Selasa, 14 Oktober 2025

Saat Hati Terlalu Penuh: Belajar Bernapas Lagi

Saat Hati Terlalu Penuh: Belajar Bernapas Lagi

Tianlustiana.com - Untuk semua perempuan hebat, perempuan kuat yang hatinya terlalu penuh, sesak hingga kehabisan napas, yuk belajar bernapas lagi. 




Ketika hati penuh dan dunia pun terasa berat

Dalam hidup, tidak semuanya harus indah. Tidak semuanya harus ringan. Ada masa dimana hidup terasa berat, bahkan terlalu berat. Berbagai masalah hadir dengan porsi masing - masing, ada yang masih setengah ada yang sudah luber bahkan hingga over, dunia ini seakan menutup pintu. Namun, masih harus bisa tersenyum, masih harus terlihat baik - baik saja, meski badai ini kencang sekali. Badai yang diam - diam mengikis semua ketenangan. 




Saya, pernah dititik itu.

Pernah merasakan sesak, seakan bernapas dalam air. Berat sekali. Malam yang terasa sangat lama dan panjang, siang pun seakan tetap sama, tidak membawa terang. Ingin nangis sekeras mungkin, ingin teriak sekencang mungkin. Ditengah rasa penat, emosi, amarah, sedih dan rasa was -  was, aku justru belajar untuk tenang, menenangkan hati bukan melupakan masalah namun mmberi ruang untuk bisa bernapas kembali. 


Apa yang bisa dilakukan?


Sadari perasaan, jangan dilawan 

Jujur, selama ini saya selalu menolak rasa sedih, harus kuat dan terlihat kuat maka semua akan baik - baik saja. Namun semakin aku menolak, semakin sesak dada ini. Sampai akhirnya aku diam, menarik napas sedalam mungkin dan berkata pada diri sendiri : "Aku lagi sedih, its oke" Eh malah menangis. Air mata yang jatuh itu justru obat. Jadi sedih itu sebuah perasaan, gapapa, rasakan saja. Namun jangan berlarut. 




Dzikir 

Sebagai umat muslim, ketenangan yang saya rasakan ketika galau ada shalat dan dzikir. Ada satu dzikir yang selalu saya baca ketika sedang berada dalam kesesakan hidup:

Hasbunallahu wa ni’mal wakil.

“Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Dia sebaik-baik pelindung.”

Terus saya ulang setiap kali dada ini terasa berat. Untuk saya, ini seperti pelukan dari langit, mengingatkan bahwa saya nggak sendiri, dan semua beban ini masih bisa selesai jika Allah yang kuatkan, Allah yang menolong hilangkan beban ini, hanya Allah.


Menulis untuk menyembuhkan

Selain nulis di blog, saya punya kebiasaan nulis jurnal, setiap malam dan kalau lagi senggang juga menulis di pagi hari. Bukan tulisan review hehe, namun tulisan isi hati, semua yang ingin aku curhatin semua aku tulis. Kalau lagi blank kadang aku hanya nulis "Ya Allah, aku takut, aku lelah tapi aku masih ingin selalu berjuang" .



Setiap selesai menulis dan mengungkapkan isi hati tuh seakan semua tulisan ini menarik keluar semua beban yang ada dalam dada. 

Ngomong sama diri sendiri 

Kadang kalau lagi sendiri, saya suka ngajak ngobrol diri sendiri. Mencoba menenangkan diri sendiri, kata - kata yang sederhana namun menenangkan. Sampaikan dengan nada lembut, agar hati kita tenang. 


Mensyukuri hal - hal kecil 

Kadang jika sedang berada dalam masalah, rasanya susah sekali melihat hal - hal baik, namun saya berusaha untuk melihat lebih detail lagi, selama saya masih bisa berdoa, masih bisa beribadah, masih bernapas, masih bisa tertawa, masih melihat senyuman anak, ibu dan suami. Itu artinya masih ada waktu untuk memperbaiki. Alhamdulillah, Allah masih sayang dan memberikan waktu untuk terus hidup dan memperbaiki hidup. 




Saya, kamu dan kita semua mungkin sekarang masih berproses, masih sering menangis. Tidak apa - apa, ingatlah semua badai pasti akan ada jeda nya. Mungkin melalui tulisan ini bisa menguatkan, saya ingin bilang bahwa siapapun yang sedang diposisi berat dan seakan tidak kuat menahan beban: 

Kamu tidak sendiri.
Menangislah jika perlu, tapi jangan berhenti berdoa.
Karena setelah badai reda, Allah akan hadirkan pelangi dengan cara yang tak terduga.


