Jumat, 28 Agustus 2026

Festival Film Bandung 2026, Sebuah Malam untuk Merayakan Cerita

Festival Film Bandung 2026, Sebuah Malam untuk Merayakan Cerita

Tianlustiana.com - Ini kali ke- empat saya mendapatkan undangan untuk hadir di Festival Film Bandung 2026. Sebagai seorang blogger yang mendapatkan kesempatan ini, rasanya ada perasaan yang sangat sulit saya jelaskan ketika mendapatkan kesempatan untuk hadir di acara yang pasti akan datang para aktor keren yang mewarnai perfilman Indonesia. 



Saya, datang sebagai seorang blogger. Hadir dengan kamera ponsel, catatan kecil, rasa penasaran dan tentu saja keinginan untuk membagikan cerita malam ini kepada pembaca blog. Hingga malam itu, saya pulang bukan hanya dengan foto dan video yang ada dalam ponsel namun juga dengan banyak cerita. Tentang film, tentang mereka yang berada di balik layar, tentang para aktor yang membuat karakternya lebih hidup. 



Festival Film Bandung 2026, Sebuah Malam untuk Merayakan Cerita

Festival Film Bandung (FFB) adalah ajang apresiasi yang menjadi bagian dari perjalanan perfilman Indonesia, sudah 39 tahun. Nyaris sama dengan usia saya. Forum Film Bandung sudah hadir sejak 1986 dan mulai menyelenggarakan Festival Film Bandung pada tahun 1987. Yang menarik dari Festival Film Bandung ini buat saya adalah menggunakan istilah "terpuji", bentuk apresiasi untuk karya dan insan perfilman yang sudah dinilai memiliki kualitas, artistik, teknis dan juga nilai kemanusiaan. 

Tahun ini, Festival Film Bandung yang ke - 39. Perjalanan yang tidak sebentar, hampir empat dekade. Bayangin aja udah berapa banyak film yang sudah lahir. Sudah berapa banyak aktor yang berkembang dan sudah berapa banyak cerita yang diubah menjadi adegan, dialog, musik dan menjadi film yang kita nikmati. 

FFB 2026 kini mengusung tema "Sinema Rona Keluarga", tema yang sangat hangat, karena keluarga itu memang selalu menjadi ruang yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Ada cinta, konflik, kehilangan, perjuangan dan juga harapan. Hal yang sangat sering kita temukan dalam film - film. Membayangkan perjalanan yang membawa mereka, para nominator hingga bisa berada pada titik ini. Sebuah panggung penghargaan ini tuh bukan hanya berbicara tentang siapa yang berdiri diatas panggung, dibaliknya ada proses yang panjang. 

Ada penulis skenario yang mungkin habiskan banyak waktu untuk menyusun cerita. Ada sutradara yang harus menerjemahkan tulisan menjadi sebuah visual, aktor yang harus memahami karakter agar aktingnya menawan dan membuat film ini kena ke hatipenonton, serta ada editor, penata kamera, penata artistik, penata musik dan masih banyak orang yang ikut andil namun tidak terlihat oleh penonton. 

Film yang kita tonton bisa sampai 2 jam, namun untuk menciptakan 2 jam ini ada perjalanan yang mungkin berlangsung berbulan - bulan, bahkan bisa bertahun - tahun lamanya. 

Festival Film Bandung ini adalah salah satu ruang apresiasi untuk bisa melihat karya -  karya yang tidak terlihat. 

Sebelum malam puncak digelar, Forum Film Bandung terlebih dahulu mengumumkan daftar nominasi pada 16 Juli 2026.

Proses pengamatan FFB 2026 mencakup karya-karya yang tayang dalam periode 1 September 2025 hingga 30 Juni 2026. Pada periode tersebut, tercatat 144 film Indonesia yang menjadi bagian dari pengamatan, bersama berbagai karya serial televisi dan serial web. 

Beberapa judul besar berhasil masuk dalam nominasi dan menjadi perbincangan.

Untuk kategori Film Indonesia Terpuji, lima film yang bersaing adalah:

  • Children of Heaven

  • Dopamin

  • Nobody Loves Kay

  • Pangku

  • Para Perasuk

Lima film tersebut menjadi representasi dari beragam warna perfilman Indonesia tahun ini.

