Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Untuk Gaya Hidup Halal di Era Milenial Ini

13.34.00

Bismillah, 

Perjalanan hijrah itu memang sulit ya gengs, banyak sekali halangan dan rintangannya. Hijrah, bukan hanya mendekatkan diri pada Allah Subhanahuwataala, hijrah bukan sekedar mengulurkan jilbab dan pakaian, hijrah dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam hal keuangan. Namun alhamdulillah keuangan syariah sekarang tuh sudah mulai terlihat titik terangnya, industri syariah pun demikian. Insya Allah ekonomi syariah di Indonesia akan mulai tersebar dengan baik, insya allah hijrah pun akan terasa lebih afdol. 

Alhamdulillah, Masterplan Ekonomi Syariah sudah diluncurkan oleh KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah), ini artinya insya allah umat islam bisa lebih tenang dong dalam melakukan kegiatan ekonominya. 



Jadi, Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019 - 2024 ini sudah resmi diluncurkan oleh Bapak Presiden RI, Joko Widodo di Kementerian PPN/Bappenas. Insya Allah ini akan menjawab tantangan sekaligus juga menyusun peta jalan untuk pengembangan ekonomi syariah di Indonesia untuk lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasionalnya. Pengembangan ekonomi syariah ini harus melibatkan berbagai sektor sebagai integrasi sistem ekonomi yang berlandaskan syariah. Supaya apa? Agar pertumbuhan yang berlangsung pada sektor keuangan syariah tuh memiliki dampak langsung dan signifikan pada pertumbuhan di sektor riil, yang mana secara fundamental itu akan menjadi fokus utama dalam sistem ekonomi Islam. 




Semoga saja nih MEKSI 2019 - 2024 ini bisa menjadi rujukan bersama ya gaes, rujukan dalam mengembangkan ekonomi syariah Indonesia dan mudah - mudahan bisa diturunkan juga menjadi program kerja implementatif pemerintah, itu yang dijelaskan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sekaligus Sekretaris Dewan Pengarah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dalam acara Peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. 




Ada empat langkah dan juga strategi utama MEKSI 2019 - 2014 

  1. Penguatan Halal Value Chain. Fokus pada sektor yang dinilai potensial dan juga memiliki daya saing tinggi. 
  2. Penguatan sektor keuangan syariah yang mana diikuti dengan rencana induk yang sudah dituangkan dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) sebelumnya dan juga disempurnakan ke dalam rencana induk. 
  3. Penguatan Sektor Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama halal value chain
  4. Penguatan di bidang ekonomi digital utamanya perdagangan (e-commerce, market place) dan juga keuangan (teknologi finansial) jadi dapat mendorong dan juga mengakselerasi pencapaian strategi pada bidang lainnya. 
Untuk menjalankan ke empat stategi utama MEKSI juga menjabarkan beberapa strategi dasar yang harus dilakukan, diantaranya adalah peningkatan kesadaran publik, peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas riset dan pengembangan (R&D) serta penguatan fatwa, regulasi dan juga tata kelola. 


Dalam proses penyusunan MEKSI 2019 - 2024 ini, rancangan kebijakan dan juga strategi yang dikembangkan itu bener - bener mendorong perkuatan ekonomi syariah di Indonesia. Pemerintah juga sudah koordinasi dengan regulator baik di level K/L maupun independen. Bukan itu saja, pemerintah pun sudah menerima masukan dari praktisi sektor industri, akademisi, asosiasi dan pihak lainnya. 