Minggu, 24 November 2024

Mempersiapkan Diri dan Meninggalkan Warisan Kebaikan

Mempersiapkan Diri dan Meninggalkan Warisan Kebaikan

Tianlustiana.com - Hidup ini tidak kekal, kita sedang menunggu kematian. Ya, karena memang hidup ini penuh dengan misteri, kita tidak bisa memprekdisi kapan dan bagaimana kehidupan ini. Kapan kita meninggal pun tidak ada yang tahu, namun kematian pasti akan terjadi. Jadi, kita hanya bisa mempersiapkan semuanya sebelum kematian tiba. Akhir - akhir ini banyak ya kabar meninggal mendadak, membuat saya berpikir bagaimana nih saya bisa mempersiapkan diri secara mental dan spiritual untuk hadapi kondisi ini. Inginnya sih, di dunia ini bisa melakukan hal yang baik dan bermanfaat, dan bisa selalu dikenang bahkan setelah tidak lagi ada di dunia. 




Tingkatkan kesadaran akan kematian yang pasti

Harus lebih sadar lagi bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, kita menjalani hari - hari ini usahakan untuk lebih bermakna. Karena meninggal bisa kapan saja. Kabar meninggal mendadak mengingatkan untuk tidak menunda beberapa hal ini, diantaranya : 

  • Minta maaf pada mereka yang pernah kita sakiti,
  • Ucapkan terimakasih selalu pada mereka yang senantiasa menolong kita,
  • Ungkapkan lebih banyak kasih sayang pada mereka yang kita sayangi. 
Sebagai umat muslim, kita pasti ingat hadist Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam "Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan (kematian)", karena dengan mengingat kematian, kita itu lebih terdorong mempersiapkan diri untuk berbuat kebaikan dan beribadah dengan baik setiap hari. 




Perbanyak amal jariyah 
Amal jariyah adalah warisan kebaikan yang pahalanya akan terus mengalir meskipun kita sudah meninggal. Ada beberapa bentuk amal jariyah yang bisa kita perbanyak dari sekarang, diantaranya : 
  • Ilmu yang bermanfaat, bisa dengan mengajarkan ilmu, keterampilan atau wawasan yang kita miliki. Bisa melalui buku,blog, seminar atau hanya obrolan santai. Ilmu yang diamalkan orang lain kelak akan menjadi pahala yang mengalir tanpa henti. 
  • Infrastruktur Sosial, bisa dengan membangun masjid, sekolah, sumur dan fasilitas umum lainnya, ini adalah investasi yang akan terus bermanfaat. 
  • Generasi salih, mendidik anak - anak dengan ahlak mulia dan memberikan pengetahuan agama. Karena doa anak yang salih akan menjadi sumber pahala bagi orang tua kelak ketika telah meninggal. 
  • Sedekah. Menyisihkan sebagian rezeki untuk wakaf, sedekah atau donasi yang digunakan untuk kepentingan jangka panjang, misalnya dengan beasiswa atau program pengentasan kemiskinan, insya Allah akan menjadi amalan yang mengalirkan banyak pahala. 

Persiapan Praktis 
Kematian yang mendadak, apalagi jika kepala keluarga akan meninggalkan beban untuk keluarganya. Untuk menghindari hal itu ada beberapa yang harus dilakukan untuk mengurangi beban mereka, diantaranya : 
  • Menulis wasiat, buat wasiat pembagian harta, utang piutang dan harapan lainnya, ini akan mengurangi konflik diantara keluarga yang lain jika harta warisannya banyak. 
  • Asuransi dan dana darurat. Segera buat asuransi jiwa dan dana darurat untuk memastikan keluarga yang kita tinggalkan tetap memiliki dukungan finansial. 
  • Dokumentasi penting. Pastikan semua dokumen penting disimpan rapi dan mudah diakses keluarga, buatlah catatan pin atau pasword terkait asset. 
  • Bayar utang, jangan sampai utang menjadi beban keluarga, selesaikan utang semampunya dan informasinya nominal utangnya. 

Jalin komunikasi baik 
Karena kehilangan orang yang kita cintai secara mendadak itu menyisakan penyesalan dan rasa sedih mendalam, makanya selagi hidup selalu jaga komunikasi dengan keluarga dan teman, jangan pernah ragu untuk meminta maaf dan mengungkapkan rasa cinta, sisihkan lebih banyak waktu dengan mereka, untuk menciptakan memori atau kenangan indah. Karena kita tidak tahu kapan terakhir melihat yang kita sayangi, maka perlakukanlah setiap pertemuan itu menyenangkan dan limpahkan banyak kasih sayang. 




Tingkatkan kualitas ibadah
Sebagai seorang muslim, meningkatkan ibadah dan memperbaiki hubungan dengan Allah, dengan memperbaiki shalat dan selalu tepat waktu, perbanyak sedekah, banyakin dzikir dan doa yang baik serta meminta ampun setiap hari, karena manusia tidak jauh dari dosa. 


