Jumat, 13 Maret 2026

Sore: Istri dari Masa Depan — Menonton Ulang Setelah Kepergian Vidi Aldiano Rasanya Berbeda

Sore: Istri dari Masa Depan — Menonton Ulang Setelah Kepergian Vidi Aldiano Rasanya Berbeda

Tianlustiana.com - Film Indonesia tuh makin sekarang makin bagus, jujur. Selalu aja punya cara untuk menyentuh emosi penontonnya. Salah satu yang akan saya tulis dan review disini adalah SORE : Istri dari masa depan. Sebelum nonton film ini saya pun sudah selesai nonton seriesnya, yang diperankan Tika Bravani. Film SORE : Istri Dari Masa Depan ini adalah sebuah film karya Yandy Laurens yang dibintangi oleh Sheila Dara Aisha dan Dion Wiyoko. 



Pertama kali nonton film ini, merasa bahwa film ini bercerita tentang waktu, kesempatan kedua dan juga bagaimana seseorang berusaha untuk menyelamatkan orang yang dicintainya. 

Tapi, kemarin setelah meninggal Vidi Aldiano, saya rewatch lagi SORE di netflix dan rasanya berubah. Menonton ulang film SORE ini bukan hanya menikmati setiap scene nya namun berubah jadi pengalaman emosional yang lebih dalam, seolah merasakan luka hati kehilangan Jo, hmm bukan Jo tapi Vidi. 




Buat teman - teman yang belum nonton SORE : Istri dari Masa Depan, bisa nonton di Netflix. Film yang bercerita tentang perempuan bernama Sore yang tiba - tiba muncul dalam kehidupan Jonathan, fotografer yang hidupnya berantakan. 

Sore, mengaku sebagai istri dari masa depan yang memiliki tujuan untuk mengubah masa depan Jonathan agar hidup lebih sehat, supaya umurnya lebih panjang.

Premis ini tuh sebenarnya sederhana, namun cara film ini bercerita sangat manusiawi, nggak bombatis , nggak berisik bahkan banyak sekali adegan yang terasa hening. Tapi dalam keheningan itu emosi bekerja secara perlahan. 



Sore terus meyakinkan Jonathan untuk hidup lebih baik, untuk lebih sehat. Sore berusaha memperbaiki hal - hal kecil dalam hidup Jo, seperti masalah pola makan, kebiasaan merokok dan pola yang tidak sehat lainnya. Sore tidak mau, Jonathan meninggal lebih cepat karena gaya hidupnya itu. 

Buat saya, film Sore ini beda dibandingkan film romantis Indonesia lainnya. Film Sore ini tidak memaksa penonton untuk menangis, ia hanya bercerita melalui dialog sederhana, melalui tatapan yang mengandung banyak arti dan lewat hembusan napas yang berjeda itu. Tapi anehnya, diantara jeda itu lah yang membuat penonton mulai bermain dengan emosi, apalagi setelah berita meninggalnya Vidi Aldiano, suami asli Sore (Sheila Dara). Duh, nulis ini aja rasanya melow banget deh :( 

Sebenarnya, tulisan ini bukan review - review banget sih. Dulu pas awal nonton Sore sih biasa aja, ya memang nonton film sebagai cerita fiksi. Tapi setelah kabar meninggalnya Vidi, saya rasa film ini jauh menjadi lebih personal. Apalagi pemeran Sore adalah Sheila Dara. 



Ada desakan menggunung dalam dada yang siap - siap meledak aja nih, sesak.

Sore tidak mau ditinggalkan suaminya, makanya ia berusaha untuk kembali ke masa lalu dan mengubah pola hidup suaminya. Sedangkan pada kehidupan nyata, kan itu nggak mungkin yah. Itu yang bikin relate banget. 



So, buat temen - temen cobain deh rewatch Sore di Netflix, pasti ada beberapa perasaan yang beda. So, i recomended kalian semua buat rewatch ya. 


Rating pribadi: 9.5 / 10

Film ini bukan hanya tentang cinta.
Ia tentang waktu, kesempatan kedua, dan harapan yang kadang datang terlalu terlambat.

Dan setelah semua yang terjadi, menonton Sore sekarang terasa seperti membaca surat lama—yang dulu terasa indah, tetapi sekarang menyisakan sedikit perih.


Sekian cerita hari ini, semoga esok bisa bercerita kembali 


With love,

Tian Lustiana 

Kamis, 20 Februari 2025

Review Film : Laplae, the Hidden Town

Review Film : Laplae, the Hidden Town

Tianlustiana.com - Film Thailand pertama yang saya tonton, Laplae the Hidden Town. Dan ternyata seru sekali. Jadi film Laplae the hidden town ini menceritakan tentang sebuah kota yang tersembunyi dan sangat misterius di pegunungan. Kota yang dikenal dengan kunyit emasnya dan banyak yang mengincar juga.

Kota yang tersembunyi dibalik kabut yang sangat tebal dan memiliki ciri khas serta keunikan tersendiri, seluruh penduduk yang ada di Laplae adalah perempuan dan masih menjalankan tradisi turun temurun. 
 

