Kamis, 02 Mei 2019

Kualalumpur, I'm Back!

Kualalumpur, I'm Back!

Bismillah, 

Karena tahun lalu pas saya ke Kuala Lumpur gak ajakin neng Marwah jadi tahun ini saya memenuhi janji saya untuk membawa neng Marwah ke Kuala Lumpur. Alhamdulillah janji sudah terpenuhi. Mudah - mudahan ada rezekinya jadi bisa bawa neng Marwah travelling ke berbagai negara lain, aamiin. 



Kuala Lumpur, negara pertama yang saya kunjungi. Padahal ya ke kota - kota di Indonesia saja masih banyak sekali yang belum saya sambangi, namun gapapalah saya injakkan kaki ke Kuala Lumpur aja dulu, siapa tau kan dari sini saya bisa menginjakkan kaki ke kota dan negara lainnya, aamiin. 

Semalam sebelum berangkat, neng Marwah demam. Oh, hati saya campur aduk, sedih dan kesal. Ya saya kesal, kenapa sih harus demam ketika mau berangkat. Namun saya cepet - cepet istighfar, ini ketentuan Allah SWT. Bismillah saja besok neng Marwah sudah sehat kembali. 


Subuh, begitu bangun. Yang saya cek ada suhu tubuh neng Marwah. Masih demam. Saya pun bimbang, berangkat jangan yah. Dan lagi - lagi saya mengandalkan Allah Subhanahuwataala, untuk berangkat dan insya Allah nanti neng Marwah bakalan sehat kok, bismillah. 

Jumat, 01 Maret 2019
Saya, Neng Marwah, mamah, Nesa, Teh Efi dan teh Dydie berangkat barengan dari Bandara Husein, Bandung. Tempat duduk kami dipesawat terpisah gengs. Ini karena kesalahan ketika web check in deh kayaknya. Yang duduk berdampingan hanyalah Mamah, neng Marwah dan Nessa. Saya, teh Dydie dan teh Efi duduk berjauhan, berdampingan dengan orang lain. 


Kami berangkat dari Bandung tuh pukul 08.30, alhamdulillah ga ada delay jadi pesawat kami berangkat sesuai jadwal. Tiba di Bandara KLIA2 sekitar pukul 12 waktu Kuala Lumpur. Begitu sampai KLIA 2, antrian imigrasi seperti biasa lumayan mengular meski tidak terlalu parah, namun tetap kami harus antri. Neng Marwah kondisinya membaik, sedikit. Sudah tidak demam, namun mungkin masih lemes dan pusing. Duh andaikan saya yang ada diposisi nya tentu saya ga akan bakalan bisa senyum manis gitu, pusing bo. Tapi neng Marwah selalu senyum dan kalau saya tanya pusing ga, dia langsung jawab engga. Padahal saya yakin dia pusing. 

Sebelum antrian imigrasi kami hadapi, Teh Efi dan Nesa beli dulu simcard, kalau saya, mamah dan teh Dydie sih tim ga mau riweh alias sudah mengaktifkan XL PASS dari Bandara Husein Bandung, jadi begitu sampai di Bandara KLIA 2 sudah langsung aktif. Dulu pas pertama kali ke Kualalumpur pun saya menggunakan XLPASS dari XL, jadi sekarang ya sudah saya pakai lagi deh XL Pass nya dari XL biar ga ribet lagi. Kan lumayan tuh 3 hari uman 150ribuan saja gaes. Koneksinya pun lancar jaya. Selama di Kualalumpur tetep lancar videocall an sama suami. 


XL PASS ini sangat praktis gengs, terutama buat kita - kita yang memang ga mau ribet nih. XL PASS ini bisa digunakan saat travelling dipuluhan negara lainnya selain Malaysia. Bisa digunakan di LIMA BENUA. Kemudahan yang saya sukai adalah, saya gak perlu repot mengganti SIM card atau harus nyari spot wifi. Saya cukup mengaktifkan XL PASS saja ketika mau berangkat, saya aktifkan sesaat sebelum terbang di Bandara dan ketika sampai di negara tujuan, udah langsung bisa on deh internetnya. Semudah itu gengs!


Buat temen - temen yang mau travelling jangan lupa buat aktifkan XL PASS terlebih dahulu yaaa, caranya gampang banget kok:
Aktifkan paket di *123*747# atau myXL
 Gampang kan? 
Paket XL PASS ini juga sudah tersedia di Online store loh gengs, diantaranya :
  • Traveloka Apps
  • Tokopedia
  • Bukalapak
  • Lazada
  • Blibli
  • Kaskus
  • JD.ID
  • Sepulsa
  • Ayopop Apps 
Syarat penggunaan XL PASS apa sih?
Temen - temen harus sudah memastikan sudah berlangganan paket internet, untuk saat ini XL PASS cuman berlaku untuk Xtra Combo., Xtra Combo VIP, HotRod, Combo Xtra dan paket Xtream 1 tahun. XL PASS juga berlaku untuk pengguna BIZ prabayar. Untuk tarif lengkapnya temen - temen bisa langsung cek ricek aja ya ke https://www.xl.co.id .

Setelah teh Efi dan Nessa selesai membeli SIMcard, kami langsung bergegas hendak ke atas untuk siap - siap antri imigrasi dan ke custom check kemudian keluar deh menuju KL Sentral. Setelah melewati antrian imigrasi dan custom check kami pun langsung bergegas mencari makan. Ya. ini hampir pukul 13.00 dan kami belum makan siang, lapar banget gaes. 