Tinggalkan jejak positif dalam kehidupan 
Tinggalkan legacy tidak selalu harus dalam bentuk materi, senyuman, kebaikan kecil atau nasihat dan ilmu bisa membekas di hati seseorang. Menjadi pribadi yang menebarkan banyak manfaat dimanapun berada, sehingga kelak jika kematian menjemput akan selalu dikenang dan diberikan banyak doa. 


So, meninggal mendadak itu bukanlah akhir yang perlu kita takuti, namun awal dari fase kehidupan yang kekal. Persiapkan diri dengan amalan baik, hubungan baik akan menjadi warisan kebaikan yang terus mengalirkan pahala. Dengan begitu, bukan hanya siap menghadapi kematian, namun tetap meninggalkan jejak yang bisa membawa manfaat bagi banyak orang. 

Hidup ini sangat singkat, gunakan setiap momen agar kita hidup lebih baik. 

Selasa, 22 Oktober 2024

Curhat : Maafkan, Lepaskan dan Ikhlaskan

Curhat : Maafkan, Lepaskan dan Ikhlaskan

Tianlustiana.com - Katanya memaafkan dan mengikhlaskan akan membuat hati terasa lebih ringan dan lebih santai menjalani hidup. Jadi, beberapa waktu lalu saya ngobrol bareng temen - temen, sharing gitu. Ada seorang teman yang ternyata selama ini dia sedang menjalani pengobatan ke seorang psikiater dan konsumsi obat juga. Wah, padahal terlihat dari luar dia sehat dan ceria namun ternyata setelah mendengarkan kisahnya, saya merenung dan merasa duh kasian ya masalahnya banyak sekali, semoga dia selalu kuat menghadapi masalahnya dan bisa mengatasi semuanya dengan baik. 

Berdasarkan cerita teman, semua dokter yang ia kunjungi semuanya menyarankan untuk menerima semua perasaan yang datang, apalagi ketika panic attack itu datang. Kalau disangkal, yang ada malah makin sakit dan makin lama serangannya. Tapi coba accepting aja dengan rasa ikhlas. 



Lagi - lagi ikhlas. Ya, ikhlas adalah kunci dari segala permasalahan. Semua rasa sakit akan hilang dan pergi dengan sendirinya, asalkan diterima dengan ikhlas. Belajar ikhlas memang tidak mudah, perjalanan menuju keikhlasan pun bukan perkara mudah. Tapi, kita harus bisa melakukannya dan berusaha untuk bisa sampai pada level ikhlas. 

Sharing bareng teman itu butuh, bukan untuk mengadu nasib namun untuk lebih bersyukur. Oh ternyata masalah dia lebih berat loh, namun dia bisa sabar. Jadi, selama ini saya hanya kurang bersyukur saja. Kadang saya suka kepikiran seperti itu ketika mendengar curhatan teman dengan masalah yang lebih pelik dan lebih besar. 


Mari mencoba memaafkan, lepaskan dan ikhlaskan

Jadi, mulai saat ini saya akan bertekad sekuat tenaga untuk belajar memaafkan semua yang membuat saya sedih, memaafkan semua yang membuat hati in terluka. Mencoba ikhlaskan semuanya dan melupakan semua yang pernah menyakiti dan berbuat salah. Karena ternyata masalah jika dibawa sampai tidur itu malah akan merusak diri sendiri, menambah beban dan menjadi penyakit. 



Tugas saya sebagai manusia hanya berusaha dan berdoa, semuanya mari serahkan saja pada Allah Ta'ala. Ikhlaskan semua keputusan Nya. 

Yang saya rasakan, ketika hati ini disakiti, difitnah dan berada dalam rasa sakit itu membuat saya berpikir, berpikir makin bijaksana dalam memahami kehidupan fana ini dan mungkin ini lah yang membuat kita semua masih bertahan hidup meski banyak masalah dan cobaan. 

Semoga Allah selalu melapangkan hati untuk selalu bisa memaafkan dan memudahkan semua urusan hidup dunia dan akhirat, aamiin yaa Rabb. 


Sampai jumpa pada postingan selanjutnya,

TIAN LUSTIANA 

Sabtu, 28 September 2024

Perjalanan Pada Sebuah Keikhlasan

Perjalanan Pada Sebuah Keikhlasan

Tianlustiana.com - "Semenjak ikhlaskan semua rasa sakit hati dan memaafkan semua yang menyakiti, penyakitku berangsur sembuh." 

Banyak sekali pernyataan teman yang mengatakan bahwa mereka sembuh dari berbagai macam penyakit adalah dengan rasa ikhlas. 



Terdengar sangat sepele, dengan ikhlas semua selesai. Yah, andaikan ikhlas itu mudah.  Saya yakin pasti semua orang akan sehat dan bahagia, karena rasa ikhlas adalah kunci. Ikhlas itu semacam perjalanan batin yang dalam, tidak mudah untuk bisa dilalui. Ikhlas itu berarti melepaskan hal yang tidak bisa kita kontrol, atau bisa juga dikatakan sebagai menerima kenyataan tanpa rasa beban. Tapi, rasa ikhlas itu tidak datang begitu saja. Butuh proses, perlu waktu, usaha dan juga kesabaran yang banyak. 