Untuk menjaga garis keturunan, mereka melakukan ritual "pemburuan iblis" , merupakan pemburuan seremonial yang dilakukan oleh perempuan yang sudah cukup umur untuk pergi keluar Laplae, bermodalkan kunyit emas sebagai akses untuk keluar dari Laplae.

Sebelum berangkat ke luar Laplae untuk berburu "Iblis" mereka dibekali dengan banyak ilmu bagaimana untuk merayu iblis dan juga agar bisa hamil anak perempuan, setelah hamil maka harus langsung pulang ke Laplae. Namun jika tidak kunjung hamil dengan kurun waktu yang sudah ditentukan, para perempuan itu tidak akan selamat.

Bua, sang ratu Laplae merasa cemas karena anaknya Sompho tidak kompeten danterlihat lemah, artinya tahta nya sebagai ratu terancam. Berbagai cara dilakukan agar Sompho bisa hamil anak perempuan dan menjadi ratu selanjutnya untuk menggantikan Bua. Kecurangan pun dilakukan, agar Sompho bisa ikut berburu iblis dan hamil anak perempuan.

Ketika ada yang ikut masuk ke dalam Laplae, kekacauan pun terjadi. Rahasia gelap Laplae mulai terkuak, tradisi yang sudah dijaga lama sekali. Bua dengan segala cara mempertahankan singgasana nya menjadi ratu meskipun banyak pemberontak yang ingin melengserkannya.

Drama ini mengeksplorasikan tradisi, feminisme dan survival dengan latar belakag mister. Sebagai penonton saya dibawa masuk ke dalam labirin yang penuh rahasia tentang kepempimpinan seorang ratu yang bertahan karena cara yang tidak biasa dan menghalalkan segala cara agar bisa terus melanjutkan keturunannya.


Teman - teman jika penasaran bisa langsung nonton, ada di Netflix.

Minggu, 22 Desember 2024

Review Film - Bila Esok Ibu Tiada

Review Film - Bila Esok Ibu Tiada

Tianlustiana.com -  Sudah sejak awal film ini hadir, saya dan bestie rencana nonton namun belum juga terwujud, rasanya kami susah sekali menyamakan waktu luang. Kemarin, hari jumat sepulang kantor, tanpa rencana saya dan teman kantor baru langsung meluncur ke Ubertos untuk nonton, btw ini first time saya main ke Ubertos loh, maklum semenjak kerja daerah Bandung Timur ya mainnya kesini. Hehe.

Sebelum masuk ke bioskop, sambil menunggu kami ngobrol dan meyakinkan diri bahwa kami akan menangis ketika nonton film ini. Karena membaca sinopsis dan melihat review di tiktok pun ini film sedih dan sudah pasti menangis. Untuk hal yang berurusan dengan orangtua atau anak, saya paling nggak bisa. 




Dan real banget setelah film selesai, mata kami sembab. Haha. Kami menangis sepanjang film. Jadi memang film ini sudah berhasil merefleksikan kehadiran sosok ibu, tentang gambaran peran seoarang ibu yang tidak pernah bisa tergantikan dalam keluarga. Jadi, buat teman - teman yang akan nonton film ini, jangan lupa bawa tissue yaaa. 


Film "Bila Esok Ibu Tiada" ini diadaptasi dari novel yang best seller (novelnya belum saya baca huhuh) karya Nagiga Nur Ayati. 

Genre drama keluarga, berdurasi kurang lebih 1,5 jam, dengan sutradara kondang Rudi Soedjarwo, hebatnya film ini memiliki aktor ternama, seperti Slamet Rahardjo (Haryo), Christine Hakim (Rahmi), Fedi nuril (Rangga), Adinia Wirasti (ranika), Amanda Manopo (Rania) dan Yasmin Napper (Hening). Menceritakan tentang keluarga yang sangat harmonis dan sederhana, peran orang tua yang memang sangat berpengaruh. 




Semua berubah setelah kepergian pak Haryo

Awal film ini saja saya sudah nangis kejer, ketika pak Haryo sang kepala keluarga meninggal dunia, meninggalkan ibu Rahmi dan keempat anaknya. Kepergian seorang kepala keluarga yang sangat meninggalkan luka dalam pada sang ibu yang tetap harus terlihat tegar didepan keempat anak - anaknya, Ranika, Rania, Rangga dan Hening. 

Seperti biasa, ibu Christine Hakim selalu berperan dengan sangat keren, menjiwai sekali sebagai ibu Rahmi. Seakan membawa kita para penonton masuk ke dalam dunia seorang ibu yang penuh pengorbanan. Tatapan mata ibu Rahmi yang sayu dengan senyuman khasnya yang tulus hingga "membisu" ketika anak - anaknya ada konflik, bukan tidak mau bicara namun ibu Rahmi seakan tidak mau memihak, karena keempat anak itu adalah anak - anak yang sangat ia sayangi. 




Dalam film ini juga terlihat hubungan keluarga yang sangat harmonis, namun mendadak berubah ketika sang ayah meninggal. Ranika, anak sulung yang kemudian ambil kendali untuk terus berjalan dan melaju serta mengambil alih sebagai kepala keluarga serta menjadi tulang punggung bagi ibu dan adik - adiknya. 