Pemerintah juga sudah melakukan kunjungan ke berbagai daerah guna memperoleh gambaran yang nyata tentang kondisi ekonomi syariah yang ada saat ini. 
 “Dengan MEKSI 2019-2024 ini, saya harap pemerintah dan semua pihak memiliki semangat yang sama dalam mengimplementasikan rekomendasi strategi kebijakan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia untuk mencapai visi yang telah ditetapkan. Visi besar yang dibangun dalam masterplan ini adalah mencapai “Indonesia yang Mandiri, Makmur, dan Madani dengan Menjadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka Dunia”. Saya juga berharap KNKS mendapatkan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan ekonomi syariah baik nasional maupun global, serta kepercayaan seluruh masyarakat Indonesia dalam mengimplementasikan MEKSI 2019-2024 ke dalam pembangunan nasional melalui ekonomi syariah,” jelas Menteri Bambang.
Barengan dengan diluncurkannya MEKSI 2019 - 2024 , KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) juga ikut menekan sejumlah nota kesepahaman dengan berbagai lembaga negara. 

“Hari ini kita tidak akan hanya menyaksikan prosesi peluncuran MEKSI 2019-2024, tetapi kami juga menyisipkan agenda penandatanganan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) antara KNKS dengan berbagai lembaga yang mendukung pengembangan ekonomi syariah Indonesia. Salah satu agenda nota kesepahaman tersebut ialah “Pengembangan Marketplace Halal dan Produk Keuangan Syariah Melalui Platform Digital  Marketplace” yang ditandatangani dua Unicorn Indonesia, yaitu Bukalapak dan Tokopedia,” jelas Menteri Bambang dalam peluncuran yang juga turut hadir Wakil Presiden RI, Menko Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Agama, Menteri BUMN, Menteri KUKM, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, Ketua Dewan Komisioner LPS, Ketua Umum MUI, dan Direktur Eksekutif KNKS beserta jajarannya.

KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) bekerjasama dengan Bukalapak dan juga Tokopedia berkomitmen untuk mewujudkan konsep marketplace yang mana bisa mengakomodasi kebutuhan umat islam di Indonesia. Jadi penggunanya  bisa lebih mudah mencari dan juga mengidentifikasi produk - produk yang ada sertifikasi halal nya, duh alhamdulillah yah jadi lebih aman juga buat kita konsumsi produk halal.


Bukan hanya itu loh gaes, nantinya juga pengguna bisa lebih mudah melakukan investasi juga, ya investasi pada instrumen syariah seperti reksadana syariah, melalui platform e-commerce ini. Jadi KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) ini tuh pengen kita semua bersama membangun ekosistem e-commerce yang mendukung penjualan produk halal melalui e-commerce. Dimulai dengan ngajakin Bukalapak dan Tokopedia. Mudah - mudahan kedepannya lebih banyak lagi e-commerce yang ikut gabung dalam ekosistem ini ya gengs, aamiin.

KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) juga mengumumkan mulainya kerjasama dengan Bank Syariah milik BUMN seperti BSM, BNI Syariah, BRI Syariah dan BTN UU Syariah dengan PT Fintek Karya Nusantara sebagai pemilik produk aplikasi pembayaran LinkAja. Jadi pengembangan sistem pembayaran digital ini akan dikelola secara syariah.

Alhamdulillah yah, jadi sebagai umat islam kita lebih tenang tentunya dalam bertransaksi ya.


Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS)

Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) ini dibentuk untuk mengembangkan potensi sekaligus menjawab tantangan keuangan syariah di Indonesia. Diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah. Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) ini dipimpin langsung oleh Presiden RI dan Wakil Presiden RI dengan 10 dewan pengarah yang mana terdiri dari :

  • Kementerian PPN/Bappenas
  • Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
  • Kementerian Keuangan
  • Kementerian Badan Usaha Milik Negara
  • Kementerian Agama
  • Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
  • Bank Indonesia
  • Otoritas Jasa Keuangan
  • Lembaga Penjamin Simpanan dan Majelis Ulama Indonesia


Tugas Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) 

Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS)  ini memiliki tugas juga loh, yakni mempercepat, memperluas dan juga memajukan pengembangan keuangan syariah dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS)  juga memiliki fungsi sebagai katalisator pengembangan ekonomis dan keuangan syariah untuk jangkauan nasional atau internasional. Peran lain Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS)  adalah menyamakan persepsi dan juga mewujudkan sinergi antara regulator, pemerintah dan industri yang terkait ekonomi. 



