Rabu, 11 Maret 2026

Berhenti Sejenak, Tarik Napas, dan Pulih: Cara Menenangkan Pikiran di Tengah Hidup yang Terlalu Cepat

Berhenti Sejenak, Tarik Napas, dan Pulih: Cara Menenangkan Pikiran di Tengah Hidup yang Terlalu Cepat

Tianlustiana.com

Halo teman - teman, apa kabarnya nih? 2026 ini saya kok merasa agak malas menulis lagi, padahal menulis itu memulihkan jiwa. Hmm, semoga berawal dari tulisan ini, saya bisa rajin lagi yah. 

Dalam tulisan ini saya ingin curhat nih, hehe. Tentang hidup yang serba cepat ini. Setiap pagi, sama aja sih dengan hari - hari yang biasanya. Setelah semua urusan domestik selesai, langsung buka laptop, nyalain notifikasi ponsel, membaca satu per satu pesan yang masuk. Ya, saya biasa mematikan notifikasi ponsel dari malam sampai pagi, pesan dan telepon tetap masuk namun tidak saya lihat, ini baru saya lakukan supaya ketika jam istirahat saya punya waktu berkualitas untuk istirahat. 





Setiap pagi, bukan hanya urusan domestik rumah, bukan pula hanya bukain pesan yang masuk, namun tumpukan pekerjaan yang harus segera diselesaikan sesuai deadine. Masih banyak target yang harus dicapai. Membuka beberapa tab sekaligus udah biasa, bahkan bisa sampai 15 tab. Multitasking sekali bukan? Oiya kadang suka sambil nyuci baju sih kalau pas lagi wfh


Itu normal.
Normal untuk seseorang yang bekerja di dunia digital, betul? Tapi ketika sudah sibuk banget, suka merasa ada yang beda. 

Pikiran langsung auto penuh, dada pun terasa sesak dan badan terasa lelah banget. Seakan bukan hanya lelah karena kerja, tapi merasa lelah karena kok ga pernah berhenti yah kerjaan ini, huhuhu. 


Terlalu sibuk, sampai lupa bernapas

Hidup kian modern, bergerak dengan sangat cepat yang mengharuskan kita pun terus bergerak. Mulai dari bangun pagi, kerja, kejar target, ngurusin keluarga, memenuhi ekspektasi orang dan semua berulang terus. Ga sadar, kalau setiap hari itu maraton. 

Setiap hari itu kita selalu takut tertinggal, takut dianggap nggak produktif, takut terlihat lemah jika berhenti. Padahal ini tubuh dan pikiran membutuhkan jeda. Yang dibutuhkan jeda, liburan sejenak dan menarik napas. 




Berhenti sejenak, bukan berarti menyerah

Oke, mari tutup laptop sejenak, keluar rumah tanpa ada beban pekerjaan. Menikmati udara yang lebih segar, yang tidak menyesakkan dada. Supaya ketika menarik napas bisa merasakan lega di dada. 

Hal yang sederhana namun sangat menyenangkan dan menenangkan, momen kecil yang membuat saya sadar hal penting : Berhenti sejenak bukan berarti kita kalah, justru ketika berhenti artinya kita memberikan ruang bagi diri sendiri untuk pulih. Memberikan kesempatan untuk pikiran kembali jernih dan memberi ruang untuk hati agar kembali tenang. 


Kenapa perlu waktu untuk pulih? 


Dunia boleh serba cepat tapi kesehatan mental jangan sampai terlupakan, manusia zaman sekarang itu lebih fokus pada produktivitas dibandingkan keseimbangan hidup, betul? Saya merasakan itu sih. Padahal ketika pikiran kita terlalu lelah, akan ada beberapa hal yang kita alami, diantaranya : 
  1. Stress yang berkepanjangan
  2. Mental yang kelelahan 
  3. Kesulitan tidur
  4. Kecemasan yang berlebihan 
  5. Kehilangan motivasi 

Dan masih banyak keluhan lainnya. Maka dari itu mari kita beri waktu sejenak, karena dengan berhenti dan memberikan jeda untuk istirahat, bisa membantu untuk : 
  • Menenangkan pikiran
  • Mengurangi stress 
  • Mengembalikan energi
  • Menata hidup yang lebih jernih


Berhenti sebentar agar bisa kembali melangkah dnegan hati yang jauh lebih ringan. 