Coba bayangkan deh, jika hidup itu adalah perjalanan yang sangat panjang, banyak persimpangan yang membuat kita harus memilih. Di setiap persimpangan itu pasti ada banyak ketidasesuaian. Kemudian membuat sedih, marah dan kecewa. Mungkin jika belajar ikhlas, ketika kita memilih sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan, tidak akan terlalu marah karena sudah belajar ikhlas. 


Kata seorang Guru, keikhlasan itu bisa dimulai dengan accepting / penerimaan. Dalam hidup kita harus belajar dan memaksakan untuk bisa menerima bahwa hidup ini tidak selalu berjalan sesuai apa yang kita rencanakan dan tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Perlu diingat kalau penerimaan ini tuh bukan kepasrahan yang lemah. Penerimaan ini merupakan bentuk dari kekuatan untuk menerima kenyataan, namun tidak mengubah harapan kita menjadi rasa kecewa. 



Dalam hidup, setiap pengalaman terjadi dan ini merupakan bagian dari rencana yang besar yang mungkin saja belum bisa dipahami, namun punya makna yang kuat dan mendalam jika kita bisa melihat peluangnya. 


Setiap manusia yang hidup itu seperti sedang melakukan perjalanan panjang, membawa beban yang berat dan semakin hari semakin berat. Beban itu bisa saja rasa sakit, dendam atau mungkin harapan yang belum tercapai. 


Waktu harus terus berjalan, tidak mungkin harus tetap diam dan merenungi beban saja kan? Salah satu caranya adalah dengan belajar menjadi ikhlas, melepaskan semua beban itu. Bukan berarti mengabaikan atau melupakan namun memahami bahwa ada loh hal - hal yang memang tidak bisa kita kendalikan, dan itu tidak apa - apa, its OK. 



Menjadi ikhlas itu bukan berarti menyerah. Namun berusaha untuk damai dengan diri sendiri dan keadaan. Salah satu cara supaya tidak terjebak dalam rasa sakit dan amarah yang dalam, supaya hidup itu lebih ringan untuk terus melangkah. 


Ikhlas itu, menyakin hati bahwa tidak ada yang sia - sia. 

Setiap luka, setiap rasa kehilangan, setiap rasa penyesalan, setiap amarah itu adalah bentuk perjalanan setiap manusia menuju kedewasaan, supaya bisa lebih paham dalam menjalani hidup. Dengan hadir kesadaran itu, kita bisa mulai menerima. Merangkul dan memeluk setiap rasa sakit dan kecewa yang hadir bukan sebagai musuh, namun sebagai guru supaya lebih paham dan baik lagi menjalani hidup. 



Jadi, keikhlasan itu bisa diibaratkan sebagai perjalanan menuju keikhlasan tentang menemukan rasa damai dalam hidup yang penuh ketidakpastian. Untuk mencapai keikhlasan ini, ada jalan pintas nggak yah? Tentu saja tidak, yuk bismillah yuk mulai berjalan pada keikhlasan supaya hati menjadi lebih ringan, jiwa menjadi lebih damai dan tentu saja perjalanan hidup ini lebih bermakna. Aamiin. Semoga Allah mudahkan kita semua menuju perjalanan pada suatu keikhlasan. Supaya terlepas dari semua cengkraman rasa sakit, dendam dan amarah. Mari menerima semua yang datang pada hidup ini dengan penuh rasa ikhlas. 


Sampai jumpa pada postingan selanjutnya,


Tian Lustiana 

Rabu, 28 Desember 2022

Mari Berdamai dengan Masa Lalu dan Diri Sendiri

Mari Berdamai dengan Masa Lalu dan Diri Sendiri

Bismillahirrahmanirrahiim,

Tahun berganti, seakan cepat sekali yah. Rasanya baru kemarin memasuki awal tahun 2022, eh sekarang sudah berada dipenghujung tahun 2022 dan siap memasuki awal tahun 2023. Waktu di dunia ini memang sangat cepat, apa saya yang terlalu betah di dunia? 

Hidup itu memang tidak selalu tentang apa yang kita inginkan, tidak jua selalu berjalan mulus. Tahun berganti, semua rasa pernah diterjang. Luka, kecewa, sedih, bahagia bahkan patah hati yang mungkin menyisakan rasa sakit yang teramat sangat. Hati memang terlalu rapuh untuk menerima hal yang buruk meski memang hal buruk itu tidak selamanya terjadi. 



Setuju tidak jika saya katakan semua orang pasti pernah mengalami yang namanya rasa sakit hati? Hanya saja bedanya itu bagaimana caranya memperlakukan dan menghadapi rasa sakit hati itu. 