Sementara itu, untuk kategori Sutradara Terpuji Film Indonesia, nama-nama yang masuk nominasi adalah:

  • Dinna Jasanti

  • Hanung Bramantyo

  • Joko Anwar

  • Reza Rahadian

  • Wregas Bhanuteja

Melihat daftar ini saja sudah cukup membuat saya merasa bahwa persaingan FFB 2026 sangat menarik.

Ada nama-nama besar yang sudah lama berkarya di industri film.

Ada pula sineas yang terus memberikan warna baru bagi perfilman Indonesia.

Untuk kategori Pemeran Utama Pria Terpuji, para nominator diisi oleh:

  • Angga Yunanda

  • Jared Ali

  • Reza Rahadian

  • Vino G. Bastian

  • Yusuf Mahardika

Sedangkan untuk Pemeran Utama Wanita Terpuji, nama-nama yang masuk nominasi antara lain:

  • Amanda Rawles

  • Claresta Taufan

  • Marsha Timothy

  • Shenina Cinnamon

  • Marissa Anita

Daftar tersebut memperlihatkan betapa beragamnya wajah perfilman Indonesia saat ini. Ada aktor dan aktris yang sudah lama kita kenal, tetapi juga ada generasi yang semakin kuat menunjukkan kualitas aktingnya. 

Daftar Pemenang Festival Film Bandung 2026

Dan tibalah malam yang ditunggu-tunggu.

Saat nama-nama pemenang Festival Film Bandung 2026 diumumkan satu per satu.

Salah satu film yang paling mencuri perhatian adalah Pangku.

Film ini berhasil meraih beberapa penghargaan penting, termasuk Film Indonesia Terpuji. Reza Rahadian juga meraih penghargaan Sutradara Terpuji Film Indonesia melalui film tersebut, sementara Claresta Taufan memenangkan kategori Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Indonesia lewat perannya dalam Pangku. 


Pemenang Kategori Film Indonesia Terpuji FFB 2026

Berikut daftar pemenang kategori film Indonesia dalam Festival Film Bandung 2026:

Film Indonesia Terpuji : 

Pangku

Sutradara Terpuji Film Indonesia:

Reza Rahadian – Pangku

Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Indonesia:

Claresta Taufan – Pangku

Pemeran Utama Pria Terpuji Film Indonesia:

Jared Ali – Children of Heaven dan Reza Rahadian – Semua Akan Baik-Baik Saja

Pemeran Pembantu Pria Terpuji Film Indonesia:

Aming – Ghost in the Cell

Pemeran Pembantu Wanita Terpuji Film Indonesia:

Meriam Bellina – Senin Harga Naik

Penulis Skenario Terpuji Film Indonesia:

Johana Wattimena dan Bernadus Raka – Nobody Loves Kay

Penata Editing Terpuji Film Indonesia:

Aline Jusria – Dopamin

Penata Kamera Terpuji Film Indonesia:

Vera Lestafa – Dopamin

Penata Artistik Terpuji Film Indonesia:

Rini Sri Handayani – Na Willa

Penata Musik Terpuji Film Indonesia:

Ofel Obaja Setiawan – Na Willa

Daftar pemenang ini memperlihatkan bahwa sebuah film bukan hanya tentang aktor atau sutradara. 



Sebuah film adalah kerja bersama.

Ketika kita menikmati sebuah adegan yang indah, mungkin ada kerja keras seorang penata kamera di sana.

Ketika suasana sebuah film terasa hidup, ada penata artistik yang bekerja membangun dunia cerita.

Ketika sebuah adegan terasa emosional, musik mungkin menjadi bagian penting yang membuat kita ikut merasakan emosi tersebut.

Itulah mengapa menurut saya menarik melihat Festival Film Bandung memberikan apresiasi pada begitu banyak unsur di balik sebuah film.



Pemenang Kategori Serial Web Festival Film Bandung 2026

Perkembangan dunia digital juga menjadi bagian dari perhatian Festival Film Bandung.

Saat ini, cerita tidak hanya hidup di layar bioskop atau televisi.

Kita juga menemukan banyak cerita menarik melalui berbagai platform digital dan layanan streaming.