Seperti yang saya bilang, diawal saja sudah nangis ketika kepergian sang ayah. Emosi penonton langsung dimainkan sejak awal film ini. Konflik pun silih berganti diperlihatkan semenjak kepergian pak Haryo, begitupun tentang hubungan keluarga. Adu argumen kerap terjadi antar adik kakak. 




Ranika, kakak perempuan paling besar yang nampak otoriter dimata adik - adiknya, sukses banget memberikan gambaran anak sulung yang selalu menyimpan dan memikul beban hidup sendirian dan selalu terlihat tegar padahal ia pun rapuh. 

Ibu, yang selalu menyembunyikan kesedihan dan kesakitan. Ibu Rahmi menanggung rasa sakit yang makin parah, sendirian. Karena tak ingin anak - anaknya terbebani dengan kesehatannya. kerinduannya pada sang suami tak terbendung, karena selama ini bu Rahmi sangat tergantung pada suaminya, pak Haryo.




So far, film ini bagus. Namun sayang kenapa fokus pada konflik, tidak pada momen kebersamaan dalam keluarga. Namun setelah ibu meninggal baru nampak kehangatan antar adik kakak ini. Mungkin ini menandakan bahwa kepergian ibu sangat meninggalkan luka, penyesalan dan saling menyalahkan. Namun semua seakan meredam ketika ada filosofi seni kintsugi dari Jepang, sebuah seni memperbaiki keramik yang retak dengan emas, membuat pecahan - pecahan itu sebagai sebuah keindahan yang baru. 

Retakan itu melambangkan ketidaksempurnaan, jadi meskipun dalam setiap keluarga itu ada masalah dan perbedaan karakter setiap anggota keluarga, namun ikatan keluarga harus selalu ada dan akan selalu ada. Harus belajar menerima ketidaksempurnaan. 

Filosofi Kintsugi pada film ini sebagai pengingat bahwa hubungan yang renggang ini perlahan harus disambungkan, setelah kepergian orang tuanya. Ranika, Rangga, Rania dan Hening mereka pun paham bahwa dalam keluarga itu saling dukung dan saling memaafkan. Mereka harus makin erat setelah kepergian orang tua nya. 




Pesan yang disampaikan melalui film Bila Esok Ibu Tiada ini jelas dan langsung bisa ditangkap oleh penonton. Sebagai seorang anak, harus ikut merenungi arti dari kehadiran sosok ibu, karena sering banget kita sibuk dengan urusan pribadi dan pekerjaan, sehingga lupa untuk meluangkan waktu bersama orangtua, hingga mereka pergi baru terasa kehilangan dan penyesalan. 



Jujur, setelah keluar bioskop mata saya sembab haha karena beneran menyentuh emosi, apalagi teknik one take shot pada momen tertentu membuat makin emosional. Diawal saja sudah menyentuh emosi ketika makan malam keluarga pas ibu ulang tahun, membuat kita merasa ada dalam ruangan itu. Dan yang paling juara emang akting mereka, para aktor hebat dan profesional.

Gimana kalau menurut teman - teman, apakah film ini mengurasi emosi?

Yuk, sharing buat yang sudah nonton, kalau belum nonton dan tidak keburu nonton di bioskop biasanya suka ada di aplikasi nanti juga, hehe. 


Sampai jumpa pada #reviewfilm selanjutnya,


Tian Lustiana 

Minggu, 19 Mei 2024

Review Film : SIKSA KUBUR

Review Film : SIKSA KUBUR

Bismillah, 

Maju mundur ingin nonton film SIKSA KUBUR, film karya Joko Anwar yang terkenal dengan film horor nya itu. Kali ini beliau ambil cerita yang menurut saya cukup berani dan deep banget, tentang kehidupan setelah kematian. Duh, bawa judulnya saja saya langsung merinding, bukan takut tapi lebih ke ngeri, lebih ke duh siap nggak sih melihat siksa kubur, semacam itu lah. 

Oke, 4 Mei 2024 kemarin saya langsung gas nonton bareng bestie, karena penasaran banget tentang isi dari film ini, baca review sih banyak pro dan kontra juga. Jadi, saya harus menyaksikannya sendiri. 

Oke, mari kita review menurut pandangan saya yah, semoga tidak spoiler. Heheh.




REVIEW FILM SIKSA KUBUR 

Film yang berdurasi 117 menit ini menceritakan tentang Sita dan Adil. Awal film saja sudah disuguhkan kejadian yang tragis, ketika itu Sita dan Adil masih kecil, ya remaja lah. 

Jadi, ketika mereka masih remaja kedua orangtuanya meninggal karena bom bunuh diri. Ada seorang pria yang meledakkan diri bersama bom dengan dalih "jihad" setelah mendengar suara rintihan dan jeritan orang - orang dalam kubur yang mendapatkan siksa. 

Sita dan Adil, menjalani hidup berdua tanpa orangtua. Kebayang kan bagaimana mereka? 

Tidak usah dibayangkan, karena difilm juga nggak diceritakan bagaimana mereka berjuang hidup tanpa orangtua. 

Sita dan Adil pun dewasa. 

Sita bekerja di sebuah panti jompo, sedangkan Adil sudah menikah dan bekerja sebagai pemandi jenazah. Mereka berdua punya misi, yaitu mencari manusia yang paling berdosa dan penasaran apakah mereka akan alami siksa kubur. 