Jika hidup terasa sangat berat, bahkan terlalu berat cobain deh beberapa hal ini : 

  1. Tarik napas perlahan selama beberapa menit, fokus pada napas, ini bisa membuat pikiran kembali tenang. 
  2. Jauhkan smartphone dan gadget lainnya, karena terlalu banyak informasi yang diterima bisa membuat pikiran semakin penuh. 
  3. Duduk dalam keheningan. Tidak perlu melakukan apa - apa, hanya hadir, duduk dan menikmati momen yang ada. 
  4. Ceritakan yang dirasakan, kadang hari ini hanya butuh didengar. Tapi jika tidak ada teman bercerita saya biasanya menuliskan di buku harian, dan itu sangat membantu. 
Cara Menenangkan Pikiran



TIDAK SEMUA HAL HARUS DIHADAPI SENDIRIAN....
Hal yang sangat sering terlupakan, ketika hati terasa berat suka maksain menyelesaikan sendirian, disimpan semua sendiri. Padahal berbicara atau bercerita dengan orang lain yang memahami kondisi mental kita bisa menjadi langkah awal untuk kembali pulih. 

Tapi ga ada teman bercerita, gimana dong?
Sekarang kan udah banyak layanan yang memudahkan kita untuk konsulyasi tanpa harus datang ke RS langsung. Salah satunya bisa menggunakan aplikasi Halodoc, yang menyediakan layanan konsultasi dengan dokter ataupun psikologi secara online. Melalui aplikasi ini kita bisa berbicara tentang kondisi mental, kecemasan ataupun kelelahan yang sedang dirasakan tanpa harus merasa sendirian. Kadang satu obrolan saja dengan ahli bisa membantu kita untuk melihat hidup dengan cara yang berbeda. 

halodoc




Jika hari ini terasa sangat berat, ga usah maksain untuk kuat. Mari berhenti sejenak, tarik napas dalam - dalam dan IZINKAN DIRIMU UNTUK PULIH.Karena hidup ini bukan tentang seberapa cepat kita berlari, hidup bukan pelarian tapi perjalanan. 



sampai jumpa pada postingan selanjutnya,


Tian Lustiana 

Rabu, 20 Maret 2019

Cari Tahu Yuk Seperti Apa Ciri - Ciri Orang Yang Mengidap Bipolar Disorder

Cari Tahu Yuk Seperti Apa Ciri - Ciri Orang Yang Mengidap Bipolar Disorder

Bismillah, 

Memang harus kita semua akui, bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia belum terlalu familiar dengan istilah bipolar disorder. Penyakit bipolar disorder ini adalah sebuah kondisi gangguan mental yang bisa menyebabkan adanya perubahan mood yang sangat ekstrim. Penyakit bipolar disorder itu sendiri terbagi kedalam dua episode, yakni episode mania (bahagia) dan juga episode depresi (sedih). Meski kerap mengalami perubahan pada kedua episode mood tersebut, namun mereka masih tetap merasakan kondisi mood yang normal.



Saat si penderita bipolar memasuki episode depresi, ada beberapa kondisi mood yang akan mereka rasakan seperti kesedihan yang mendalam, merasakan tekanan hebat, kehilangan harapan, putus asa, hilangnya semangat untuk melakukan rutinitas sehari-hari, bahkan hingga ingin melakukan bunuh diri. Namun berbanding terbalik saat si penderita bipolar memasuki episode mania, dimana mereka tampak merasa lebih bersemangat dan penuh dengan gairah. Menurut para psikolog, perubahan mood tersebut bisa terjadi beberapa kali dalam setahun, atau seminggu dalam kasus yang lebih parah lagi. Selain dapat merusak hubungan pribadi, gangguan kejiawaan ini juga akan memicu beberapa kondisi seperti minimnya motivasi, penurunan produktivitas dalam pekerjaan, hingga yang terparahnya ingin bunuh diri.

Pada umumnya, penyakit bipolar disorder ini sering terjadi pada masa akhir remaja atau awal masa dewasa. Dengan kata lain, kebanyakan yang mengalami bipolar disorder itu adalah orang yang berusia 25 tahunan. Meski demikian, ada sebagian dari kalangan anak-anak dan orangtua yang mengalami penyakit bipolar disorder tersebut.