Untuk kategori serial web, berikut beberapa pemenang FFB 2026:

  • Serial Web Terpuji: Ganteng-Ganteng Genteng: Kontes Otot Paling Viral

  • Sutradara Terpuji Serial Web: Lucky Kuswandi – Ratu-Ratu Queens: The Series

  • Pemeran Utama Wanita Terpuji Serial Web: Wulan Guritno – Mama-Mama Pengejar Cinta

  • Pemeran Utama Pria Terpuji Serial Web: Yesaya Abraham – Secret High School

  • Pemeran Pembantu Pria Terpuji Serial Web: Randy Martin – Generasi D'Bijis

  • Pemeran Pembantu Wanita Terpuji Serial Web: Alexandra Gotardo – Balas Dendam Istri yang Tak Dianggap

Kehadiran kategori serial web ini menjadi bukti bahwa cara kita menikmati cerita memang terus berkembang. 

Pemenang Kategori Serial Televisi FFB 2026

Untuk kategori serial televisi, penghargaan diberikan kepada:

  • Pemeran Pria Terpuji Serial Televisi: Fendy Chow – Terikat Janji

  • Pemeran Wanita Terpuji Serial Televisi: Adhisty Zara – Beri Cinta Waktu 

Televisi mungkin sudah berkembang mengikuti perubahan zaman, tetapi cerita yang kuat dan akting yang baik tetap memiliki tempat di hati penonton.

Penghargaan Lifetime Achievement untuk Christine Hakim

Salah satu momen yang menurut saya memiliki makna mendalam adalah pemberian penghargaan Lifetime Achievement kepada Christine Hakim.

Nama Christine Hakim tentu bukan nama kecil dalam dunia perfilman Indonesia.

Perjalanan kariernya telah menjadi bagian dari sejarah sinema Indonesia.

Memberikan penghargaan atas perjalanan panjang seseorang rasanya berbeda dengan memberikan penghargaan untuk satu karya.

Karena yang diapresiasi adalah waktu.

Puluhan tahun berkarya.

Puluhan karakter.

Berbagai cerita.

Dan dedikasi yang terus diberikan untuk dunia perfilman.

Penghargaan Lifetime Achievement ini menjadi salah satu bentuk penghormatan Festival Film Bandung terhadap kontribusi Christine Hakim bagi perfilman Indonesia. 

Film Impor yang Mendapat Penghargaan di Festival Film Bandung 2026

Festival Film Bandung 2026 juga memberikan apresiasi kepada sejumlah film impor dari berbagai genre.

Berikut beberapa karya yang menerima predikat terpuji:

  • Backrooms – Film Horor Psikologis Terpuji

  • Hamnet – Film Drama Sejarah Romansa Terpuji

  • Hokum – Film Horor Misteri Terpuji

  • Hoppers – Film Animasi Terpuji

  • It Was Just An Accident – Film Thriller Kriminal Terpuji

  • Kokuho – Film Epik Budaya Terpuji

  • Marty Supreme – Film Drama Olahraga Terpuji

  • Obsession – Film Horor Romansa Terpuji

  • One Battle After Another – Film Aksi Thriller Terpuji

  • Project Hail Mary – Film Fiksi Ilmiah Terpuji

  • The Furious – Film Laga Terpuji

  • The Sheep Detective – Film Komedi Detektif Terpuji 

Pangku, Salah Satu Bintang Utama Festival Film Bandung 2026

Kalau berbicara tentang karya yang paling menonjol dalam FFB 2026, sulit untuk tidak menyebut Pangku.

Film ini berhasil membawa pulang penghargaan untuk:

  • Film Indonesia Terpuji

  • Sutradara Terpuji melalui Reza Rahadian

  • Pemeran Utama Wanita Terpuji melalui Claresta Taufan

Tiga penghargaan penting dalam satu malam.

Tentu bukan pencapaian kecil.

Dan dari sini saya kembali berpikir bahwa sebuah film yang kuat biasanya bukan hanya karena satu orang.

Ada visi.

Ada kerja sama.

Ada keberanian untuk bercerita.

Ada tim yang percaya pada cerita tersebut.

Dan pada akhirnya, ada penonton yang ikut merasakan perjalanan cerita itu.