Perjalanan mereka akhirnya bertemu dengan orang yang mereka anggap paling banyak dosa, Wahyu yang pernah menjadi donatur pesantren, yang pernah mencabuli Adil dan puluhan santri lainnya. Wahyu tewas bunuh diri, kemudian karena rasa penasaran Sita pun ikut dikubur karena ingin membuktikan bahwa siksa kubur.


siksa kubur

Hmmm, kebablasan nih. Takut spoiler ah. 

Oke, lanjut deh yah. 

Buat saya, pada awal film ini justru menjadi bagian yang kuat. Pada adegan buka toko, ada kesan dalam. Ada keharmonisan yang lekat pada keluarga Sita dan Adil. Latar belakang ceritanya bagus, dialognya pun hangat. Terlihat bahwa Sita remaja itu tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih sayang. 

Nampak juga Adil yang sejak kecil mendapatkan bullying, padahal keluarga mereka hangat. Kok bisa ya orang tua nya nggak tahu anaknya menjadi korban bully. Oke, kita bahas itu nanti saja. 

Sepeninggal orang tuanya, Sita dan Adil dimasukkan ke pesantren, di pesantren Sita berdebat dengan guru agamanya, Bu Ningsih sampai akhirnya Sita berpikir dan memutuskan untuk kabur dari pesantran. Namun sayangnya Sita dan Adil tertangkap dan diberikan hukuman. 



Dukungan latar musik dan efek suara yang membuat setiap detail film ini makin kuat. Apalagi pas suara bom meledak, duh bikin jantung berdebar banget, jleb banget masuk ke telinga dan jantung. Iramanya sempurna, bikin tegang. 

Dalam film ini, banyak sekali aktor ternama, seperti Christine Hakim yang bikin merinding karena harus tewas dalam mesin cuci, ih. Djenar Maesa Ayu, Putri Ayudya, Widuri, Muzakki dan dengan pemeran utama Reza Rahardian sebagai Adil dewasa, Faradina Mufti sebagai Sita dewasa. 



Film Siksa Kubur ini menurut saya merupakan horor psikologis yang punya warna sendiri, beda dengan genre horor Indonesia pada umumnya. 


Gimana ada yang sudah nonton film Siksa Kubur? 



Sampai jumpa pada postingan selanjutnya,


Tian Lustiana 

Sabtu, 13 Januari 2024

Review FILM : Mantan Tapi Menikah

Review FILM : Mantan Tapi Menikah

Sekarang banyak sekali series Indonesia yang keren, nggak kalah rame dan serunya dari drama Korea loh. Salah satunya adalah komedi romantis yang diadaptasi dari sebuah novel, judulnya juga sama dengan novel karya Ami Rahmi di Watpadd, "Mantan Tapi Menikah". Serialnya ada 10 episode, jadi nggak akan bikin nontonnya bosen.   

Alur yang disajikan juga unik, series ini menjelaskan tentang hal yang mendalam dalam suatu hubungan, bukan hanya hubungan dengan pasangan saja. Namun dengan keluarga dan juga sahabat. 




Mantan tapi menikah menceritakan tentang Ana yang diperankan oleh Aurelie Moeremans, terpaksa bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh mantan pacarnya, Saka yang diperankan oleh Oemar Daniel. Kebayang ga sih gimana kalau kita bekerja di perusahaan mantan? Duh. 

Sikap Saka yang dingin, ketus, galak bahkan terkesan kejam membuat Ana menderita selama bekerja. Tapi apakah sebenarnya mereka masih saling mencintai? 

Setiap episode nya bikin gregetan dan juga kesel loh, tentu bikin penasaran menyelesaikan sampai episode 10. 

Dalam series ini, sosok Ana digambarkan sebagai seorang pribadi yang cantik, pintar dan tegas. Ana punya visi dan tujuan hidup jelas, ya mungkin karena Ana harus bertanggung jawab pada kedua adiknya, setelah kedua orang tuanya meninggal. 




Sedangkan Saka, digambarkan sebagai seorang laki - laki yang mencari perhatian ayahnya dengan pemberontak semasa kuliahnya, namun seiring berjalan waktu Saka menemukan dirinya, namun tidak dengan cintanya, karena mantannya masih dia cintai. Ana yang dulu memutuskan Saka, waktunya nggak tepat dan membuat Saka frustasi, hingga ibu Saka langsung menjudge bahwa Ana bukan perempuan baik - baik. 

Dalam series ini bukan hanya menceritakan tentang Ana dan Saka, namun juga tentang hubungan Ana dan sahabat - sahabatnya. Ana dan sahabatnya memiliki rahasia, sehingga mereka merasakan hubungan yang kaku karena ada kebohongan. Bayu dan Tara adalah sahabat Ana yang selalu bersama, namun mereka masih kurang terbuka. Padahal dalam persahabatan harus terbuka ya, jangan ada rahasia. 




Setiap karakter memiliki pesona sendiri, belum lagi ada Fania Lira sebagai Maria yang memerankan karakter manja dan menyebalkan, seorang selebgram yang kerap membuat saya kesal. Dalam cerita persahabatannya ini, memberikan ragam masalah yang kerap terjadi. Tentang bagaimana seharusnya kita bersikap dan juga tentang perasaan yang tidak bisa kita kendalikan, meskipun dengan sahabat. 