Ketika seorang yang mengidap penyakit bipolar, maka mereka akan memiliki perasaan emosional yang ekstrim serta terjadi pada suatu periode tertentu atau yang lebih disebut dengan kondisi “episode mood”. Dalam setiap episode mood ini biasanya akan menunjukkan perubahan drastis pada mood si penderitanya seperti terlihat sangat bahagia dan penuh semangat. Kondisi mood tersebut merupakan episode mania. Ketika pada episode depresi, maka si penderita bipolar akan menunjukkan suatu ekspresi kesedihan yang begitu mendalam serta kehilangan gairah hidup. Terdapat juga episode campuran, dimana episode mania dan episode depresi yang muncul dalam waktu yang berdekatan.


Ciri-ciri Bipolar Pada Episode Mania :
1. Sangat sensitive dan mudah tersinggung.
2. Susah tidur malam.
3. Nafsu makan yang tinggi.
4. Merasa terlalu bahagia dan penuh semangat.
5. Selalu bersikap gegabah dan kerap melakukan tindakan yang beresiko.
6. Mengalami penurunan dalam kemampuan untuk melakukan penilaian atau pembuatan suatu keputusan.
7. Selalu berbicara cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu pembahasan ke yang lainnya.
8. Sering melihat hal-hal yang aneh, serta sering mendengar suara-suara yang misterius.
Ciri-ciri Bipolar Pada Episode Depresi :
1. Hilangnya keinginan untuk melakukan rutinitas sehari-hari.
2. Merasa sangat bersedih dan kehilangan harapan pada jangka waktu yang panjang.
3. Sering mengantuk dan malas.
4. Merasa terlalu sadar diri dan sering minder.
5. Sulit untuk berkonsentrasi.
6. Rasa ingin mengakhiri hidupnya alias bunuh diri.
7. Nafsu makan yang berkurang.



Itulah beberapa ciri-ciri dari orang yang menderita bipolar disorder, yang tentu saja harus anda ketahui. Dengan mengetahui ciri-ciri penyakit bipolar disorder, tentunya kita bisa segera berkonsultasi pada dokter atau ke psikater untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Alhasil, hal tersebut pun bisa mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan oleh penderitanya.




With Love ,


Jumat, 01 Februari 2019

Mengontrol Emosi Selama Haid

Mengontrol Emosi Selama Haid

Bismillah,

Kalau pas datang bulan, ada yang suka ngerasain kram perut gak? Atau badan jadi berasa cepet capek? Moody? Sensitif? Cepet marah? 



PMS mode ON. 

Orang maklumi kali yah. Apalagi pas mereka tau kita lagi haid palingan bilang " oh lagi haid, PMS itu". Tapi itu yang tau, gimana kalau yang gak tau ya gaes? Gak mungkin kan kita tuh minta dimaklumi terus, ye kan? 

Ujung - ujungnya malah salah paham deh. Dari salah paham, suka ada ujungnya lagi, jadi masalah. 

Makanya, saya suka sebisa mungkin meskipun lagi haid suka nahan - nahan emosi aja, ngendaliin diri sebisa mungkin. Karena males juga kan kalau berujung masalah. Nah untuk mengatasi hal itu saya punya nih beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengontrol emosi selama haid. 

Menghindari jenis makanan yang mengandung kafein, gula dan juga soda 
Lah emang ada hubungannya sama mengontrol emosi? Oke, gini ya gengs. Stop makanan yang sifatnya manis itu bisa loh mengurangi rasa sakit atau kram perut ketika haid. Jadi selama haid bisa stop dulu konsumsi cokelat, es krim atau permen. Apalagi konsumsi kafein dan soda, stop dulu aja yah. Jadi, temen - temen pilih jenis makanan yang bisa meredakan sakit itu, itu bisa banget memperbaiki atau membuat emosi lebih stabil loh. 


Memperbanyak makanan yang mengandung kalsium
Stop makanan manis, ganti aja dengan makanan yang mengandung kalsium. Lebih disarankan untuk memilih makanan yang kalsiumnya tinggi, ini tuh manfaatnya oke loh buat tubuh karena mampu meredakan nyeri pas datang bulan dan juga bisa meningkatkan mood, kan biasanya kalau lagi haid mood suka kurang oke yah. 

Coba untuk konsumsi lebih banyak sayuran seperti brokoli, bayam dan juga lobak, kandungan kalsiumnya tinggi loh. Temen - temen juga bisa konsumsi susu, yoghurt atau keju. Wah enak - enak kan? Semua jenis makanan dan minuman ini tuh bakalan menggantikan kalsium yang terkuras ketika haid. 

