“Dengan MEKSI 2019-2024 ini, saya harap pemerintah dan semua pihak memiliki semangat yang sama dalam mengimplementasikan rekomendasi strategi kebijakan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia untuk mencapai visi yang telah ditetapkan. Visi besar yang dibangun dalam masterplan ini adalah mencapai “Indonesia yang Mandiri, Makmur, dan Madani dengan Menjadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka Dunia”. Saya juga berharap KNKS mendapatkan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan ekonomi syariah baik nasional maupun global, serta kepercayaan seluruh masyarakat Indonesia dalam mengimplementasikan MEKSI 2019-2024 ke dalam pembangunan nasional melalui ekonomi syariah,” jelas Menteri Bambang.
Barengan dengan diluncurkannya MEKSI 2019 - 2024 , KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) juga ikut menekan sejumlah nota kesepahaman dengan berbagai lembaga negara.
“Hari ini kita tidak akan hanya menyaksikan prosesi peluncuran MEKSI 2019-2024, tetapi kami juga menyisipkan agenda penandatanganan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) antara KNKS dengan berbagai lembaga yang mendukung pengembangan ekonomi syariah Indonesia. Salah satu agenda nota kesepahaman tersebut ialah “Pengembangan Marketplace Halal dan Produk Keuangan Syariah Melalui Platform Digital Marketplace” yang ditandatangani dua Unicorn Indonesia, yaitu Bukalapak dan Tokopedia,” jelas Menteri Bambang dalam peluncuran yang juga turut hadir Wakil Presiden RI, Menko Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Agama, Menteri BUMN, Menteri KUKM, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, Ketua Dewan Komisioner LPS, Ketua Umum MUI, dan Direktur Eksekutif KNKS beserta jajarannya.
KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) bekerjasama dengan Bukalapak dan juga Tokopedia berkomitmen untuk mewujudkan konsep marketplace yang mana bisa mengakomodasi kebutuhan umat islam di Indonesia. Jadi penggunanya bisa lebih mudah mencari dan juga mengidentifikasi produk - produk yang ada sertifikasi halal nya, duh alhamdulillah yah jadi lebih aman juga buat kita konsumsi produk halal.
Bukan hanya itu loh gaes, nantinya juga pengguna bisa lebih mudah melakukan investasi juga, ya investasi pada instrumen syariah seperti reksadana syariah, melalui platform e-commerce ini. Jadi KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) ini tuh pengen kita semua bersama membangun ekosistem e-commerce yang mendukung penjualan produk halal melalui e-commerce. Dimulai dengan ngajakin Bukalapak dan Tokopedia. Mudah - mudahan kedepannya lebih banyak lagi e-commerce yang ikut gabung dalam ekosistem ini ya gengs, aamiin.
KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) juga mengumumkan mulainya kerjasama dengan Bank Syariah milik BUMN seperti BSM, BNI Syariah, BRI Syariah dan BTN UU Syariah dengan PT Fintek Karya Nusantara sebagai pemilik produk aplikasi pembayaran LinkAja. Jadi pengembangan sistem pembayaran digital ini akan dikelola secara syariah.
Alhamdulillah yah, jadi sebagai umat islam kita lebih tenang tentunya dalam bertransaksi ya.
Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS)
Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) ini dibentuk untuk mengembangkan potensi sekaligus menjawab tantangan keuangan syariah di Indonesia. Diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah. Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) ini dipimpin langsung oleh Presiden RI dan Wakil Presiden RI dengan 10 dewan pengarah yang mana terdiri dari :
- Kementerian PPN/Bappenas
- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
- Kementerian Keuangan
- Kementerian Badan Usaha Milik Negara
- Kementerian Agama
- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
- Bank Indonesia
- Otoritas Jasa Keuangan
- Lembaga Penjamin Simpanan dan Majelis Ulama Indonesia
Tugas Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS)
Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) ini memiliki tugas juga loh, yakni mempercepat, memperluas dan juga memajukan pengembangan keuangan syariah dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) juga memiliki fungsi sebagai katalisator pengembangan ekonomis dan keuangan syariah untuk jangkauan nasional atau internasional. Peran lain Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) adalah menyamakan persepsi dan juga mewujudkan sinergi antara regulator, pemerintah dan industri yang terkait ekonomi.
5 Klaster Rantai Halal
Apa saja sih yang termasuk 5 klaster rantai halal?