Lebih dari Sekadar Penghargaan

Setelah menghadiri Festival Film Bandung 2026, saya semakin menyadari bahwa dunia perfilman sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita.

Film adalah cerita tentang manusia.

Tentang keluarga.

Tentang cinta.

Tentang kehilangan.

Tentang mimpi.

Tentang kegagalan.

Tentang seseorang yang berusaha bertahan.

Mungkin itulah alasan mengapa sebuah film bisa begitu membekas.

Karena terkadang kita tidak sedang menonton cerita orang lain.

Terkadang, kita sedang menemukan sedikit bagian dari diri kita sendiri di dalam cerita tersebut.

Mungkin dalam karakter yang sedang berjuang.

Mungkin dalam dialog sederhana.

Atau mungkin dalam sebuah adegan yang entah kenapa membuat kita diam cukup lama setelah film selesai.

Sebagai seorang blogger, saya pun merasa bahwa pekerjaan saya sebenarnya tidak jauh berbeda.

Saya juga bercerita.

Bedanya, cerita saya hadir dalam bentuk tulisan.

Tentang pengalaman.

Tentang perjalanan.

Tentang sebuah acara.

Tentang sesuatu yang saya lihat dan saya rasakan.

Dan malam di Festival Film Bandung 2026 ini adalah salah satu cerita yang ingin saya simpan.

Bukan hanya sebagai dokumentasi.

Tetapi sebagai pengingat bahwa karya, sekecil atau sebesar apa pun, selalu membutuhkan ruang untuk diapresiasi.

Bandung dan Cerita yang Terus Hidup

Ada sesuatu yang terasa spesial ketika acara seperti Festival Film Bandung digelar di kota ini.

Bandung memang selalu punya hubungan yang unik dengan kreativitas.

Kota ini dipenuhi oleh orang-orang yang suka membuat sesuatu.

Musik.

Film.

Seni.

Tulisan.

Konten.

Desain.

Dan tentu saja, cerita.

Maka ketika malam puncak Festival Film Bandung 2026 digelar di Bandung, saya merasa seperti melihat satu bagian dari identitas kota ini sedang dirayakan.

Bukan hanya tentang siapa yang menang.

Tetapi tentang bagaimana kreativitas terus hidup.

Tentang bagaimana sebuah cerita bisa berawal dari mana saja.

Dari sebuah pengalaman pribadi.

Dari percakapan.

Dari keluarga.

Dari keresahan.

Atau bahkan dari sebuah pertanyaan sederhana:

“Bagaimana kalau cerita ini dijadikan film?”

Dan mungkin dari pertanyaan sederhana itulah, lahir karya-karya yang suatu hari nanti akan berdiri di panggung penghargaan.

Dan Festival Film Bandung 2026 memberikan banyak cerita untuk dibawa pulang.

Sampai jumpa di cerita berikutnya.

Karena selama masih ada manusia yang ingin bercerita, akan selalu ada cerita yang layak untuk ditonton, ditulis, dan dikenang.


Sampai jumpa pada postingan selanjutnya,


Tian lustiana 

Rabu, 23 Januari 2019

Belajar Membuat Journal di Acara Kreatif Pasti Sukses Bersama Standard Pen

Belajar Membuat Journal di Acara Kreatif Pasti Sukses Bersama Standard Pen

Bismillah,

Ada yang suka nulis buku harian?
Duh kayak anak remaja aja sih isi - isi buku harian, hehe.
Entah, apa karena kebiasaan atau apa. Saya tuh sejak dulu emang paling suka corat - coret di buku harian. Jadi setiap tahun saya selalu beli planner, dan itu saya masukkan ke dalam budget tahunan. Jadi udah kebiasaan kali yah, jadi susah dihilanginnya.

Kreatif pasti sukses

Apalagi dulu ketika remaja, saya termasuk anak yang introvert jadi susah banget ungkapin perasaan / isi hati ke orang lain, salah satu yang bikin saya nyaman ya saya nulis di buku harian. Semacam ada rasa plong gitu kalau udah nulis dibuku harian tuh, lega banget rasanya. 

