memang dibangun untuk mobilitas.
Performa ASUS ExpertBook Ultra: Ketika Multitasking Bukan Lagi Masalah
Sebagai seseorang yang bekerja di dunia digital marketing, saya cukup memahami bahwa performa laptop sangat memengaruhi ritme kerja.
Laptop yang lambat bisa mengubah pekerjaan lima menit menjadi tiga puluh menit.
Aplikasi yang tiba-tiba tidak responsif bisa mengganggu fokus.
Dan ketika sedang berpacu dengan deadline, hal-hal kecil seperti itu bisa terasa sangat menyebalkan.
ASUS ExpertBook Ultra dibekali pilihan prosesor hingga Intel® Core™ Ultra X9 Processor 388H, dengan konfigurasi lain yang mencakup Intel Core Ultra X7, Ultra 7, hingga Ultra 5.
Yang membuatnya semakin menarik adalah kehadiran NPU atau Neural Processing Unit dengan kemampuan hingga 50 TOPS.
NPU merupakan bagian khusus yang dirancang untuk menangani beban kerja berbasis AI secara lebih efisien.
ASUS menyebut total kemampuan platform AI-nya dapat mencapai hingga 180 TOPS, tergantung konfigurasi.
Buat orang yang mungkin belum terlalu familiar dengan istilah TOPS, sederhananya begini.
Semakin berkembangnya teknologi AI, semakin banyak pekerjaan yang kini dapat dibantu oleh kecerdasan buatan.
Mulai dari:
transkripsi rapat,
penerjemahan,
optimasi video dan kamera,
pencarian informasi,
pembuatan konten,
pengolahan dokumen,
hingga berbagai fitur AI yang dapat berjalan langsung di perangkat.Dengan adanya NPU khusus, sebagian pekerjaan AI dapat diproses dengan lebih efisien tanpa selalu membebani CPU utama.
Bagi saya pribadi, ini cukup menarik karena AI sekarang sudah bukan lagi sekadar tren.
AI perlahan menjadi rekan kerja digital.
Bukan untuk menggantikan manusia, tetapi membantu kita bekerja lebih cepat.
ASUS ExpertBook Ultra dan Era AI untuk Produktivitas
Sebagai digital marketer, saya sendiri melihat perubahan cara kerja yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir.
Dulu mungkin kita membutuhkan waktu cukup lama untuk melakukan brainstorming, membuat rangkuman meeting, mencari insight, atau menyusun struktur presentasi.
Sekarang AI bisa membantu mempercepat beberapa proses tersebut.
Tetapi tentu saja, hasil akhirnya tetap membutuhkan manusia.
Tetap membutuhkan strategi.
Tetap membutuhkan kreativitas.
Tetap membutuhkan pemahaman terhadap audiens.
Karena itu, saya lebih suka melihat AI sebagai teammate, bukan pengganti.
ASUS ExpertBook Ultra membawa sejumlah fitur dan ekosistem AI untuk mendukung kebutuhan kerja profesional.
Salah satunya adalah ASUS AI ExpertMeet, yang dapat membantu kebutuhan meeting seperti transkripsi, penerjemahan, dan optimasi kamera.
Ada juga ASUS MyExpert yang mengintegrasikan sejumlah kebutuhan berbasis AI untuk mendukung alur kerja dan produktivitas profesional.
Untuk pengguna yang sehari-hari menghadapi meeting cukup banyak, fitur seperti ini terasa relevan.
Bayangkan ketika sedang mengikuti meeting panjang.
Biasanya kita harus memilih antara benar-benar fokus mendengarkan atau sibuk mengetik catatan.
Dengan bantuan teknologi transkripsi dan AI, proses pencatatan bisa menjadi lebih praktis sehingga kita dapat lebih fokus pada percakapan.
Tentu saja, hasil AI tetap perlu dicek kembali.
Tetapi sebagai alat bantu, teknologi seperti ini bisa menghemat cukup banyak waktu.
Performa 50W dalam Bodi yang Sangat Tipis
Hal menarik lainnya dari ASUS ExpertBook Ultra adalah kemampuan performanya yang didukung sistem pendingin ASUS ExpertCool Pro.
ASUS menyebut sistem pendingin dual-fan ini mendukung performa hingga 50W TDP.
Ini cukup menarik karena biasanya, semakin tinggi performa sebuah perangkat, semakin besar pula tantangan dalam mengelola suhu.