Jangan konsumsi makanan asin 
Stop dulu deh makan makanan yang kadar garamnya tinggi. Kadar garam yang tinggi bisa menaikkan rasa kram dan malah tambah sakit loh. Jadi buat yang suka makanan asin mendingan stop dulu aja daripada tar tambah sakit. 


Jangan terlalu capek say, berat 
Bayangin aja gaes, lagi haid keluar banyak darah dari dalam tubuh kan? terus kecape an? Kebayang gak lemesnya? Capek kan? Kalau capek biasanya suka cepet emosi tersulut, jadinya marah - marah aja. Nah untuk menghindari ini, jangan terlalu capek deh. Kalau lelah, istirahat saja. 


Kalau dipaksain mengerjakan sesuatu, sementara kondisi dalam keadaan capek yang ada jadinya stress. Jadi untuk menghindari stress dan menstabilkan emosi ketika haid baiknya jangan terlalu capek dan berusahalah untuk rileks alias santai. 

Jadi enaknya sih kalau lagi haid itu mencari suasana tenang, melakukan me time baca buku atau nonton film gitu kan asik yah. Jadi emosi pun bisa jadi stabil lagi, gak cepet marah - marah deh. 

Kalau temen - temen gimana tuh cara mengontrol emosi selama haidnya? Sharing Yuk!


         With Love,
      Tian lustiana 






Sabtu, 08 April 2017

Tentang Mengendalikan Emosi

Tentang Mengendalikan Emosi

Assalamualaikum,

"Grrrrr, emosi banget sih liat tuh orang"
"Ish emosi deh pokoknya, lagi pengen makan orang rasanya"

Dan masih banyak ungkapan ketika saya lagi emosi, duh emang sangar saya kalau lagi emosi, suka pengen ngunyah orang. Haha. Manusiawi ya kalau ada rasa emosi, namanya juga manusia kan? 


Tapi kadang kalau lagi "waras" saya kok rasanya malu kalau lagi emosi, suka mengendalikan emosi sebisa mungkin deh biar enggak meledak emosinya. Saya hanyalah 'budak' pelampiasan emosi aja, yang masih kurang bisa mengontrol emosi. Namun semua ada prosesnya, saya yang dulu meledak - ledak ya sekarang lumayan lah bisa mengendalikan meski belum seratus persen, tapi setidaknya ada perubahan, lumayan lah. 

Emosi bukan hanya merusak hubungan sesama manusia, emosi yang tidak terkontrol juga bisa membuat kita sakit, stress dan wassalam deh. Ih amit - amit ya. Makanya saya sebisa mungkin mengendalikan emosi supaya saya enggak terjangkit penyakit hati dan penyakit lainnya yang bakalan membuat saya wassalam, hehe. 

Apa yang saya lakukan ketika mengendalikan emosi dan mengontrol emosi???

Berpikir logis,

Wanita jarang banget yang memiliki pikiran logis, yang ada mah emosional aja. Tapi bisa kok dibiasakan untuk berpikir logis. Permasalahan semakin besar jika dibuat emosional, saya emosian disaat logika saya lagi enggak bisa didamaikan dan akhirnya saya terbawa emosi. Untuk belajar mengendalikan emosi, saya memulai dengan melatih diri saya sendiri untuk selalu menggunakan logika dalam kondisi apapun. Belajar perlahan saja jangan memaksakan juga, lama - lama bisa kok. 


Belajar untuk memahami, 

Memahami karakter manusia lain juga bisa menjadi pemicu untuk mengendalikan emosi loh, ini penting agar saya tidak mudah marah pada orang lain. Jadi jika interaksi saya dengan manusia lain banyak maka toleransi dalam diri saya pun akan semakin kuat. 

Saya sendiri biasanya marah pada orang lain karena saya mengharapkan orang lain itu sama dengan saya. Saya memaksakan agar orang lain bertindak sesuai dengan keinginan saya, padahal saya ga bisa ya memaksakan hal itu pada orang lain. Kan setiap orang itu berbeda karakter dan enggak mungkin sama. 