Hati yang tersakiti, hati yang terluka itu kok terasa lamaa sekali sembuhnya. Teringat selalu perlakuan yang membuat sakit, padahal cara yang terbaik untuk sembuh dari rasa sakit itu adalah dengan belajar dari situasi yang terjadi dan mari fokus jalani hidup di masa depan. Terdengar mudah bukan? Ya, kalau hanya didengarkan dan dibaca sih memang mudah namun akan terasa berat jika dijalani, hmmm. 

Ayolah Tian berdamai dengan masa lalu, lebih baik loh!!
Sering kali saya berperang dengan hati, ayolah berdamai dengan masa lalu, maafkan dan lupakan semuanya, mari hadapi dan jalani hidup baru. 



Berdamai dengan masalalu memang perlu, demi kehidupan yang lebih baik dan juga lebih bahagia, tentu saja tidak mudah perlu banyak tarik nafas dan doa untuk melakukannya. 

And here's tips untuk bisa berdamai dengan kesalahan masa lalu. 

Mari ekspresikan perasaan
Ini merupakan langkah yang sangat penting yang harus kita lakukan. Kenapa penting? ya supaya bisa move on yang harus ungkapkan perasaan dan biarkan diri menjadi diri apa adanya. Yang saya rasakan ketika menghadapi perasaan yang menyakitkan itu terasa penting sekali memberikan diri sendiri ruang untuk talk to my self. 

Ternyata, manusia itu tidak bisa melepaskan bebannya karena memang merasa tidak memiliki ruang untuk berbicara, nggak punya kebebasan untuk speak up. Terjadi karena orang - orang di sekitar seakan tidak mau mendengar ketika kita berbicara, atau mungkin diri kitanya sendiri yang merasa malu dan segan untuk berbicara. 

Jadi, yuk belajar ekspresikan perasaan dan jangan takut untuk speak up ya! 



Melepaskan emosi negatif 
Pernah nggak merasa takut merasakan emosi negatif, misalkan ketika sedih, marah dan kecewa itu seakan takut merasakannya. Dan ternyata, emosi negatif yang tidak dirasakan atau tidak kita keluarkan ini akan menghambat proses berdamai dengan diri sendiri, loh. 

Jadi biarkan emosi negatif itu keluar dari diri kita, ini akan menekan kesehatan mental. Jangan melawannya, yang ada kita akan terjebak. 

Mari maafkan diri sendiri
Sebelum memaafkan orang lain, maafkan dulu diri sendiri karena ini bisa menjadi pembuka awal untuk berdamai dengan diri sendiri. Proses memaafkan diri sendiri ini penting karena merupakan proses penyembuhan diri untuk melepaskan kemarahan, rasa bersalah, rasa malu, rasa sedih dan perasaan lainnya.

Bersabarlah dengan waktu 
Waktu memang yang terbaik untuk sembuhkan luka, namun tidak begitu jika belum berdamai dengan diri sendiri, ini adalah proses yang lumayan lama. Semua perasaan dan emosi harus dilalui. Kadang suka kurang sabar dengan waktu, kok terasa lama sekali waktu menyembuhkan luka. 

Ikuti sajalah, bersabar dengan diri sendiri. Pahami bahwa proses itu tidak instant. Butuh waktu untuk menyembuhkan, mungkin bisa berbulan - bulan atau bahkan bertahun - tahun, nikmati saja. Biarkan proses itu menemukan waktu yang tepat. 

Lebih fokus pada diri sendiri 
Berdamai dengan diri sendiri, memeluk diri sendiri dan meluangkan waktu untuk lebih memanjakan diri sendiri. Ya, me time itu sangat diperlukan demi kewarasan. Bisa melakukan banyak hal, melakukan apa saja yang membuat diri sendiri bahagia. Lakukan apapun yang ingin dilakukan demi kesehatan mental yang lebih baik. 




Mencintai diri sendiri, memaafkan dan sering memeluk diri sendiri. Karena hanya diri kita yang memahami diri sendiri, hanya diri kita yang paham bagaimana harus bahagia. 



Love your self!

See you,

Tian lustiana 

Senin, 16 Mei 2022

Cara Melakukan Self Healing

Cara Melakukan Self Healing

Bismillahirrahmanirrahim, 


"Butuh healing!" 

Sekarang tuh sering sekali mendengarkan istilah "healing". Orang yang mau liburan, bilang mau healing. Iya kan? Saya yakin pasti teman - teman juga sering sekali mendengarkan istilah "healing" ini. Banyak sekali mereka yang mengaku butuh self - healing . Pokoknya sekarang tuh, apapun juga pasti dikaitkan dengan self healing. 


apa itu self healing


Sebenarnya apa itu self healing itu? 