Kebiasaan ini saya bawa sampai sekarang, udah punya anak 10 tahun. Saya masih memiliki kebiasaan menulis buku harian. Apa saja isinya? Banyak, mulai dari belanjaan saya, perasaan, apa yang saya makan dan hal lainnya yang saya lakukan. Saya biasanya nulis buku harian itu pas mau tidur, udah sholat isya udah skincare an baru deh nulis buku harian. Setelah selesai, tidur deh. Dan itu rutin saya lakukan. Kadang kalau pas iseng saya baca - baca lagi buku  harian tahun lalu suka senyam senyum sendiri. Saya marah dan kesal pun saya tuliskan, haha. Bahkan saya punya cicilan pun, saya tulisin juga. Ya siapa tau usia saya pendek dan ketika meninggal saya masih punya cicilan tupperware, ya kan? Jadi masih bisa dibayarin sama suami tar. Ya gak? 

Kreatif-pasti-sukses


Menulis buku harian atau planner itu buat saya semacam healing, membantu saya mengasah ingatan dan sebagai me time. Apalagi nih sekarang saya lagi belajar nge bujo, bullet journal. Lagi kekinian kan itu? Seneng deh, bikin doodle terus saya warnai, hehe. Kayak ada sisi kebahagiaan baru rasanya. 

Kreatif-pasti-sukses

Karena saya merasa tertarik belajar lebih jauh dengan dunia bullet journal, makanya pas  diajakin sama Nessa buat ikutan saya langsung mengiyakan. Di Ciwalk, Sabtu 19 Januari 2019 kemarin saya dan temen - temen mengikuti acara keren, Kreatif Pasti Sukses. Pas banget, ada sesi bullet journal oleh @Diruangkasa , teh Anggieta. Ada lomba dan workshop bullet journal, cocok banget kan buat saya yang berniat belajar ngebujo. Kalau temen - temen saya sih udah pada mahir, seneng aja liat hasil bujo mereka. Boleh intip di instagramnya @Dydiemainjurnal dan @nesajournal . 

Acara Kreatif Pasti Sukses kemarin diadakan oleh Standard Pen , (@standardpenid) yang mana menyediakan tools buat nge bujo, saya suka yang Twillo, My pen buat nulisnya dan Lite me. Warna - warnanya cakep banget buat menghiasi planner atau bullet journal atau buat warnai doodle juga keren, damn i love it so much.

Kreatif-pasti-sukses


Kreatif-pasti-sukses

Back to acara, jadi kebetulan anak saya , neng Marwah suka juga niru - niru ibunya, nulis buku harian gitu. Makanya kemarin dia ingin ikut juga. Jadilah dia ikut sebagai peserta dengan hanya bayar pendaftaran senilai 15ribu sudah dapat 2 goodie bag isi peralatan tulis dari StandardPen, dia seneng banget loh. Kami para peserta disuruh membuat Bullet journa on the spot, lah saya langsung keder bikin apaan yah. Langsung saya bikin "SELF CARE", bukan SAFE CARE yah, wkkw. Kalau neng Marwah bikin " My Family Birthday " . Seneng banget deh belajar ngebujo nya meskipun sebentar, seenggaknya udah ada bayangan lah dikit tentang bullet journal.

Kreatif-pasti-sukses

Bullet Journal itu apa sih? 

Bullet journal atau orang - orang nyebutnya bujo itu merupakan sistem perencanaan manual atau analog yang bisa membantu kita untuk mengatur dan juga untuk memantau aktivitas sehari - hari, ya mirip - mirip planner hanya bujo ini lebih terencana saja. Dan juga lebih indah, karena memadukan kreativitas dengan tulisan, keren deh.


Apa saja yang  harus disiapkan sebelum nge Bujo ?
  1. Pen (kalau bisa warna - warni biar lucu gengs)
  2. Buku planner ( katanya lebih bagus kalau isinya blank, atau dots) 
  3. Washi Tape ( buat hiasan - hiasan di bullet journal nya nanti biar menambah keindahan yang hakiki gitu)
  4. Penggaris, lem, dll 
  5. Bullet Journal inspiration ( saya biasanya suka nyari di pinterest, keren - keren ) 
  6. Dan masih banyak lagi, tapi buat pemula saya rasa cukup lah. 
Kreatif-pasti-sukses

Apa saja yang bisa dibuat dalam Bullet Journal? 