5 Klaster Rantai Halal 

Apa saja sih yang termasuk 5 klaster rantai halal?

MAKANAN & MINUMAN HALAL
Ruang lingkup ini mencakup daging, unggas, manisan, makanan kaleng dan makanna beku, susu, roti, makanan organik, produk - produk herbal dan juga minuman halal, ada data yang menyebutkan bahwa makanan dan minuman ini memegang saham paling besar di global halal industri. Nilainya mencapai USD 1.303 Miliar.


PARIWISATA HALAL 
Dalam Global Islamic Economy Report tahun 2018 - 2019 disebutkan bahwa jumlah penduduk muslim Indonesia itu mencapai 87.18 persen dari populasinya. Ada laporan juga dari World Travel & Tourism Council (WTTS 2018) yang menyebutkan bahwa sektor pariwisata tuh memiliki sumbangsih yang positif terhadap perekonomian global. Nah salah satu pasar yang potensial diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun itu adalah kunjungan wisatawan muslim, ini juga didapat dari data Global Muslim Travel Index (GMTI 2018) tahun 2017, ada 131 juta dan terus meningkat dari tahun 2016 yang tadinya 121 juta dan diprediksi akan bertambah jumlahnya di tahun 2020 perkiraan mencapai 156juta wisatawan.

Menurut data GMTI 2018 itu ada tujuh faktor yang menyebabkan pesatnya pertumbuhan pada sektor pariwisata halal global ini, yaitu :


  1. Pertumbuhan populasi umat islam (muslim)
  2. Pertumbuhan pendapatan kelas menengah atas
  3. Pertumbuhan populasi generasi muslim milenial
  4. Meningkatnya akses akan informasi tentang travel
  5. Meningkatnya juga penyedia jasa travel yang memenuhi kebutuhan ibadah muslim 
  6. Semakin menjamur travel Ramadan
  7. Usaha travel pun kian menjamur pesat


FESYEN MUSLIM
Ga bisa dipungkiri lagi nih kalau industri fesyen sekarang sudah menjadi subsektor di bidang ekonomi kreatif. Menurut catatan Bekraf (Badan ekonomi Kreatif) tahun 2016, industri festen sudah menyumbang sekitar 18.01% terhadap PDB ekonomi kreatif, lho. Bahkan menurut data Global Islamic Economy Report tahun 2018 - 2019, Indonesia itu sudah menduduki peringkat ke - 2 dalam top GIE indicator bidang fesyen muslim dan peringkat ke - 3 sebagai negara yang pengeluaran muslim appareal nya paling tinggi. Wow pada modis dong ya artinya.

Kenapa ya bisa pesat gitu performa Indonesia dalam bidang industri fesyen muslim? Jawabannya itu adalah karena keaktifannya dalam menyelenggarakan berbagai pagelaran pameran fesyen muslim berkala Internasional. Diantaranya itu adalah Indonesia Muslim Fashion Week, The International Indonesian Islamic Fashion Fair, Muslim Fashion Festival Indonesia dan yang paling baru itu ada Modest Fashion Summit yang berlangsung pada bulan Desember 2018 lalu.

Selain yang saya jelaskan itu, hal lainnya adalah kaum milenial nya yang mulai mendominasi piramida penduduk Indonesia. Peran teknologi juga sudah sangat dikuasai jadi ini pun membantu industri fesyen Muslim yang kian berkembang melalui e-commerce juga. Sensus Ekonomi tahun 2016, BPS sudah menyajikan laporannya bahwa jumlah e-commerce Indonesia tuh mencapai 26.2 juta dengan peningkatan sebanyak17% dari 10 tahun terakhir.