Self healing yang populer, ternyata erat kaitannya dengan kesehatan mental. Self healing itu sendiri artinya penyembuhan diri sendiri, bisa juga dikatakan sebagai upaya untuk mengobati luka batin. 


Self healing ; proses untuk menyembuhkan luka batin yang mengganggu emosi dan jiwa. Bisa juga dikatakan sebagai penyembuhan diri sendiri. Penyembuhan untuk orang yang tengah menghadapi masalah dan merasakan lelah secara emosional. 


Masalah luka batin ini, bisa terjadi dalam jangka waktu yang lama dan juga dampaknya terasa pada kegiatan sehari - hari. Penyebab luka batin ini ada beberapa faktor, diantaranya kelelahan emosional yang disebabkan cemas, sedih berlebihan dan juga merasa gagal melakukan sesuatu. Juga adanya masalah lainnya, dimasa lalu. 


Jadi, self healing ini adalah cara terbaik yang bisa dilakukan ketika alami gangguan psikologis. Banyak teman saya yang melakukan self healing ini dengan berbagai cara, diantaranya bisa dengan cara relaksasi, meditasi dan juga yoga. Emosi yang positif juga bisa membuat hormon endorfin atau disebut hormon bahagia ini bekerja loh. Jadi harus bisa kelola emosi positif yah. 




Cara melakukan self healing 

Gimana nih cara melakukan self healing? Bisa dilakukan sendiri atau bisa juga bertemu dengan psikologi. Untuk teman - teman yang ingin melakukan self healing sendiri, bisa banget dengan melakukan beberapa cara self healing ini. Semoga bermanfaat yah. 


Lakukan me time 

Me time adalah meluangkan waktu untuk diri sendiri. Me time bermanfaat untuk membuat diri lebih nyaman dan juga lebih rileks. Luangkan waktu untuk diri sendiri tanpa harus memikirkan orang lain, ini penting dan ada manfaat untuk kesehatan mental. 

Cara self healing ini membuat kita merasa diri sendiri merupakan pusat segala kehidupan, dan orang lain itu sebagai pelengkap kebahagiaan.




Talk to your self 

Bicaralah pada diri sendiri. Ya, bicara pada diri sendiri adalah salah satu cara untuk menyembuhkan luka batin. Cobain deh untuk bercermin dan bicara pada diri sendiri dengan jujur tentang apapun. Bicara pada diri sendiri bisa melampiaskan perasaan buruk. Ketika kita terbiasa memahami diri sendiri, maka akan selalu muncul rasa syukur atas hidup ini. 


Menulislah 

Menulis merupakan cara self healing yang bisa teman - teman coba. Dengan menulis kita bisa menjelaskan segala perasaan, bisa ungkapkan semua isi hati. Jangan mikirin ejaana, tanda baca dan lainnya, menulis saja lah apa yang ada dalam hati. Menulis di buku harian, jadi ketika luang bisa dibaca kembali. Dengan menulis bisa redakan emosi dan rasa stress. 

Teknik menulis ini bisa redakan emosi dan membantu penyembuhan diri sendiri. Lakukan menulis in setiap hari, luangkan waktu 15 - 20 menit setiap hari. Menulis ini bisa tingkatkan kesadaran diri dan juga memasuki alam bawah sadar. 




Berdamailah dengan keadaan 

Kadang peristiwa buruk suka terus kita ingat, maka berdamailah. Kita memang berhak marah namun juga jangan sampai terus - terusan marah dan menyalahkan diri, cobain deh untuk berdamai dengan keadaan dan terima setiap keadaan dengan lapang dan anggap saja untuk pembelajaran. 


Self compassion

Self compassion ini adalah memahami keadaan emosi atas derita yang kita alami. Self healing oke banget untuk memahami diri sendiri, dengan self compassion ini membuat kepedulian lebih meningkat dan juga membebaskan diri dari masa lalu yang menakutkan. 


Mindfulness & Meditasi 

Mindfulness cukup membantu untuk kelola pikiran, perasaan dan juga lingkungan dalam pikiran. Bisa dilakukan dengan cara sederhana, tutup mata dan hirup udara segar. Cara ini oke untuk fokus pada diri sendiri dan juga segala pikiran yang kita miliki. 

Meditasi juga bisa dilakukan dengan santai dan tenang, cari teknik dan cara meditasi yang paling nyaman. Berdoa minta Allah sembuhkan luka batin, aamiin. 


Cobalah self healing dengan duduk nyaman dan hembuskan napas. Cara ini memang sederhana namun efektif sembuhkan emosi. Coba cari tempat yang nyaman dan tenang untuk duduk dan juga atur napas. Hembuskan dan tarik perlahan, sambil dzikir supaya hati lebih tenang. Tutup mata dan tenangkanlah pikiran. Semakin tenang, maka semua permasalahan akan semakin sirna. Yang ada hanyalah kebahagiaan. Lakukan ibadah dengan tenang dan khusuk, ini juga bisa membantu self healing supaya lebih sempurna. 