ASUS mencoba menjawabnya dengan sistem pendinginan yang tetap mempertahankan bentuk laptop yang tipis.
Sistem ExpertCool Pro dirancang dengan kipas ganda untuk menjaga performa perangkat ketika menjalankan pekerjaan berat.
Buat saya, ini relevan untuk aktivitas seperti:
membuka banyak aplikasi sekaligus,
mengolah file besar,
membuat presentasi,
editing konten,
menjalankan tools berbasis AI,
melakukan video conference,
hingga berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain tanpa harus menunggu terlalu lama.
Karena produktivitas sebenarnya bukan hanya soal seberapa cepat kita bekerja.
Tetapi juga seberapa sedikit gangguan yang kita alami selama bekerja.
RAM hingga 64 GB dan SSD PCIe 5.0: Siap untuk Pekerjaan Berat
ASUS ExpertBook Ultra mendukung RAM hingga 64 GB LPDDR5x.
Sementara untuk penyimpanan, tersedia SSD M.2 PCIe® 5.0 hingga 2 TB.
Untuk pengguna biasa mungkin spesifikasi sebesar ini terasa berlebihan.
Tetapi untuk profesional dengan kebutuhan multitasking tinggi, kapasitas tersebut tentu memiliki manfaat tersendiri.
Apalagi pekerjaan sekarang semakin berat.
File video semakin besar.
Data semakin banyak.
Aplikasi semakin kompleks.
Dan jumlah tools yang digunakan juga semakin bertambah.
Dukungan PCIe 5.0 juga memberikan potensi kecepatan transfer dan akses data yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Bagi kreator konten, marketer, maupun profesional yang sering berhadapan dengan file besar, hal seperti ini bisa sangat membantu.
Layar Tandem OLED 3K yang Bukan Sekadar Memanjakan Mata
Jujur, saya termasuk orang yang cukup lama menatap layar setiap hari.
Menulis artikel.
Membuat konten.
Mengecek media sosial.
Mengedit visual.
Membaca laporan campaign.
Dan tentu saja, kadang pekerjaan belum selesai meskipun mata sudah mulai lelah.
Karena itu, kualitas layar menjadi salah satu hal yang menurut saya penting.
ASUS ExpertBook Ultra hadir dengan layar hingga 14 inci 3K Tandem OLED, resolusi 2880 x 1800 dengan rasio 16:10.
Layarnya mendukung refresh rate hingga 120Hz, 100% DCI-P3, serta tingkat kecerahan HDR hingga 1400 nits pada konfigurasi Tandem OLED.
Yang menarik adalah penggunaan teknologi Tandem OLED.
Secara sederhana, teknologi ini menggunakan struktur OLED berlapis untuk membantu menghasilkan tingkat kecerahan yang tinggi dan efisiensi yang lebih baik.
Untuk kebutuhan kerja, layar seperti ini terasa bermanfaat ketika:
membuat materi visual,
mengedit foto dan video,
melihat presentasi,
membaca dokumen,
hingga bekerja di lingkungan dengan pencahayaan cukup terang.
Selain itu, ASUS juga menggunakan Corning® Gorilla® Matte Display dan Gorilla Glass Victus pada konfigurasi tertentu.
Lapisan matte membantu mengurangi pantulan cahaya sehingga layar lebih nyaman digunakan di berbagai kondisi pencahayaan.
Buat saya yang kadang bekerja dari coffee shop dengan posisi duduk yang tidak selalu ideal, layar anti-glare seperti ini jelas terasa berguna.
Bekerja Lebih Nyaman dengan Keyboard 1,5 mm dan Haptic Touchpad
Sering menulis artikel panjang membuat saya cukup sensitif dengan kenyamanan keyboard.
Keyboard yang terlalu dangkal biasanya membuat tangan lebih cepat lelah.
ASUS ExpertBook Ultra menggunakan keyboard full-size dengan key travel 1,5 mm.
Angka ini mungkin terlihat kecil, tetapi bagi orang yang mengetik berjam-jam, pengalaman mengetik bisa terasa berbeda.
Keyboard-nya juga memiliki fitur backlit dan dirancang tahan terhadap tumpahan cairan.
Sementara untuk touchpad, ASUS menggunakan 110 cm² edge-to-edge glass haptic touchpad.