Malah Badan Ekonomi Kreatif tahun 2016 melakukan pencatatan tiga masalah yang terdapat dalam SDM di Industri Fesyen, antaranya :


  1. Rendahnya daya saing SDM, mungkin karena kurangnya SDM yang memiliki kualitas dan memiliki skill yang khusus pada bidang teknis, ini menyebabkan terhambatnya proses produksi. 
  2. Kesadaran manusia pada aspek keselamatan kerja masih sangat rendah. 
  3. SDM yang masih belum disiplin, ga mematuhi standar kompetensi kerja jadinya produktivitasnya rendah. 
Selain itu semua, tantangan dalam usaha fesyen baik industri kecil dan menengah adalah masalah MODAL. Ya karena cenderung sulit menjamin permodalan, karena kadang bunga Bank itu tinggi, hiks. Ini saya alami sendiri, ketika kesusahan mencari modal malah tercekik sama bunga Bank, huhuhu. Semoga dengan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah ini Bank Syariah bisa membantu masalah permodalan ini, aamiin. 

Selain itu juga ada sisi persaingan dengan negara lain, China yang merupakan salah satu negara yang mendominasi bidang industri fesyen. 


MEDIA & REKREASI HALAL 
Industri media dan rekreasi halal pada saat ini tuh merupakan subsektor ekonomi kreatif yang paling potensial nih. Dalam Global Islamic Economy Report aja disebuhkan bahwa muslim tuh menghabiskan waktu untuk media dan rekreasi di tahun 2017 ini mencapai USD 209 M loh, nah perkiraan tar di tahun 2023 nanti akan menghabiskan USD 288 M untuk media dan rekreasi halal. 

Laju pertumbuhan PBD pada subsektor film, animasi dan video juga mengalami lonjakan pesat. Potensi film semakin didukung dengan maraknya aplikasi - aplikasi dan juga layanan video streaming yang berkembang. 


International Federation of The Phonographic Industry (IFPI) menyebutkan dalam salah satu laporannya bahwa musik tuh bisa menjadi penggerak perekonomian juga, mampu menyerap tenaga kerja, ekspor, serta menjadi sumber pendapatan pajak. Wah dari musik aja bisa begitu? Amazing gaes. Makanya nih karena alasan itulah BEKRAF optimis sekali menjadikan subsektor musik menjadi prioritas. Terus yah, industri aplikasi digital juga menjadi primadona dalam menurunkan angka pengangguran. Makin banyak anak muda yang berkreasi dalam dunia aplikasi digital ini.

Untuk media dan rekreasi halal ini alhamdulillah mengalami perkembangan yang positif, namun kurangnya fasilitas dan juga rendahnya literasi halal ini yang membuat industri media dan rekreasi ini masih perlu untuk ditingkatkan lagi.

FARMASI & KOSMETIK HALAL
Penting nih untuk farmasi & kosmetik ini harus terbuat dari bahan yang sesuai dengan syariat islam, biar makin berkah. Kandungannya pun harus bebas dari unsur binatang yang diharamkan dan yang disembelih gak sesuai syariat. Komoditas ini harus diproduksi dan juga harus diproses  menggunakan alat yang ga tercampur oleh zat  yang ga sesuai dengan syariat. Farmasi dan kosmetik halal merupakan harmonisasi dari syariat islami, good manufacturing practice (GMP) dan bahan baku yang halal. Nah, pada saat ini di Indonesia sudah berada pada posisi ke - 4  sebagai negara yang konsumsi produk farmasi nya terbanyak. Sementara pada sektor kosmetiknya, Indonesia tuh peringkat ke - 2 dengan jumlah konsumsi kosmetik terbesar setelah India.

Adapun kontribusi PDB industri kimia, farmasi dan pbat tradisional ini mengalami kenaikan selama lima tahun, selama kurun 2014 - 2017 nilai pertumbuhan terbesarnya tuh terjadi pada tahun 2015 dengan tambahan nilai yang mencapai 11.651,1 Miliar, spektakuler ya gaes ?

Pada produk perawatan kulit itu diprediksikan bakalan tumbuh sebesar 31% selama 2017 - 2022 dan bakalan dipimpin oleh daerah Asia Pasifik.