Selain itu, bisa juga melakukan me time dengan baca buku atau nonton film sendirian. Yang penting nyaman dan hati bahagia. 

Kalau teman - teman punya cara lakukan self healing? Sharing yuk tipsnya! 

Sabtu, 15 April 2017

Tentang Mengendalikan Emosi  part 2

Tentang Mengendalikan Emosi part 2

Assalamualaikum, 

Mengendalikan emosi bukanlah hal yang mudah, betul? 

Ketika emosi, biasanya suka ingin langsung mengambil tindakan, untuk membalas, untuk melawan. Dan ternyata melakukan itu adalah tindakan yang bodoh, karena kadang saya suka menyesal ketika mengambil tindakan disaat saya merasa emosi dan kesal. 


Oke, lanjut ya, masih membahas mengendalikan emosi. Ya karena memang emosi ini suka datang apalagi ketika saya berhubungan dengan orang - orang yang tingkat sensinya tinggi, emosi deh jadinya. 


* Berikan waktu untuk berpikir 

Ketika emosi datang, saya suka kepikiran untuk langsung membalas perlakuan orang terhadap saya. Atau kalau lagi cemen saya suka ingin pergi dan lari dari masalah yang sedang dihadapi, karena merasa udah ga tahan. Itu karena saya tidak memberikan diri saya waktu untuk berpikir, hati boleh panas namun otak harus tetap dingin, eciyeh bijak banget Tian. 


Belajar dari pengalaman, bahwa mengambil tindakan atau keputusan saat emosi itu ga baik, kata orang sunda mah "moal baleg cuy". Keputusan yang diambil saat emosi kadang suka diakhiri penyesalan. Memberikan waktu untuk berpikir supaya apa yang akan dilakukan itu matang dan keputusan yang diambil bijak, jalan terbaik untuk semuanya. Dan kemampuan orang mengendalikan emosi itu adalah pembeda diantara orang yang bijak ataukah bukan, jadi mau masuk golongan orang bijak atau bukan? 

*Forget and forgive 

Maafin lah, kemudian lupain aja. Gampang banget ah Tian bilang gini, dalam kenyataannya mah susah nya gak ketulungan. Tapi beneran, cara ini jitu banget untuk mengendalikan emosi, try it deh. 

Memaafkan orang lain itu susah, apalagi orang itu sudah banyak menyakiti hati dan perasaan kita, duh susah banget. Ga ada salahnya nyoba, maafkan dan kemudian lupain atau lupain dulu kemudian memaafkan, silakan pilih saja mana yang enak. 

*Ilmu ikhlas 

Ini nih, susah juga ya? iyaaaa. Huh, manusia apapun bilangnya susah, eh Tian deng. Tapi menurut para ikhlas -ers ini adalah cara terjitu dalam mengendalikan emosi berlebih, ya memang belajar ikhlas itu memperbaiki tingkat kehidupan juga. Belajar menjalani hidup dengan perlakuan buruk dari orang - orang itu kadang pedih, tapi kalau ikhlas semua akan terasa menyenangkan. Ikhlas datang ketika saya yakin bahwa nanti juga akan ada balasan yang setimpal, tapi bukan balasan langsung dari saya. Dan ketika saya sabar, saya yakin bahwa ini adalah yang terbaik yang diberikan Allah Swt untuk kehidupan saya.

* Ta'awudz dan berwudhu 

Ini paling jitu, cobain deh, minta pertolongan pada Allah swt dan berwudhu. Insya allah tenang lahir batin.

* Lakukan hal yang positif 

Saat mood sedang tak terkendali karena emosi, mendingan lakukan hal positif. Misalnya ngeblog, volley, renang atau pergi ke pengajian. Kalau mood lagi ga bagus biasanya emosi cepet meledak - ledak jadi mending baca novel romantis atau nonton drama korea. Lebih baik lagi kalau mengaji, keren itu mah. Hindari bikin status aja pas lagi mood jelek, suka pengen mencak - mencak biasanya hehe. Kegiatan positif bisa mengurangi emosi dan rasa tegang.

Baca : Drama Korea

Well, ngendaliin emosi ini emang susah, dan benar orang hebat jika sudah mampu mengendalikan emosinya, itu baru manusia keren. Namun enggak ada salahnya kan kalau kita mencoba dan terus belajar mengendalikan emosi?


Wassalam,

Tian Lustiana 


Rabu, 22 Maret 2017

Tentang Manajemen Waktu Dan Kualitas Diri

Tentang Manajemen Waktu Dan Kualitas Diri

Assalamualaikum, 

Demi masa, sesungguhnya manusia benar - benar dalam kerugian, kecuali orang - orang yang beriman dan beramal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Arti dalam surat Al - Ashr ayat 1 - 3. Saya yakin temen -temen sudah paham bener tentang ayat ini.