Haptic touchpad memberikan respons melalui teknologi haptic, bukan sekadar mekanisme klik konvensional.
Hasilnya, pengalaman navigasi terasa lebih modern, responsif, dan senyap.
Buat pekerjaan yang membutuhkan banyak perpindahan antar aplikasi, slide, atau dokumen, kenyamanan kecil seperti ini ternyata cukup terasa.
Audio Enam Speaker untuk Meeting dan Presentasi yang Lebih Imersif
ASUS ExpertBook Ultra juga dibekali sistem enam speaker dengan dukungan Dolby Atmos.
Bagi laptop bisnis, kualitas audio sering kali tidak menjadi hal pertama yang dibicarakan.
Padahal, coba hitung berapa kali dalam seminggu kita mengikuti video conference.
Meeting online.
Webinar.
Presentasi.
Menonton video referensi.
Mendengarkan rekaman.
Kualitas audio yang lebih baik tentu bisa meningkatkan pengalaman penggunaan secara keseluruhan.
ASUS menghadirkan konfigurasi speaker yang dirancang untuk menghasilkan suara lebih kaya dan imersif dibandingkan konfigurasi laptop standar.
Baterai 70Wh, untuk Mereka yang Tidak Selalu Duduk Dekat Colokan
Mobilitas tinggi punya satu masalah klasik.
Mencari colokan.
Saya yakin banyak yang pernah mengalami situasi ini.
Datang ke coffee shop.
Cari meja.
Sudah nyaman.
Sudah buka laptop.
Lalu baru sadar, baterai tinggal 20 persen.
ASUS ExpertBook Ultra dibekali baterai 70Wh dan mendukung teknologi pengisian cepat.
Klaim daya tahan baterai tentu dapat berbeda tergantung konfigurasi, aplikasi yang digunakan, tingkat kecerahan layar, konektivitas, serta pola penggunaan.
Tetapi kapasitas baterai yang besar jelas menjadi bagian penting dari konsep laptop ini sebagai perangkat untuk mobilitas profesional.
Bagi saya, laptop yang baik seharusnya memberi kebebasan.
Bukan membuat kita terus mencari sumber listrik.
Port Lengkap, Tidak Harus Selalu Bergantung pada Dongle
Salah satu hal yang cukup menyenangkan dari ASUS ExpertBook Ultra adalah pilihan port yang cukup lengkap.
Laptop ini memiliki:
2x Thunderbolt™ 4,
USB-A 3.2 Gen 2,
HDMI 2.1,
audio combo jack.
Jadi, untuk kebutuhan presentasi atau menghubungkan perangkat tambahan, pengguna tidak selalu harus membawa banyak dongle.
Ini terlihat sederhana, tetapi bagi orang yang sering menghadiri meeting atau presentasi di berbagai tempat, ketersediaan port bisa sangat membantu.
ASUS ExpertBook Ultra juga mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth® 6.0 pada konfigurasi yang tersedia.
Konektivitas cepat tentu menjadi bagian penting dari cara kerja modern yang sangat bergantung pada cloud, video conference, dan kolaborasi online.
Keamanan ASUS ExpertBook Ultra: Karena Data adalah Aset
Sebagai digital marketer, saya cukup sering berhadapan dengan berbagai data.
Data campaign.
Akses akun media sosial.
Materi strategi.
Dokumen klien.
Data performa.
File presentasi.
Dan saya rasa, hampir semua profesional juga memiliki data yang tidak seharusnya jatuh ke tangan orang lain.
Karena itulah, laptop bisnis tidak cukup hanya menawarkan performa.
Keamanan menjadi kebutuhan.
ASUS ExpertBook Ultra membawa sistem keamanan enterprise melalui ASUS ExpertGuardian dengan perlindungan yang mencakup level perangkat keras, firmware, dan sistem.
ASUS juga menyebut perangkat ini memenuhi standar keamanan NIST SP 800-193 untuk ketahanan dan perlindungan platform firmware.
Tergantung konfigurasi, penyimpanan juga mendukung teknologi keamanan seperti OPAL 2.0 Self-Encrypting Drive.
Buat pengguna enterprise dan profesional, perlindungan seperti ini penting untuk membantu menjaga data sensitif.
Karena kehilangan laptop memang menyebalkan.
Tetapi kehilangan data di dalam laptop bisa menjadi masalah yang jauh lebih besar.
ASUS ExpertBook Ultra Cocok untuk Siapa?
