Pekan 3, 30 Hari Bercerita

Bismillahirrahmanirrahiim, 

Alhamdulillah , i'm proud to my self yang sudah bisa bertahan dan konsisten ngikutin challenge 30 hari bercerita ini. Sudah sampai pekan 3 nih, ya Allah hebat sekali Tian. Meskipun kadang ada keinginan untuk menyerah namun semangat kembali, yuk Tian bisa yuk! 

Ini tulisan saya selama pekan ke-3. 



16/365

RINDU 

Beberapa waktu ini ketika melihat teman - teman yang sedang berkunjung ke Baitullah kok hati merasa beda, ada rasa rindu yang mencekam. Rasa rindu, padahal sebelumnya saya belum pernah ke Baitullah namun entah mengapa kerinduan itu semakin menjadi. 

Mungkin sebagai muslimah yang akan selalu merindukan rumah Allah Ajja Wa Jalla dan semua mengharapkan ingin bisa merasakan beribadah langsung dan menikmati kenikmatan bersujud di Masjidil Haram. 


Terbayang, akan ada rasa bahagia ketika bisa berziarah ke makam Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam  , para Nabiyullah dan para Sahabat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. Ah, membayangkannya saja sudah terasa indahnya bagaimana jika saya bisa pergi kesana? 


Tian, keinginan saja belum cukup menjadi bekal untuk bisa ke Baitullah. Masih banyak lainnya yang harus dilakukan, selain hal materi. Namun saya percaya akan jalur langit, saya yakin bahwa suatu hari nanti saya bisa berdoa dan bersujud disana. Merasakan nikmatnya Mekkah - Madinah, aamiin. 


Semoga Allah Ajja Wa Jalla mengundang dan juga memampukan saya untuk bisa berkunjung ke rumah NYA. 


Aamiin Allahummaamiin. 



17/365

Hampir saja menyerah 

Ayo, Tian semangat! 

Sudah mulai kendor nih untuk ikutan challenge 30 Hari Bercerita. Kesibukan memang akan selalu menjadi alasan, padahal nyatanya rasa malas yang menjadi penyebab. 

Banyak cerita yang ingin diungkapkan, ada rasa kesal, marah dan murka. Namun banyak juga cerita tentang rasa bahagia dan takjub, Masya Allah Tabarakallah


.


Kadang yang membuat kita merasakan semua perasaan itu adalah kita sendiri sebagai penyebabnya? Betul? Namun sering juga kita menyalahkan orang lain. Ah, manusia memang begitu yah. 


Yuk, selalu bahagia! 




18/365

SCREENSHOT 

Oke, mari kita bercerita tentang screenshot. Banyak sih hasil screenshot yang ada di smartphone saya, ada bukti transfer, quotes keren, nilai ujian, status bahkan chat dengan orang lain yang terasa pantas untuk discreenshot. Meski lupa alasannya kenapa? 


Dan ini adalah screenshot yang paling saya ingat alasannya, saya screenshot foto ini, dalam hati terbesit, ini adalah dua lelaki yang selalu saya sayang, dua lelaki yang selalu menjaga saya dan dua lelaki ini yang menjadi perantara saya masuk Surga kelak, aamiin.


Dua lelaki ini yang begitu tulus menyayangi tanpa inginkan balasan, keduanya yang sangat paham akan sifat - sifat saya, ah semoga Allah selalu merahmati almarhum Bapak Rahimahullah dan memberikan umur panjang serta kesehatan untuk suami. 


Terimakasih ya Allah sudah memberikan dua lelaki hebat ini dalam kehidupan saya. 




19/365

Selama Babakan Siliwangi hadir, 2018. Saya terhitung baru dua kali kesana. Pertama pas awal pembukaan, sekitaran tahun 2018 itu. Dan kemarin awal tahun 2023. Hmm padahal lokasi Baksil ini tidak terlalu jauh dari rumah, namun kok berat ya kaki melangkah. 


Padahal di Baksil ini bisa jalan sehat santai. Mengitari forest walk yang terbentang hingga 2.3km dengan tinggi 2 meter dari permukaan tanah. Lumayan capek sih, namun senang apalagi dimanjakan dengan suara kicauan burung dan juga udara yang segar serta pemandangan hijau. 


Forest walk ini berkelok - kelok medannya karena memang ngikutin pohon yang ada dan  jangan kaget jika nanti tiba - tiba ada yang bolong juga pas tengah jalan, ini untuk pohon yang batangnya kecil dan nantinya akan tumbuh di area lintasan forest walk ini pohonnya tetap tumbuh. 

Ah jadi kangen ingin kesana lagi deh. Temen - temen ada yang pernah kesana juga? Gimana seru kan? 

Oiya baca keseruan saya berjalan di Baksil yaaa : https://www.tianlustiana.com/2023/01/babakan-siliwangi-hutan-di-tengah-kota.html 



20/365

"Pokoknya, itinerary hari pertama langsung Candi Borobudur ya, Gin. Soalnya pengen bawa neng Marwah ke Candi, nah sisanya mah bebas kemana aja. Nu penting ka Candi."