Inilah lima kunci yang paling utama untuk mengembangkan industri kosmetik global.


  1. Kecantikan kini sudah menjadi gaya hidup. Ini tuh sejalan banget dengan meningkatnya kesadaran manusia akan gaya hidup sehat dan juga sadar bahwa merawat diri dengan baik itu penting. 
  2. Tentang aspek kebersihan, aspek kesesuaian etika dan juga kecantikan yang inklusif. Trend saat ini tuh yang sedang berkembang pesat adalah kosmetik yang natural. Seperti apa sih Tian kosmetik yang natural itu? Adalah kosmetik yang bahan baku utama nya itu organik, yang juga mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus ikut memenuhi tujuan sosial
  3. Seputar pengalaman dan pemberdayaannya. Ini fokus pada menaikkan ikatan emosional dengan konsumen. Yang mana salah satunya itu adalah upaya pendekatan secara digital yaitu dengan cara ditingkatkannya pemilihan produk, pendidikan dan pemantauan. 
  4. Digital dan juga teknologi yang digencarkan. Interaksi ini dilakukan antara produsen dan juga konsumen, yang mana sekarang tuh sedang gencar dilakukan secara digital. 
  5. Berkembangnya persepsi premium pada produk kosmetik. 


Dan sepertinya untuk kedepannya penjualan secara online menjadi lebih aman ya kalau memang ada industri halal yang bisa mencakup semuanya, ah hijrah makin indah yaaa temen - temen.

Untuk lebih jelasnya nih temen - temen bisa mampir ke sosial media Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) : 

  • nstagram: @KNKS.ID 
  • Twitter: @KNKS_ID
  • Facebook: Komite Nasional Keuangan Syariah
  •  Youtube: Komite Nasional Keuangan Syariah
  •  Website: http://knks.go.id/










·













You Might Also Like

25 komentar

  1. Jadi lebih tenang ya kalau semua sektor kehidupan sudah dijamin kehalalannya dan ekonomi syariah ini insyaallah bakal berkembang dengan pesat seiring meningkatnya kesadaran umat untuk beralih ke produk berbasis syariah

    BalasHapus
  2. Jika dilihat isi dari 5 Klaster Rantai Halal ini, cakupannya sangat luas ya Mbak. Mulai dari makanan, pakaian, wisata, media dan kosmetik serta obat-obatan. Semoga dengan komitmen klaster rantai halal ini akan membawa hidup semakin berlimpah berkah dan nikmat hingga akhir hayat

    BalasHapus
  3. semoga dengan MEKSI bisa meningkatkan ekonomi islam ya, walau pun masih dikuasai dollar tapi minimal kesadaran halal atau tidak semakin meningkat.

    tinggi juga angka e-commerce Indonesia yang mencapai 26.2 juta dengan peningkatan sebanyak17% dari 10 tahun terakhir. Dan ini dikuasai milenial jaman now yaa

    BalasHapus
  4. KNKS ini bukti pemerintah serius banget mengembangkan industri halal.
    Aku juga makin semangat terapkan halal lifestyle
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  5. wah. semoga indonesia memimpin nih industri halal di Asia Pasifik... dan menjadi kiblat bagi negara lain di dunia ya

    BalasHapus
  6. Aku sekarang mulai pilih-pilih banget penggunaan kosmetik apalagi untuk pemakaian jangka panjang. Better pilih yang organik dan tentunya halal

    BalasHapus
  7. Beberapa tahun ke depan, semoga perekonomian dan keuangan syariah di Indonesia meningkat pesat ya, Mbak.

    BalasHapus
  8. Memang hijrah itu pasti memberi tantangan tersendiri ya. Senang sekali kalau didukung sistem begini.

    BalasHapus
  9. Keren ni jadi bukti keseriusan pemerintah mengurusi perekonomian syariah semoga berkelanjutan dan menjadikan keberkahan untuk umat Islam ya..