Serial ini, setiap karakter memiliki alasan masing - masing untuk tetap mempertahankan pendiriannya dan oke lah jika memilih bersikap defensif. 

Serial Mantan tapi Menikah ini diambil dari Watpadd, keren karena bisa memvisualisasikan karakter yang ada, ada penambahan dan improve cerita tapi so far masih oke sih. 

Pemain :Aurelie Moeremans, Omar Daniel, Ge Pamungkas, Dimas Beck, Cassandra Lee, Rowiena Umboh

Tonton di : icon viu 

Sampai jumpa dipostingan selanjutnya,

Tian lustiana 


Sabtu, 06 Januari 2024

Review Film : Kapan Hamil?

Review Film : Kapan Hamil?

Fedi Nuril dan Laura Basuki , sebelumnya sudah membuat saya terpukau di perannya sebagai Surti dan Sukri di fillm Rumah Masa Depan. Kini membuat saya penasaran sama akting keduanya di web series yang judulnya Kapan Hamil?. Tapi bedanya, Kapan Hamil? ini tidak tayang di bioskop namun tayang di Prime Video. 


Kapan hamil?

Jadi, Kapan Hamil? ini menceritakan tentang sepasang suami istri, Alan dan Nadya yang sudah menikah cukup lama namun belum juga diberikan keturunan, mereka sudah bosan mungkin ya diberondong pertanyaan "Kapan Hamil?" terutama Nadya yang selalu dihantui pertanyaan itu sama mertua nya. 

Karena sudah merasa bosan dengan pertanyaan Kapan Hamil? dan juga memang sudah inginkan kehadiran anak, Alan dan Nadya pun memutuskan untuk melakukan pemeriksaan medis di Klinik dokter. Dengan terpaksa, Alan akhirnya mau memeriksakan diri, sampai akhirnya keluar hasil pemeriksaan, menyatakan bahwa Alan mandul, dan Nadya dinyatakan sehat. 




Alan pun langsung punya akal licik, bagaimana caranya dia harus terlihat sehat dimata Nadya dan keluarganya. Ada sesuatu hal yang dilakukan Alan dan membuatnya terlihat sehat dan baik - baik saja. 

Alan malah terkejut ketika Nadya dinyatakan hamil, lah itu anak siapa?

Anak siapa ya yang dikandung Nadya? Sedangkan Alan kan mandul, bingung kan? Mending langsung tonton film ini saja, di Prime Video. 

Dalam film ini, menjelaskan tentang peran seorang istri yang sering disangka yang mandul, apalagi oleh mertua, padahal kan belum tentu. Bisa saja suami yang tidak sehat, iya kan? Namun selalu istri yang disalahkan. 


Kapan Hamil?


Fedi Nuril, sebagai Alan yang terlihat egois, menghalalkan segala cara supaya terlihat sehat dimata istri dan keluarganya. Sehingga bersikap manipulatif. 

Pokoknya, kalau nonton film ini siap - siap saja gemas dan kesal sama Alan, ih hayang nakol pokoknya mah da

Tonton sendiri ya di Prime Video , dan selamat emosi sama Alan. 



See you,

Tian Lustiana 

Sabtu, 16 Desember 2023

Review Film : Rumah Masa Depan

Review Film : Rumah Masa Depan

Sebelum ujian semester, saya ajakin neng Marwah refreshing dulu. Kali ini ajakin nonton saja. Kebetulan juga ada film yang bisa ditonton neng Marwah. Sebuah film yang sebenarnya sudah populer pada tahun 80-an, sebuah serial berjudul Rumah Masa Depan, dan ini menjadi pelopor serial keluarga. Konon katanya serial Rumah Masa Depan ini banyak disukai, dan berjaya pada tahun itu, diputar di TVRI. 

Dan sekarang ada remake nya, jadinya kan penasaran ingin nonton. Meski dulu saya nggak sempat nonton serialnya, hehe. 




Rumah Masa Depan ini menceritakan tentang sebuah keluarga harmonis, Sukri (Fedi Nuril), Surti (Laura Basuki) dan kedua anaknya Bayu (Bima Azriel) dan Gerhana (Ciara Brosnan), btw terlihat ya dari nama ayah dan ibu nya yang "jadul" jadi menambah unik film ini, menurut saya. 

Keluarga Sukri - Surti ini merencanakan liburan, akhirnya mereka memutuskan untuk berlibur. Sibuk dengan barang bawaan masing - masing untuk berlibur, namun sayang ternyata akhirnya mereka harus terpaksa ke Desa Cibeureum, kampung halaman ayahnya karena pak Musa (Cok Simbara) ayah Sukri meninggal dunia. Meskipun enggan, Surti, Bayu dan Gerhana harus ikut dan mengiyakan. 




Setelah pemakaman pak Musa, ternyata mereka tidak bisa langsung pulang untuk kembali ke Jakarta karena ibu Musa (Widyawati) berurusan dengan polisi karena sebuah kasus, bu Musa dijadikan tersangka pemukulan pak Lurah, lah kok bisa yah? 