Empati, 

Temen - temen sudah tau kan apa itu empati, berusaha ikut merasakan apa yang sedang dirasakan orang lain. Intinya gini aja jangan mencubit kalau kita enggak mau dicubit orang lain, selesai. Berempati juga bisa membuat saya belajar mengontrol emosi. Jadi kalau ada yang sedang amrah - marah ya saya empati aja, mungkin ia sedang banyak masalah atau sedang capek, jadi saya ga negative thinking juga. 

Curhat,

Curhat adalah salah satu cara untuk mengendalikan emosi, percaya atau tidak. Dan ini sangat efektif. Jika saya sedang marah atau kesal, biasanya saya curhat sama suami dan mengutarakan isi hati pada suami, bahkan kalau saking keselnya saya suka sambil nangis. 

Buat saya, ketika saya sedang emosi saya akan merasa lega jika saya bercerita dan menangis. Dengan menangis saya bisa mengurangi beban emosional dan menjadi lebih lega, sehingga bisa membantu saya untuk berpikir logis. 


Lakukan empat hal ini ( ada postingan selanjutnya, tunggu ya) dulu secara intens ketika sedang emosi, insya allah seiring berjalannya waktu perubahan akan terjadi. Yang tadi suka gampang emosian akan sedikit berkurang, meski ga langsung sempurna menjadi orang sabar. 

Kalau temen - temen sedang emosi sukanya ngapain??? 





Wassalam,

Tian lustiana








Senin, 05 Oktober 2015

Sudahkah Tersenyum Hari ini?

Sudahkah Tersenyum Hari ini?

Sudahkah tersenyum hari ini?? Tersenyum itu adalah tindakan yang paling mudah, murah dan menyenangkan. Tinggal tarik dikit, sunggingkan dan bahagia. Iya, memang semua juga kalau cuman diomongin mah gampang, gak susah. Tapi kalau lagi bete sih boro - boro pengen senyum, males banget. Tapi ini nih kesalahan yang sering saya lupakan, suka enggan tersenyum kalau lagi bete, capek, letih dan banyak pikiran padahal senyum itu mampu menyalurkan energi positif dan bisa mengembalikan mood, coba deh. 

Selasa, 29 September 2015

Marah Tanpa Alasan?? Inilah Sebabnya

Marah Tanpa Alasan?? Inilah Sebabnya

Marah tanpa alasan?? inilah sebabnya. Pernah marah tanpa tahu alasannya? ya tiba - tiba suka ingin marah aja deh, hmm saya sih pernah, hehe. Emang kadang suka datang gitu aja, tanpa alasan sama sekali. Kadang hanya karena masalah sepele saja suka ingin ngamuk - ngamuk. Nah, kalau sering merasakan emosi yang seperti ini, harus waspada lho. Kalau saya sih, suka gini kalau sedang PMS doang.

Rabu, 03 Juni 2015

Apakah Kamu Mengalami Quater Life Crisis ??

Apakah Kamu Mengalami Quater Life Crisis ??

"kenapa sih hidup ini selalu menderita. Kenapa sih selalu dirundung malang?" Atau pernah merasa bahwa kehidupan ini sengsara melulu, sedih aja dan tidak pernah bahagia, huhu menyedihkan bukan?

Seperti tidak ada puasnya, sudah lulus kuliah kemudian galau kenapa gak dapet kerja, setelah mendapatkan kerja galau kenapa gak cepet nikah dan begitu saja seterusnya. Itulah manusia, tidak pernah puas, hiks. Seiring dengan transisi kehidupan, banyak timbul berbagai perasaan dari yang melow sampai perasaan galau. Dan perasaan galau seperti itu memang dialami oleh setiap orang, beberapa orang mungkin dan fase ini dinamakan quarter life crisis atau bahasa Indonesia nya krisis seperempat abad. Mengalami fase ini biasanya suka diawali dengan perasaan gamang, kecewa dan sepi kemudian depresi, amit - amit. 


Yah, namanya juga hidup pasti aja suka ada perasaan yang menyedihkan, mengecewakan tak lepas menggembirakan juga, manusiawi kan? kadang suka membandingkan kehidupan dengan hidup orang lain yang jauuuuh lebih indah, secara kasat mata tapi kan enggak tahu juga daleman kehidupan mereka seperti apa, huhuhu lagi - lagi itulah manusia. Pernah merasakan seperti ini? saya pernah, kamu juga pasti pernah. 


Ada empat tahapan quarter life crisis ini dan harus dilewati agar mendapatkan kunci kesuksesan mencapai hidup, diantaranya adalah :