MAKANAN & MINUMAN HALAL
Ruang lingkup ini mencakup daging, unggas, manisan, makanan kaleng dan makanna beku, susu, roti, makanan organik, produk - produk herbal dan juga minuman halal, ada data yang menyebutkan bahwa makanan dan minuman ini memegang saham paling besar di global halal industri. Nilainya mencapai USD 1.303 Miliar.
PARIWISATA HALAL
Dalam Global Islamic Economy Report tahun 2018 - 2019 disebutkan bahwa jumlah penduduk muslim Indonesia itu mencapai 87.18 persen dari populasinya. Ada laporan juga dari World Travel & Tourism Council (WTTS 2018) yang menyebutkan bahwa sektor pariwisata tuh memiliki sumbangsih yang positif terhadap perekonomian global. Nah salah satu pasar yang potensial diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun itu adalah kunjungan wisatawan muslim, ini juga didapat dari data Global Muslim Travel Index (GMTI 2018) tahun 2017, ada 131 juta dan terus meningkat dari tahun 2016 yang tadinya 121 juta dan diprediksi akan bertambah jumlahnya di tahun 2020 perkiraan mencapai 156juta wisatawan.
Menurut data GMTI 2018 itu ada tujuh faktor yang menyebabkan pesatnya pertumbuhan pada sektor pariwisata halal global ini, yaitu :
- Pertumbuhan populasi umat islam (muslim)
- Pertumbuhan pendapatan kelas menengah atas
- Pertumbuhan populasi generasi muslim milenial
- Meningkatnya akses akan informasi tentang travel
- Meningkatnya juga penyedia jasa travel yang memenuhi kebutuhan ibadah muslim
- Semakin menjamur travel Ramadan
- Usaha travel pun kian menjamur pesat
FESYEN MUSLIM
Ga bisa dipungkiri lagi nih kalau industri fesyen sekarang sudah menjadi subsektor di bidang ekonomi kreatif. Menurut catatan Bekraf (Badan ekonomi Kreatif) tahun 2016, industri festen sudah menyumbang sekitar 18.01% terhadap PDB ekonomi kreatif, lho. Bahkan menurut data Global Islamic Economy Report tahun 2018 - 2019, Indonesia itu sudah menduduki peringkat ke - 2 dalam top GIE indicator bidang fesyen muslim dan peringkat ke - 3 sebagai negara yang pengeluaran muslim appareal nya paling tinggi. Wow pada modis dong ya artinya.
Kenapa ya bisa pesat gitu performa Indonesia dalam bidang industri fesyen muslim? Jawabannya itu adalah karena keaktifannya dalam menyelenggarakan berbagai pagelaran pameran fesyen muslim berkala Internasional. Diantaranya itu adalah Indonesia Muslim Fashion Week, The International Indonesian Islamic Fashion Fair, Muslim Fashion Festival Indonesia dan yang paling baru itu ada Modest Fashion Summit yang berlangsung pada bulan Desember 2018 lalu.
Selain yang saya jelaskan itu, hal lainnya adalah kaum milenial nya yang mulai mendominasi piramida penduduk Indonesia. Peran teknologi juga sudah sangat dikuasai jadi ini pun membantu industri fesyen Muslim yang kian berkembang melalui e-commerce juga. Sensus Ekonomi tahun 2016, BPS sudah menyajikan laporannya bahwa jumlah e-commerce Indonesia tuh mencapai 26.2 juta dengan peningkatan sebanyak17% dari 10 tahun terakhir.
Malah Badan Ekonomi Kreatif tahun 2016 melakukan pencatatan tiga masalah yang terdapat dalam SDM di Industri Fesyen, antaranya :
- Rendahnya daya saing SDM, mungkin karena kurangnya SDM yang memiliki kualitas dan memiliki skill yang khusus pada bidang teknis, ini menyebabkan terhambatnya proses produksi.
- Kesadaran manusia pada aspek keselamatan kerja masih sangat rendah.
- SDM yang masih belum disiplin, ga mematuhi standar kompetensi kerja jadinya produktivitasnya rendah.
Selain itu semua, tantangan dalam usaha fesyen baik industri kecil dan menengah adalah masalah MODAL. Ya karena cenderung sulit menjamin permodalan, karena kadang bunga Bank itu tinggi, hiks. Ini saya alami sendiri, ketika kesusahan mencari modal malah tercekik sama bunga Bank, huhuhu. Semoga dengan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah ini Bank Syariah bisa membantu masalah permodalan ini, aamiin.
Selain itu juga ada sisi persaingan dengan negara lain, China yang merupakan salah satu negara yang mendominasi bidang industri fesyen.