Kebayang dong, anak kota harus tinggal di desa? Gimana yah? Harus menyesuaikan. Bayu dan Surti yang memperlihatkan bahwa mereka tidak betah dan tidak nyaman berada disana, karena bu Musa nenek Bayu dan mertua Surti itu memang galak dan judes. Jadi mereka tidak betah. 

Bayu akhirnya bertemu dengan Cempaka (Maisha Kanna) dan juga Sangaji (Zayyan Sakha), membuat Bayu betah tinggal di Cibeureum. Sementara Gerhana terus berusaha untuk mendapatkan hati sang nenek yang terkenal judes dan galak itu. 


Masalah pun datang terus, mampukah keluarga Sukri menyelesaikan berbagai masalah yang datang bertubi - tubi itu? 


Film Rumah Masa Depan dan Serial Rumah Masa Depan

Rumah Masa Depan ini seakan membawa kembali ke masa lalu, dimana pedesaan yang khas dan juga untuk elemen aslinya pada serial lawas juga masih digunakan loh. Seperti nama, karakter dan theme song nya juga masih sama meski diaransemen ulang. 


Untuk esensi ceritanya pun masih sama, kampung halaman Sukri yang merupakan pondasi kehidupan Sukri, meski ada penyesuaian dengan perbedaan zaman dan kemajuan teknologi. Dimasukkan juga bagaimana kecanggihan teknologi bisa memajukan peradaban di Cibeureum. Surti, seorang chef dan youtuber terkenal, rajin berbagi resep makanan dan ternyata menjadi inspirasi untuk para warga desa Cibeureum. Meskipun latar pedesaan namun kecanggihan teknologi tetap ditonjolkan. 


Kesimpulan: 

Rumah Masa Depan ini membuat kita harus masuk, menyelami permasalahan dalam keluarga yang ada di desa Cibeureum, masalah masa lalu yang menjadi dendam. Nunasa kebersamaannya menyatu dengan baik dan alami. Apalagi karakter yang diperankan Widyawati, luar biasa. 

Saya rekomendasikan banget nih buat teman - teman tonton. 


Sampai jumpa dipostingan selanjutnya, 


Tian lustiana 

Jumat, 08 September 2023

Marriage with Benefits

Marriage with Benefits

Marriage with Benefits, menarik banget kan begitu baca judulnya? Apakah teman - teman seperti saya juga? Merasa kepo dan penasaran banget sama alur cerita series Marriage with Benefits ini. 


Marriage with benefits ini adalah serial yang tayang di Viu Original, dibintangi oleh Abimana dan Jessica Mila. Pasti sudah nggak asing lagi kan dengan kedua aktor keren kebanggaan Indonesia itu? Juga ada aktor lain yang nggak kalah keren, ada Ayushita, Adi Luca, Mentari de Marelle, Calvin Jeremy, Tora Sudiro dan masih banyak lagi. 




Genre series ini adalah komedi romantis, diadaptasi dari cerita wattpad dan juga novel karya Handi Namire dengan judul yang sama. 


Ceritanya tentang apa nih? 

Marriage with benefirs ini menceritakan tentang pernikahan yang dilakukan bukan karena cinta, diawalnya. Namun karena untuk keuntungan semata. 


Tentang hidup Gea yang diperankan Jessica Mila, seorang make up artist yang alami kejadian yang bikin shock dalam hidupnya. Setelah orangtua nya bercerai, Gea pun harus alami dicampakkan oleh tunangannya, sedih sekali pasti ya menjadi Gea. 


Dengan hati sedih, Gea terpaksa harus mengubur dalam - dalam impiannya untuk ke Paris dan harus ikhlas stay di Indonesia saja, menjadi makeup artist televisi. 




Gea harus terlibat masalah yang pelik yang membuat dia harus mau menikah "pura - pura" , Aksan (presenter di tempat Gea bekerja) memiliki skandal dengan seorang isteri politis terkenal, Sonya yang diperankan Ayushita. Skandal itu muncul di berbagai media, Aksan dalam keadaan terpojok tanpa berpikir langsung bilang bahwa perempuan itu adalah Gea, calon isterinya dan akan segera ia nikahi. 

Sontak, Gea dan juga para temannya merasa kaget dengan pengumuman Aksan.  Niat Aksan ingin meredakan rasa penasaran publik dan media. 




Dengan alasan ini lah pernikahan Aksan dan Gea digelar, Aksan berjanji pada Gea bahwa ia akan mewujudkan impian Gea untuk bisa menjadi makeup artist di Paris. Dan bertanggung jawab secara finansial pada Gea selama mereka menikah. 

Karena sering bersama, Aksan dan Gea tanpa disadari mereka saling jatuh cinta, meski mereka berdua juga sama - sama dalam keraguan. 


Wah gimana ya kelanjutannya? Dan gimana ya pernikahan dengan benefits ? 

Langsung saja tonton sendiri, series ini ada 10 episode dan setiap episode nya bikin penasaran loh. 