Untuk awal, kita konsep perencanaan dulu deh buat ngelacak aktivitas sehari - hari. Kemarin pas acara Kreatif Pasti Sukses itu, teh Anggieta bilang awalnya bikin halaman index buat menjelaskan simbol - simbol yang akan digunakan buat Bullet Journal nanti. Terus ada Weekly dan daily log  juga untuk memantau aktivitas harian dan mingguan. Untuk ngatur keuangan juga bisa, jadi pengeluaran dan pemasukan keuangan bisa dirinci dengan baik setiap harinya. Di Bullet Journal juga bisa bikin mood tracker, jadi bisa mantau mood. Habit tracker juga bisa dimasukin, misalnya rutinitas minum apakah baik atau tidak dan habit lainnya yang bisa dikreativitaskan. Untuk urusan masak dan belanja juga saya rinci, jadi sekarang lebih detail lagi. 

Kreatif-pasti-sukses


Saya juga menuliskan harapan dan impian saya di Bullet Journal, sebagai motivasi. Untuk Blog planner juga saya rinci, saya mulai nge draft atau udah publish postingannya. Jadi aktivitas blog saya makin rinci, senengnya. 

Gimana? Asik kan mainan Bullet Journal? Temen - temen ada yang sudah main Bullet Journal juga? Sharing yuk!




            With Love,

           Tian Lustiana 











Kamis, 17 Mei 2018

Inilah Dua Finalis Sunsilk Hijab Hunt 2018 Dari Bandung

Inilah Dua Finalis Sunsilk Hijab Hunt 2018 Dari Bandung

Assalamualaikum, 

Temen - temen sudah tau kan ajang kontes muslimah berbakat yang diselenggarakan oleh Detik.com sejak tahun 2012 itu? Ada yang tau? Yess, benar jawabannya. Sunsilk Hijab Hunt adalah ajang keren yang memilih muslimah berbakat, pintar, cantik dan juga memiliki ahlak baik untuk menjadi pemenangnya. Perhelatan ini kembali lagi ditahun 2018, digelar di 7 kota. Bandung menjadi kota ke - 6 sebelumnya sudah digelar di Surabaya, Palembang, Medan, Yogyakarta dan Makassar, nanti kota ke - 7 bakalan diadakan di Jakarta sebagai kota penutup. 


Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2018 di Bandung berlangsung hari Sabtu, 12 Mei 2018. Kebetulan nih saya dan beberapa teman janjian kesana, penasaran sama mojang - mojang Bandung yang akan bertanding dan menjadi finalis untuk ikut ke tahap berikutnya. 

Senin, 16 April 2018

Menikmati Keindahan, Budaya dan Sejarah Kota Yogyakarta Bersama Mandiri Jogja Marathon 2018

Menikmati Keindahan, Budaya dan Sejarah Kota Yogyakarta Bersama Mandiri Jogja Marathon 2018

Assalamualaikum, 

Menikmati Keindahan, Budaya dan Sejarah Kota Yogyakarta Bersama Mandiri Jogja Marathon 2018. Hari minggu, 15 April 2018 kemarin ada event olahraga keren di Yogyakarta, Mandiri Jogja Marathon 2018, acara marathon yang diikuti para pelari dari Indonesia dan juga beberapa negara lain yang berkumpul di sekitaran Prambanan. Pesertanya sampai 8000 pelari loh gaes, kebayang yah kawasan Prambanan penuh. 


Acara Mandiri Jogja Marathon ini dipersembahkan oleh Bank Mandiri yang bekerjasama dengan Pemerintahan Provinsi DI. Yogyakarta. Pada acara ini ada beberapa kategori yang dipertandingkan, diantaranya : full marathon (42,195 km), half marathon (21km), 10km dan juga 5km. 

Dalam perhelatan Mandiri Jogja Marathon ini bukan hanya bicara soal olahraga loh, namun juga ada keindahan, budaya dan juga sejarah kota Yogyakarta yang bisa ditemukan sepanjang acara ini. 



