Review Film : Gangubai Kathiawadi

Bismillahirrahmanirrahim,


Setelah beberapa kali baca reviewnya, akhirnya saya nonton juga. Penasaran banget sama film Gangubai. Menggambarkan tentang hak setiap manusia, termasuk wanita yang memiliki hak untuk mendapatkan kesetaraan hidup yang sama, namun apakah wanita tuna susila juga memiliki hak serupa? 




Gangubai yang memperjuangkannya, memperjuangkan kesetaraan hidup yang sama untuk para wanita tuna susila. Kehidupan Gangubai, laksana lorong yang sangat gelap. Tak ada harapan untuk bisa hidup ditempat yang terang, karena statusnya sebagai wanita penghibur. 


“Siapa pun yang muncul di depan pintu kami, kami tidak pernah menghakimi mereka dan itu adalah prinsip kami. Jika kami tidak mendiskriminasi orang, kenapa kalian mendiskriminasi kami? Kenapa kami dikucilkan dari masyarakat? – Gangubai Kathiawadi.

 



Film Gangubai Kathiawadi (2022) ini, film yang diadaptasi dari buku Hussain Zaidi dan digarap oleh Sanjay Leela Bhansali. Dalam film ini ditunjukan setiap episode kehidupan Gangubai. Dengan alur maju mundur yang membuat penonton merasa seru dan tidak bosan. 


Gangga, sebelumnya tidak pernah bermimpi sama sekali akan berakhir seperti ini. Kehidupannya akan gelap seperti ini. Padahal Gangga memiliki mimpi menjadi seorang aktris Bollywood namun ternyata berakhir di Rumah Bordil, karena Ramnik.


Tipu daya Ramnik berhasil menjerumuskan Gangga ke lembah hitam, dan sulit untuk bangkit kembali. Gangga menyerah dan menjalani kehidupan barunya. Seakan Gangga menerima begitu saja dengan kehidupan barunya yang kelam ini.


Mau tidak mau, Gangga harus terbiasa melakoni perannya sebagai pelacur, yang harus melayani nafsu para lelaki hidung belang. Karena merasa nama Gangga terlalu sakral, Gangga pun mengubah namanya menjadi Ganggu dan menyerah dengan keadaan. Honor pertamanya sebagai Ganggu dibakar sebagai tanda kremasi Gangga Harjivandas. 

Perjalanan demi perjalanan dilalui Ganggu, banyak hal yang ia lalui. Pernah juga alami kekerasan dari pelanggan, saking bejatnya perilaku pelanggannya sampai ia harus meminta bantuan dari Rahim Lala, sang pemimpin mafia yang berjanji akan selalu melindungi dan memberikan keadilan pada Ganggu. 

Sampai akhirnya Ganggu menjadi pemimpin rumah bordil itu dan diberikan nama Gangubai si Ratu Mafia. 
Gangubai memiliki tujuan dalam hidupnya, ia ingin para perempuan yang ada di wilayangnya tidak alami kesulitan hidup, hal ini yang membuatnya mengikuti pemilihan presiden Kamathipura dan memenangkannya. 


Banyak perubahan yang dilakukan, pernikahan pertama di Kamathipura pun berlangsung, berkat kebaikan hati Gangubai. Penasaran dengan sepak terjang Gangubai selama menjadi presiden Kamathipura? Mending tonton aja sendiri yah! 




See you,


Tian lustiana 

2 komentar

  1. Sebentar, ini yang aku tonton karena nemu begitu aja di facebook tapi berhasil menarikku nonton sampai akhir. Karakter Gangubai, wanita tangguh yang jadi gubernur dan menyelamatkan wanita tuna susila lainnya. Luar biasa kisahnya, baru tahu ini judulnya padahal aku tadi sempat ngetawain judulnya. Terima kasih reviewnya!

    BalasHapus
  2. aku baru aja nonton ini maak... ide ide tentang pendidikan dan perlakuan setara untuk anak anak yang lahir di rumah patut diacungi jempol, perjuangan Gangu untuk hak perempuan juga. banyak orang yang selalu memandang sebelah mata mereka yang berada di rumah bordil sampai sampai lupa kalau mereka juga punya hak yang sama.

    seandainya ini tayang diindo atau film indo kayanya udah kontroversi duluan deh, apalagi ngebayangin pas pidato Gangu itu hehehe

    sayang memang Gangu g ketemu lagi sama Ramnik, mau dibikin balas dendam yang gmana gitu. tapi wartawan Fezi bener juga sih, kalau ketemu Ramnik lagi, Gangu bisa balik jadi Ganga

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.
EmoticonEmoticon