Adakah teman - teman yang sudah nonton series ini? Sharing yuk


See you,

Tian lustiana 

Rabu, 26 April 2023

Noktah Merah Perkawinan , Komunikasi adalah Kunci Langgeng Pernikahan

Noktah Merah Perkawinan , Komunikasi adalah Kunci Langgeng Pernikahan

Bismillahirrahmanirrahiim, 


Noktah Merah Perkawinan, terdengar jadul kan? 

Ya, betul memang jadul. Jadi film bergenre drama ini diadaptasi dari sinetron legend tahun 1996, judulnya pun sama. Remake Noktah Merah Perkawinan ini dibintangi oleh aktris dan aktor papan atas yang debutnya tidak diragukan lagi, yaitu Marsha Timothy, Oka Antara, Sheila Dara dan juga membawa pemeran utama pada sinetron tahun 1996, yaitu Ayu Azhari. 


Noktah Merah Perkawinan

Sutradara Sabina Rochelle Kalangie bisa mengemas kembali film ini dengan warnanya sendiri. 

Noktah Merah Perkawinan ini memberikan pandangan yang luas loh, bahwa komunikasi itu sangat penting dalam sebuah perkawinan. Kunci utama yang bisa membawa perkawinan ke arah mana saja, ya komunikasi. 



Konflik rumah tangga antara Ambar (Marsha Timothy) dan Gilang (Oka Antara), seakan menampar untuk kita nih bagaimana menyikapi rumah tangga ketika diterpa amukan badai yang sangat kencang. 

Cast: Marsha Timothy, Oka Antara, Sheila Dara, Roy Sungkono, Jaden Ocean, Alleyra Fakhira, Nazira C. Noer, Ayu Azhari

Pembukaan film ini diawali dengan curhatan Yuli kepada pakar pernikahan (Ayu azhari) yang pernikahannya juga tidak baik - baik saja, bahkan bercerai. Yuli curhat tentang rumah tangga lelaki yang ia sukai, ya dia menyukai suami orang. Kehadiran Yuli yang diam - diam menyimpan rasa pada Gilang ternyata menjadi klimaks pertengkaran dalam rumah tangga Ambar & Gilang. Meski sebelumnya keadaan bahtera rumah tangga mereka memang sudah goyah. 



Namun justru kehadiran Yuli membuat Gilang sadar bahwa ia masih sangat mencintai Ambar dan tidak ingin kehilangan Ambar, meski ada rasa tertarik Gilang pada Yuli, mungkin hanya mengisi kekosongan saja. 


Noktah Merah perkawinan ini bukan hanya menceritakan orang ketiga dalam rumah tangga, namun juga memberikan pelajaran bagaimana komunikasi untuk menyelesaikan masalah.  Debat yang terlihat natural, cercaan dan amarah dari istri yang mengetahui adanya perempuan lain serta pembelaan diri Gilang yang alami, mengalir begitu saja. 



Menurut saya ini termasuk film romantis yang nggak lebay. Karena semua dialog, konflik, karakter tokoh bahkan adegan dalam film ini tuh terasa nyata banget. Dan kayaknya teman - teman juga setuju deh, bahwa Noktah Merah Perkawinan ini relate banget sama kehidupan nyata dalam rumah tangga. 


Film yang sederhana, indah dan juga emosional. Saya rasa Noktah Merah Perkawinan ini bukan hanya ditujukan bagi yang sudah berumah tangga, karena banyak sekali sudut pandang dari karakter lain yang bukan hanya terpaku oleh pasangannya. So, film ini sangat layak ditonton siapa saja, dan sangat relate sama kehidupan nyata. Semua masalah yang ada pada film ini benar - benar sampai ke penonton, memang luar biasa akting para pemainnya ya. Belum lagi videonya yang epic, color gradingnya juga tidak bikin pedih mata, malah memanjakan. 

“Untuk apa dipertahankan kalo gak ada satu dari kita yang bahagia,” – Ambar (Noktah Merah Perkawinan).



Silakan langsung saja tonton sendiri, untuk merasakan langsung emosi Ambar dan Gilang. Nontonnya di Netflix ya!


See you,

Tian lustiana

Rabu, 12 April 2023

Saiyo Sakato, Kompetisi Dua Perempuan Minang

Saiyo Sakato, Kompetisi Dua Perempuan Minang

Bismillahirrahmanirrahiim, 


Mana suaranya yang suka makanan Padang? 

Duh, nonton series Saiyo Sakato saya jadi ngiler sama tampilan masakan Padang yang berbumbu, sedap dan gurih. 


Ada yang sudah nonton Saiyo Sakato? Cobain deh tonton, karena memang alur ceritanya bagus dan keren banget, apalagi untuk para perempuan nih. Yang harus tangguh serta bisa berusaha sendiri. 


Web series lama sih, tahun 2020 namun saya baru nonton beberapa waktu lalu di Netflix. Dibintangi oleh Cut Mini dan Nirina Zubir sebagai pemeran utamanya. Disutradarai oleh Gina S. Noer yang juga selaku penulisnya. 



review Saiyo Sakato Netflix

Saiyo Sakato ini series yang menceritakan tentang kompetisi para penerus restoran Padang yang otentik, yang berkompetisinya adalah istri pertama dan istri keduanya Uda Zul. Da Zul pemilik restoran nasi Padang, restoran yang cukup terkenal karena memang cita rasanya yang lezat dan khas membuat restorannya menjadi tempat makan favorite banyak orang. 