Itu yang saya inginkan ketika menyambangi Yogyakarta. Setelah puluhan tahun akhirnya saya bisa ke Candi Borobudur yang letaknya lumayan jauh dari Jogja, kala itu kami menggunakan grabcar dari daerah Diponegoro ke Candi Borobudur. 


Pagi sekali, setelah sarapan langsung pesan grabcar sekitar 180ribuan dengan jarak tempuh kurang lebih 36.8km. Setelah kurang lebih 1 jam an akhirnya sampai juga di Candi yang megah ini.



Candi Borobudur ini tuh kaitannya erat sama dua dinasti yang besar, dinasti ini tuh dulu adalah penguasa tanah jawa, Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra, langsung flashback kan ke masa pelajaran sejarah dulu? Hehe. Nah kedua dinasti ini tuh keduanya sama - sama penganut agama Budha yang taat. Rasa taatnya itu diwujudkan dalam bentuk membangun kuil - kuil untuk memuja dewa - dewa mereka. 


Ternyata, Candi Borobudur pernah mengalami kehancuran loh sebelum akhirnya ditemukan oleh Sir Thomas Stanford Raffles pas dulu Inggris sedang menjajah, semua komplek Candi Borobudur ini tertimbun abu vulkanik gunung merapi dan ditumbuhi banyak pohon - pohon lebat. Setelah ditemukan, kemudian dilakukan proses penggalian dan juga dibersihkan kawasan Candi Borobudur ini sampai pemugaran awal. Kira - kira tahun 1973 pemerintahan Indonesia mulai melakukan pemugaran total dibantu UNESCO sampai akhirnya terjaga lah Candi Borobudur yang saya kunjungi sekarang ini.


Buat yang penasaran ingin baca pengalaman saya , Marwah dan teman - temen ke Candi Borobudur bisa langsung baca tulisan lama saya di : 

https://www.tianlustiana.com/2019/11/candi-borobudur.html 


21/365

Dear Tian Lustiana 

Hidup ini sangat berat, hari - hari itu kadang tidak sesuai rencana. Namun kamu hebat karena pertolongan Allah bisa bertahan di setiap situasi.


Dalam setiap bisikan doa yang lirih dan lembut, hatiku selalu mengatakan “Ayo Tian kamu harus kuat dan tegar”. Terimakasih untuk diriku yang sudah berjuang untuk kuat, yang sudah tabah dan selalu menerima setiap amukan badai.



Tian, setiap kehidupan ini diwarnai dengan kesulitan, akan selalu dipeluk tangan kebencian. Namun tetap tenang meskipun dicerca dan direndahkan, stay calm meskipun kerap menangis dan meratap dalam perjuangan yang keras. 


Tian, kenalan lagi yuk dengan diri sendiri, tidak susah loh mengenal diri sendiri namun jarang sekali dilakukan. Kenali diri supaya lebih dalam lagi dalam bermuhasabah, karena itu bisa melihat segala salah dalam diri, basuh diri dengan bantuan Allah, pahami diri dengan banyak mentadabburi Al Quran dan memahami setiap maknanya. 


Jika banyak luka, banyak asa dan angan - angan yuk berdamai lagi dengan diri sendiri jangan sampai tenggelam. 


Tian Lustiana, terimakasih ya untuk selalu kuat dan tetap tegar, meskipun kadang langkah suka gontai ingin berhenti. Kadang juga airmata suka susah terbendungkan, ingin nyerah dan pergi. Namun kuatkan hati lagi bahwa saya kuat dan hebat karena ada Allah yang selalu menjadi pelindung. 




22/365

Minggu pagi, biasanya aktivitas saya ke pasar. Namun berbeda dengan hari minggu ini. Saya dan beberapa teman blogger akan menghadiri acara Beasiswa Pelatihan Content Creator Photography yang digelar oleh Sandination, tempatnya di Upnormal Roaster Bandung. 



Semangat mengikuti acara ini karena memang butuh ilmunya, selain sharing dari bapak Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif ini juga ada ilmu bermanfaat lainnya dari content creator mbak @zataLigouw , ilmu photography dari mas Sutan dan ilmu promosi dari mbak Reni. Sungguh hari minggu yang bermanfaat. 


Setelah pelatihan ini semoga makin banyak ya kalangan muda yang lahir berkarakter pemimpin yang bisa membuka lowongan pekerjaan. Yuk selalu bisa menangkap peluang, menjadi diri sendiri, gunakan kekuatan jaringan dan ciptakan peluang usaha serta lapangan kerja. Yuk makin kreatif!! 


Semoga pekan - 4 saya masih bisa bertahan dan konsisten menulis yah. Bukan hanya menulis di caption instagram namun juga bisa menulis rutin di blog. Aamiin. 


30 Hari Bercerita, Pekan 1 

30 hari Bercerita, pekan 2 



See you,

Tian Lustiana 



1 komentar

  1. Berhenti sejenak di tulisan 18/365, awalnya tersenyum miring dengan screenshoot tapi pas baca dua orang laki-laki yang menyayangi di dunia ini. Bener banget ayah dan suami, beruntung kalau bisa punya keduanya secara bersamaan pasti. Terima kasih atas suguhan karyanya yang indah!

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.
EmoticonEmoticon