Menurut saya, ASUS ExpertBook Ultra bukan laptop yang ditujukan untuk semua orang.
Ini adalah laptop premium dengan positioning yang sangat jelas.
Laptop ini cocok untuk:
1. Profesional dan Eksekutif
Terutama mereka yang membutuhkan perangkat ringan, powerful, aman, dan mudah dibawa ke berbagai tempat.
2. Pebisnis dengan Mobilitas Tinggi
Untuk mereka yang sering berpindah dari satu meeting ke meeting lain, melakukan perjalanan bisnis, atau bekerja dari berbagai lokasi.
3. Digital Marketer
Karena pekerjaan digital marketing biasanya membutuhkan multitasking tinggi, penggunaan banyak tools, analisis data, meeting online, dan pembuatan presentasi.
4. Content Creator Profesional
Layar 3K OLED, performa tinggi, AI, kapasitas RAM besar, dan penyimpanan cepat bisa menjadi kombinasi menarik untuk kebutuhan kreatif.
5. Perusahaan dan Enterprise
Terutama karena dukungan Windows 11 Pro, fitur keamanan tingkat enterprise, serta fokus ASUS terhadap pengelolaan dan perlindungan perangkat bisnis.
Harga ASUS ExpertBook Ultra di Indonesia
Untuk pasar Indonesia, ASUS menampilkan harga mulai sekitar Rp34.999.000 pada halaman resminya saat artikel ini ditulis. Harga dan konfigurasi tentu dapat berubah tergantung model serta penawaran yang tersedia.
Bagi sebagian orang, angka tersebut tentu bukan harga yang kecil.
Tetapi ketika melihat positioning produk ini, ASUS ExpertBook Ultra memang tidak bermain di kelas laptop biasa.
Ini adalah perangkat yang ditujukan bagi pengguna yang melihat laptop sebagai investasi produktivitas.
Karena terkadang, harga sebuah perangkat bukan hanya dihitung dari spesifikasi.
Tetapi juga dari berapa banyak pekerjaan yang dapat kita lakukan dengannya.
Berapa banyak waktu yang bisa dihemat.
Seberapa nyaman perangkat tersebut digunakan setiap hari.
Dan seberapa besar rasa aman yang diberikan ketika kita membawa pekerjaan ke mana-mana.
Kesimpulan: Laptop untuk Mereka yang Tidak Mau Berkompromi
Setelah melihat dan mengenal lebih jauh ASUS ExpertBook Ultra, saya bisa memahami kenapa ASUS cukup percaya diri menyebut laptop ini sebagai “The Flagship of the Industry. Period.”
Karena ASUS tidak hanya mencoba membuat laptop yang tipis.
Tidak hanya membuat laptop yang ringan.
Tidak hanya memasukkan spesifikasi tinggi.
Tetapi mencoba menggabungkan semuanya dalam satu perangkat.
Sebagai blogger, content creator, dan digital marketer, saya melihat perubahan cara kerja yang semakin cepat.
Kita bekerja dari mana saja.
Menggunakan semakin banyak aplikasi.
Berhadapan dengan data yang semakin besar.
Dan kini mulai bekerja berdampingan dengan AI.
Karena itu, perangkat kerja juga harus ikut berkembang.
ASUS ExpertBook Ultra hadir bukan hanya sebagai laptop untuk membuka dokumen atau membuat presentasi.
Lebih dari itu, laptop ini seperti ingin menjadi partner kerja bagi orang-orang yang selalu bergerak, selalu menciptakan, dan tidak ingin produktivitasnya berhenti hanya karena keterbatasan perangkat.
Dan mungkin, itu alasan paling sederhana kenapa nama Ultra terasa cukup tepat.
Karena di tengah dunia kerja yang semakin kompleks, terkadang kita memang membutuhkan perangkat yang tidak meminta kita memilih antara performa atau mobilitas.
Kita ingin keduanya.
Dan ASUS ExpertBook Ultra mencoba menghadirkan keduanya dalam satu laptop.
Untuk informasi spesifikasi dan ketersediaan terbaru, kamu bisa melihat halaman resmi
Bagaimana menurut kamu? Kalau punya laptop sepowerful ini, pekerjaan apa yang paling ingin kamu selesaikan lebih cepat?
Sampai jumpa pada postingan selanjutnya,
Tian Lustiana