Benar - benar kita sebagai manusia berada dalam kerugian jika tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Coba saja temen - temen baca juga QS Al - Imran ayat 104 ini : 

 “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”
Hmm, jadi menjadi seorang muslim / muslimah harus pintar - pintar mengatur waktu ya, supaya setiap waktu bisa diisi dengan amalan yang mendatangkan pahala dan berkah. Mengatur waktu dalam berhubungan dengan Allah Swt dan juga mengatur waktu dalam berhubungan dengan manusia lainnya. Dan itu semua tentunya harus diatur dengan sangat baik, supaya bisa terlaksana dengan optimal. Jadi enggak berat sebelah, fokus sama Allah Swt tapi menyakiti dan enggak bisa bersosialisasi dengan manusia lainnya, atau sebaliknya. Jadi memang harus diatur dengan baik ya manajemen waktunya. 


Terus gimana dong cara agar waktu untuk merencanakan, mengatur serta melaksanakan semua kegiatan itu bisa ter-menej dengan baik?? Dalam melaksanakan semua kegiatan kita dalam dunia ini haruslah berlandaskan pada beberapa hal berikut ini : 

Ilmu tentang optimalisasi waktu 

Sebagai seorang muslim / muslimah, wajib memahami dan juga mengetahui seputar kaidah yang rinci tentang bagaimana mengoptimalkan waktu dengan sebaik - baiknya. Lah emang nya buat apa Tian? Tujuannya ya apalagi kalau bukan untuk kebaikan dan juga kemaslahatan diri kita sendiri dan orang lain tentunya. Pernah denger gak tokoh - tokoh islami Seperti Imam Nawawi dan Iman Suyuthi? mereka adalah orang - orang yang menjadi teladan bagi orang lain yang mampu mengoptimalkan waktu sebaik - baiknya dimasa hidupnya. 

Tentang manajemen hidup

Hindari mengerjakan sesuatu tanpa kejelasan. Lakukan semua pekerjaan dengan jelas, matang dan harus dalam pertimbangan. Harus ada perencanaan yang jelas juga, seperti membuat planning atau program kemudian mempersiapkannya dengan baik, mengaturnya dan kemudian melaksanakannya sampai tuntas. 

Visioner dan melihat semua persoalan dengan utuh 

Memiliki pandangan yang jauh ke depan, wajib dimiliki. Karena ini mampu mengantisipasi semua persoalan hidup. Atur waktu dengan optimal dan jangan pernah melihat masalah secara parsial saja. 


Perencanaan dan skala prioritas

Tau dengan baik urutan ibadah dan prioritas, dan mampu mengklarifikasi masalah.Membuat skala prioritas ini baik loh, mampu menghindarkan dari kegiatan yang tidak beraturan. Jadi dalam mengerjakan sesuatu itu enggak tergesa - gesa. 

Lakukan semua pekerjaan dengan optimal sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri kita sendiri. 

Untuk melakukannya tentu harus dilandasi juga dengan persyaratan lain, diantaranya adalah : 


  • Pembiasaan. Gak akan kok tiba - tiba bisa mengoptimalkan waktu dengan baik jika tidak dibiasakan dari dulu. jadi membiasakan anak sejak kecil ini penting ya, jadi akan terbiasa mengatur hidupnya dengan mandiri ketika anak dewasa nanti. 
  • Cerdas dan positif. Kecerdasan menunjang sekali untuk mengoptimalkan waktu dalam melakukan kegiatan dalam hidup. Ditunjang dengan keinginan yang kuat, tindakan yang dilakukan secara continue dan ahlak yang tentu positif. Serta semua usaha tidak akan ada apa - apa nya jika tidak dibarengi doa dan ikhtiar. 

Itulah seputar manajemen waktu dan kualitas diri agar mampu menyelesaikan masalah dengan baik dan tuntas. 

Wassalam,


Tian Lustiana 

Senin, 24 Oktober 2016

Cantik Itu Dari Hati

Cantik Itu Dari Hati

Assalamualaikum,

Cantik itu dari hatinya, bukan hanya parasnya saja. Pernah kan denger omongan kayak gitu? 

Menurut saya pribadi sih emang benar adanya, bahwa yang cantik itu harus hatinya dulu, nanh nanti bakalan keluar auranya ke wajah. Atau lebih trend dikenal dengan inner beauty
Karena cantik itu memang bukan semata berkulit kinclong, berwajah mulus, bersih dan putih. Wajah itu hanyalah cerminan dari hati dan pikiran yang cantik. Karena memang, kecantikan yang nyata adalah kecantikan dari hati. Pernah juga saya denger "percuma deh wajahnya cantik tapi kelakuannya ga baik".  Jadi memang harus diseimbangkan antara kecantikan hati, pikiran dan juga wajah.