Pelari yang mengikuti Mandiri Jogja Marathon 2018 ini akan melewati atau melintasi lokasi tujuan wisata disekitarnya seperti akan melewati Candi Prambanan, Candi Plaosan, Monumen Taruna dan juga akan melewati kawasan pertanian serta lingkungan pedesaan yang indah, tentu ini akan membuat para pelari tetap dimanjakan keindahan meski sedang berkompetisi. Rute lintasan ini tentu saja strategi keren ya untuk menunjukkan indahnya wisata Yogyakarta. Diharapkan setelah acara ini kedepannya kunjungan wisata ke Yogyakarta dan sekitarnya akan semakin meningkat, aamiin ya. 

Dan yang bikin saya berdecak kagum akan acara ini adalah skala nya Internasional bo, yess karena para pelari bukan hanya dari Indonesia namun juga ada dari Negara - Negara lain seperti Malaysia, Kenya, Brunei Darussalam, Filipina, Australia, China, Brazil, Irlandia dan juga ada dari Jepang dan India. Keren!!! 

Mandiri Jogja Marathon ini juga berkeinginan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar Yogyakarta. Makanya kolaborasi pun dilakukan dengan berbagai pihak seperti Pemkab Sleman, Kepolisian Yogyakarta, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan juga Ratu Boko. Memang seharusnya gitu ya kalau event digelar, harus ada kerjasama yang saling sinergi kan. Bukan hanya soal budaya dan wisata, Bank Mandiri juga melakukan kerjasama dengan pelaku ekonomi lokal loh, keren. Ini sekaligus memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah disekitar lokasi. Memperkuat dan memberikan nilai tambah pada pelaku ekonomi lokal juga loh. Dengan adanya kuliner khas Jogja dan juga jajanan pasar yang buka stand disana, dan semuanya lokal dari gudeg sampai cemilan dan jajanan khas Jogja. 
Acara Mandiri Jogja Marathon ini juga memajukan para petani, karena pada acara ini tim Bank Mandiri membeli 8ribu pisang dari berbagai penjual di wilayah Jogja loh. Para pelari dan pengunjung bisa ikut menikmati pisang - pisang yang enak ini di race village Mandiri Jogja Marathon. 
Pokoknya semua ini dilakukan untuk menambah value perekonomian lokal seperti bekerjasama dengan berbagai hotel dan pelaku ekonomi lokal ini kan sebuah bukti nyata ya mendukung pelaku ekonomi lokal. Jajanan pasar dan kuliner keraton khas Yogyakarta. 





Memasyarakatkan Cashless Society 

Bank Mandiri sudah menyiapkan jaringan pembayaran non tunai, ini dilakukan untuk kelancaran transaksi. Jadi skema transaksi non tunai ini adalah bagian dari upaya Bank Mandiri untuk memasyarakatkan cashless society yang sudah dicanangkan pemerintah setempat. 
Dibantu oleh race organizer, Bank Mandiri melakukan sosialisasi dan juga penyebaran informasi rute marathon ini melalui berbagai media komunikasi supaya masyarakat bisa memilih alternatif rute lain kalau harus bepergian. Seputar rute bisa diakses di www.mandirijogjamarathon.com . 
Direktur pemasaran TWC, Sahala Parlindungan Siahaan mengemukakan bahwa TWC sangat mendukung penyelenggaraan event ini, karena event ini mampu mendorong pengembangan wisata di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. 
Racepack Collection
Para peserta yang sudah terdafar di ajang Mandiri Jogja Marathon 2018 kemarin bisa melakukan pengambilan jersey dan kelengkapan lari di racepack collection yang diselenggarakan sebelum acara kemarin yakni pada tanggal 12 - 14 April 2018 di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta.

Penyaluran CSR 

Bank Mandiri menyalurkan bantuan senilai RP. 1 M untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan juga sarana umum di wilayah kabupaten Sleman. Penyerahan dilakukan secara simbolik oleh Vice President Corporate Communication Bank Mandiri, Maristella Tri Haryanti kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan KAwasan permukiman, Sapto Winarno di Yogyakarta. 

Tim Bank Mandiri berharap kehadiran Bank Mandiri bisa memberikan nilai tambah yang positif bagi masyarakat sekitarnya. Melalui bantian ini, Bank Mandiri berharap aktivitas masyarakat di wilayah Sleman dan sekitarnya lebih lancar lagi dan juga perekonomian lokalnya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. 




Wassalam,


Tian Lustiana