Da Zul, meninggal mendadak. Ketika memasak gulai kakap. Beliau meninggalkan seorang istri, Mar. dan dua orang anaknya, Nal dan Nisa. Mar, sang istri sangat terpukul atas kepergian suaminya yang mendadak, meski berat ia harus tetap membuka restoran peninggalan suaminya, dan harus tetap bisa se eksis ketika suaminya masih ada. 


Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Itu yang dirasakan Uni Mar dan kedua anaknya. Belum lama, Da Zul meninggal eh datang seorang perempuan muda bernama Nita yang mengaku istri kedua dari Da Zul dan Budi, anak Nita dan Da Zul. 


Terpukul sekali hati uni Mar dengan kehadiran Nita dan Budi. Hilang semua rasa percaya pada suami yang dianggapnya setiap dan baik itu. Rasa benci makin menjadi ketika Nita meminta warisannya Da Zul untuk sekolah Budi. 


review Saiyo Sakato

Uni Mar marah dan mengusir Nita juga Budi, karena sakit hati Nita pun tidak menerima karena dia merasa ada hak juga atas warisan dari Da Zul. Rasa sakitnya membuat ia ingin menunjukkan bahwa ia benar istri kedua Da Zul, hingga ia membuka restoran Padang dengan nama Saiyo Sakato , persis di depan restoran Padang Saiyo Sakato Uni Mar. 


Uni Mar dan kedua anaknya semakin tersulut emosinya, mereka berpikir keras bagaimana caranya untuk tetap mempertahankan kualitas restoran padang Saiyo Sakato. Nisa pun berjuang untuk bisa memasak makanan yang serupa dengan hasil masakan ayahnya, dibantu pak Etek adik dari Da Zul. 


Pelanggan Saiyo Sakato pun merasakan kebingungan mana Saiyo Sakato yang asli. Ini membuat restoran uni Mar omzetnya turun. Pertikaian uni Mar dan Nita diurus RT setempat dan mengusulkan agar diantara keduanya berkompetisi sehat saja. Belum juga selesai urusan pertikaian dan perebutan pelanggan Saiyo Sakato, timbul masalah lain. Nisa (anak Da Zul) dan Emir (adik Nita) saling jatuh cinta. 



Review Saiyo Sakato

Perjuangan Annisa yang ingin memperlihatkan skill nya untuk bisa mempertahankan Saiyo Sakato dengan berbagai macam cara dengan menggunakan bantuan media teknologi, hampir semua media internet dia cek, untuk mendapatkan pelajaran tentang penjualan online. Bahkan sampai mendatangkan selebgram untuk mereview restorannya. Lucunya, di restoran Saiyo Sakato uni Mar ini ada juga loh yang ikut charge gadget loh, apa ga sekalian aja tuh buka toko gadget dan rekomendasiin buat pilih - pilih gadget nya melalui situs review gadget Pricebook, haha.  Memang random banget di restoran Saiyo Sakato uni Mar ini. 


Pertikaian dan kompetisi antara uni Mar dan Nita bukan hanya memperebutkan nama Saiyo Sakato saja namun juga keduanya diberikan tantangan oleh mak Yarlis, Ibunda Da Zul. Mereka keduanya disuruh untuk membuat masakan yang pernah dibuat Da Zul, mak Yarlis meminta masakan yang rasanya khas dan persisi dengan masakan Da zul, itu lah pemenangnya.  



“Persoalan keluarga ini harus diselesaikan dengan cara keluarga” – Mak Yarlis 

Review Saiyo Sakato


Web series yang membuat hasrat saya ingin makan nasi Padang saja deh, melihat menu rendang, asam padeh, gulai kakap ah jadi lapar dan beneran menggugah selera. 


Masalahnya kompleks, dan endingnya menurut saya sih menggantung apalagi tentang hubungan Emir dan Nisa. Terus ada yang mengganjal juga loh, jangan - jangan Da Zul punya istri ketiga. Ah bikin penasaran nih, apakah semua wanita yang dinikahi Da Zul diberikan resep masakan Padang dan dibuatkan restoran, hehe. 


Langsung saja tonton sendiri ya series ini, hanya 10 episode. Santai sih nonton seriesnya, satu episode tidak terlalu lama kok. Konflik yang diangkat pada series ini tentang perempuan yang memang harus mandiri serta perempuan pun punya potensi untuk maju, tidak harus bergantung pada lelaki. Karakter Annisa juga seorang perempuan yang sangat berambisi untuk menjadi penerus Saiyo Sakato dan terus membuktikan dirinya kompeten dan bisa diandalkan untuk memegang kendali atas Saiyo Sakato. 


Siapkan kuota atau wifi nya ya, jangan sampai jaringannya tidak stabil. Kalau nyari yang jaringannya oke buat nonton ya nggak ragu dan bimbang untuk menggunakan IndiHome dari Telkom Indonesia. Iya, saya yakin deh teman - teman udah kenal banget sama IndiHome dan juga sama Telkom Indonesia


Duh semoga saja ada season 2 nya yah, masih penasaran soalnya sih sama kelanjutannya. 


See you, 


Tian Lustiana