    BalasHapus
  10. Mengingat jumlah umat Islam di Indonesia yang besar, sudah seharusnya ekonomi syariah di Indonesia berkembang dengan pesat... Semoga segera bisa duwujudkan..

    BalasHapus
  11. Wah, ikut seneng dengan diluncurkannya master plan ekonomi syariah ini. Jadi sebagai muslim kita lebih tenang dalam menerapkan syariah.

    BalasHapus
  12. Industri halal semoga makin berkembang ya mba, dan bisa mendong kemajuan ekonomi syariah. Apalagi dengan tugas utama dari KNKS ini ya.

    BalasHapus
  13. Aku kok terharu ya dnegan niat baik pemerintah dan banyak pihak, utamanya dengan adanya Komite Nasional Keuangan Syariah ini. Moga membawa angin segar di dunia keuangan syariah

    BalasHapus
  14. Aku sebagai masyarakat turut mendoakan semoga masterplan ekonomi syariah ini berjalan lancar dan menjadikan Indonesia sebagai kiblat pariwisata halal dunia. Aamiin.

    BalasHapus
  15. Komite ini mengemban misi mulia. Dan aku dukung sekali karena tren halal di Indonesia semoga menjadi sesuatu kebiasaan yang ddukung banyak pihak

    BalasHapus
  16. Aku tertarik dengan pariwisata halal. Kalau di Indonesia apa ada pusatnya? Pernah dengar halal corner di GBK Jakarta tapi belum pernah ke sana

    BalasHapus
  17. Aamiin, semoga berjalan lancar ya masterplan ekonomi syariah ini bisa berjalan lancar.

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah, semoga kehadiran KNKS bisa mewujudkan Indonesia sebagai kiblat gaya hidup halal di dunia ya..
    Apalagi di Indonesia, sebagian besar penduduknya umat Islam

    BalasHapus
  19. Saya mulai beralih pada kosmetik halal nih. Kalau dulu cari yg terjangkau sama budget tanpa urus apa kandungannya, sekarang wajib cari yg halal biar berkah juga. Sesuatu yg halal kan juga pastinya terbuat dari bahan2 terbaik

    BalasHapus
  20. Salah satu hal yang bikin aku bersyukur hidup di Indonesia adalah ini, di sini pemerintah cukup ikut andil dalam perkembangan industri halal. Saya sebagai muslim jadi semakin punya banyak pilihan untuk menentukan gaya hidup yang halal.

    BalasHapus
  21. Halal lifestyle itu sekarang ini memamg sudah menjadi kebiasaan, apalagi di Indonesia ini mayoritas penduduknya beragama Islam. Senang sekali nih aku kalau diikuti dengan sistem perekonomuan syariah.

    BalasHapus
  22. Keren ya, program-program kayak gini tuh membuka wawasan dan pengetahuan kita banget tentang gaya hidup halal. Dan dalam mensosialisasikan serta mengajak masyarakat dalam menerapkannya dengan cara yang poduktif yang melibatkan para pelaku UMKM.

    BalasHapus
  23. Ternyata...
    Ruang lingkup halal ini luas yaa, teh...
    Selama ini yang aku yakini bahwa selama masih di negara yang mayoritas Muslim, maka menjakmin segalanya halal.

    BalasHapus
  24. Wah halal lifestyle bakalan menjamur ya di masa mendatang. Seneng banget KNKS akhirnya bikin gebrakan kyk gitu. Soalnya enggak cuma makanan aja ya yg perlu diperhatikan soal kehalalannya namun jg semua sektor secara menyeluruh...

    BalasHapus
  25. Pengalaman saya ambil KPR Syariah, manfaatnya adalah cicilan KPR Syariah tetap sampai tenor pinjaman selesai, sehingga lebih mudah mengatur dalam keuangan saya dan keluarga. Ada kepastian dalam KPR Syariah, yang berbeda dengan KPR Konvensional dimana cicilan bisa berubah - ubah.

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.

Blog Archive