MEDIA & REKREASI HALAL
Industri media dan rekreasi halal pada saat ini tuh merupakan subsektor ekonomi kreatif yang paling potensial nih. Dalam Global Islamic Economy Report aja disebuhkan bahwa muslim tuh menghabiskan waktu untuk media dan rekreasi di tahun 2017 ini mencapai USD 209 M loh, nah perkiraan tar di tahun 2023 nanti akan menghabiskan USD 288 M untuk media dan rekreasi halal.
Laju pertumbuhan PBD pada subsektor film, animasi dan video juga mengalami lonjakan pesat. Potensi film semakin didukung dengan maraknya aplikasi - aplikasi dan juga layanan video streaming yang berkembang.
International Federation of The Phonographic Industry (IFPI) menyebutkan dalam salah satu laporannya bahwa musik tuh bisa menjadi penggerak perekonomian juga, mampu menyerap tenaga kerja, ekspor, serta menjadi sumber pendapatan pajak. Wah dari musik aja bisa begitu? Amazing gaes. Makanya nih karena alasan itulah BEKRAF optimis sekali menjadikan subsektor musik menjadi prioritas. Terus yah, industri aplikasi digital juga menjadi primadona dalam menurunkan angka pengangguran. Makin banyak anak muda yang berkreasi dalam dunia aplikasi digital ini.
Untuk media dan rekreasi halal ini alhamdulillah mengalami perkembangan yang positif, namun kurangnya fasilitas dan juga rendahnya literasi halal ini yang membuat industri media dan rekreasi ini masih perlu untuk ditingkatkan lagi.
FARMASI & KOSMETIK HALAL
Penting nih untuk farmasi & kosmetik ini harus terbuat dari bahan yang sesuai dengan syariat islam, biar makin berkah. Kandungannya pun harus bebas dari unsur binatang yang diharamkan dan yang disembelih gak sesuai syariat. Komoditas ini harus diproduksi dan juga harus diproses menggunakan alat yang ga tercampur oleh zat yang ga sesuai dengan syariat. Farmasi dan kosmetik halal merupakan harmonisasi dari syariat islami, good manufacturing practice (GMP) dan bahan baku yang halal. Nah, pada saat ini di Indonesia sudah berada pada posisi ke - 4 sebagai negara yang konsumsi produk farmasi nya terbanyak. Sementara pada sektor kosmetiknya, Indonesia tuh peringkat ke - 2 dengan jumlah konsumsi kosmetik terbesar setelah India.
Adapun kontribusi PDB industri kimia, farmasi dan pbat tradisional ini mengalami kenaikan selama lima tahun, selama kurun 2014 - 2017 nilai pertumbuhan terbesarnya tuh terjadi pada tahun 2015 dengan tambahan nilai yang mencapai 11.651,1 Miliar, spektakuler ya gaes ?
Pada produk perawatan kulit itu diprediksikan bakalan tumbuh sebesar 31% selama 2017 - 2022 dan bakalan dipimpin oleh daerah Asia Pasifik.
Inilah lima kunci yang paling utama untuk mengembangkan industri kosmetik global.
- Kecantikan kini sudah menjadi gaya hidup. Ini tuh sejalan banget dengan meningkatnya kesadaran manusia akan gaya hidup sehat dan juga sadar bahwa merawat diri dengan baik itu penting.
- Tentang aspek kebersihan, aspek kesesuaian etika dan juga kecantikan yang inklusif. Trend saat ini tuh yang sedang berkembang pesat adalah kosmetik yang natural. Seperti apa sih Tian kosmetik yang natural itu? Adalah kosmetik yang bahan baku utama nya itu organik, yang juga mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus ikut memenuhi tujuan sosial.
- Seputar pengalaman dan pemberdayaannya. Ini fokus pada menaikkan ikatan emosional dengan konsumen. Yang mana salah satunya itu adalah upaya pendekatan secara digital yaitu dengan cara ditingkatkannya pemilihan produk, pendidikan dan pemantauan.
- Digital dan juga teknologi yang digencarkan. Interaksi ini dilakukan antara produsen dan juga konsumen, yang mana sekarang tuh sedang gencar dilakukan secara digital.
- Berkembangnya persepsi premium pada produk kosmetik.
Dan sepertinya untuk kedepannya penjualan secara online menjadi lebih aman ya kalau memang ada industri halal yang bisa mencakup semuanya, ah hijrah makin indah yaaa temen - temen.
Untuk lebih jelasnya nih temen - temen bisa mampir ke sosial media
Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) :