Bingung mau makan apa, alhasil kami sepakat memilih makan di KFC saja. Karena kata Nessa, kentang nya beda, potato wedges di Kualalumpur katanya lebih enak. Baiklah mari kita rasakan. Paket KFC di KualaLumpur memang beda dengan di Bandung, Indonesia. Disini sepaket tuh saya diberikan roti manis, ayam, puding kentang dan kentang wedges plus soda. Melihat roti manis disandingkan dengan ayam KFC dahi nya mengernyit dan sudah ga enak hati aja nih. Ternyata gaes, roti manis ini enak banget, atau mungkin ketika itu saya sedang lapar kali yah jadi semua terasa enak. Kami lahap menghabiskan menu makan siang, kecuali neng Marwah, masih belum stabil nafsu makannya, makannya hanya beberapa suap saja. Duh hati saya koyak kalau anak malas makan, sungguh. 

Setelah makan, kami pun langsung bergegas menuju lower ground untuk ke kaunter bas. Kami langsung membeli tiket bis seharga 12RM yang jurusannya ke KL Sentral. Kira - kira ke KL sentral dari KLIA 2 itu menempuh perjalanan sekitar 45 menit an lah. Tiba di KL Sentral, agak bingung juga gengs, haha sudah setahun ga kesana dan semakin ramai saja KL Sentral. Saya pun langsung mencari counter KTM (Kereta Tanah Malaysia) dengan tujuan arah BatuCaves. Bukan, kami bukan akan ke BatuCaves, kami akan ke Regalia Suites tempat kami  menginap, katanya alat transportasi paling cepat dan hanya sekali naik yang hanya dengan KTM ini, jadi kamipun menggunakan KTM ke stasiun Putra. Dari Stasiun Putra berjalan kaki sedikit ke Regalia Suites. 

Alhamdulillah sampai juga di Regalia Suites. Cerita selanjutnya? Tunggu postingan saya selanjutnya ya gengs!.

Thanks


Baca : 

Cara menuju ke KL Sentral dari KLIA2

Festival Thaipusam di Batu caves, Kualalumpur





With Love,

Tian lustiana
















Senin, 26 Maret 2018

THEAN HOU TEMPLE, Kuala Lumpur

THEAN HOU TEMPLE, Kuala Lumpur

Assalamualaikum, 

Ada yang pernah mengunjungi Temple Thean Hou? 

Temple Thean Hou ini adalah salah satu kuil China terbesar di Asia Tenggara, letaknya di atas Robson Hill. Temple Thean Hou ini milik komunitas China Malaysia, selesai dibangun pada tahun 1987 dan resmi dibuka tahun 1989 bulan September.

Temple Thean Hou ini dikelola oleh Asosiasi Hainan Selangor & Federal Territory, yang mana dibangun oleh komunitas Hainan yang tinggal di Kualalumpur. Temple Thean Hou ini dipersembahkan untuk Ibu Surgawi (Dewi Thean Hou). 

Ketika memasuki Temple Thean Hou ini ada pintu masuk depan yang memiliki gerbang multi - melengkung dan pilar - pilar yang berwarna merah, merah itu warna simbolis kemakmuran dan juga keberuntungan, menurut yang mempercayainya. 

Temen - temen bisa membeli souvenir atau sekedar jajan di kantin yang ada di lantai 1 Temple Thean Hou, tapi ketika saya dan temen - temen kesana beberapa waktu lalu kantin dan toko souvenirnya belum buka, mungkin karena masih pagi kali yah. Kemudian di lantai 2 nya ada aula serbaguna dan ada kantor di lantai 3 juga. Sebelum memasuki dasar kuil, nanti kita melewati kuil yang memiliki sumber air dari Kuan Yin, Dewi Mercy dan juga patung dewa dan singa. Kuil utama dengan Thean Hou Goddess ini akan ditemukan di lantai 3 dari empat lantai candi ini.

Begitu masuk keruang utama yang dijadikan tempat sembahyang itu ada patung - patung emas yang terang. Di Temple Thean Hou ini juga oke loh kalau sekedar buat duduk dan santai melihat cakrawala Kuala Lumpur dari atap pagodanya, cuman kemarin sedang renovasi jadi saya gak bisa menikmati cakrawala Kuala Lumpur dari atap pagoda.

Kuil ini sangat terkenal apalagi untuk mereka yang baru menikah, buat foto pre wedding atau buat foto after wedding juga keren loh, kemarin juga sepertinya ada yang mau melangsungkan pernikahan jadi banyak orang yang mengenakan pakaian rapi.





Unsur yang dimiliki Temple Thean Hou ini ada struktur Buddhisme, Taoisme dan juga Konfusianisme dan ada juga kombinasi teknik arsitek modern yang sukses menampilkan desain tradisional otentik moden yang keren. Pilarnya, atap nya dan ukiran hiasan yang menurut saya bagus. Mungkin karena desaign nya yang keren inilah makanya menjadi tujuan wisata yang cukup populer di Kuala Lumpur.

Atapnya penuh dengan ukiran nan megah 

Atapnya dengan ukiran megah 


Dari KL Sentral cukup 30 menitan lah pakai grab.

Thean Hou Temple Kuala Lumpur
Jam Buka: Harian: 09:00 - 18:00
Alamat: 65 Persiaran Endah, Jalan Syed Putra, Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan 50460
Tel: +603 227 4 7088


Wassalam,


Tian lustiana