30 Hari Bercerita, Pekan 2

Bismillahirahmanirrahiim,

Waktu memang sangat cepat berlalu, tidak terasa sudah memasuki pekan2 diawal tahun ini. Alhamdulillah saya masih bisa konsisten mengikuti #30HariBercerita , bahagia rasanya karena saya masih bisa setia nih ikutan challenge ini.




Ternyata banyak sekali cerita yang bisa kita tuliskan, untuk dikenang kemudian. Mungkin nanti, tulisan ini akan dikenang, mungkin dengan tertawa atau bahkan bersedih.

Inilah cerita saya selama sepekan di pekan kedua Januari 2023.


8/365

Ratusan hari tanpa bapak


Bukan tidak ikhlas, bukan. 

Hanya masih rindu. 

Masih sering dilanda rasa kangen yang luar biasa. Masih merasa kurang menghabiskan waktu bersama, masih merasa kurang membahagiakan selama hidupnya. 


Manusia memang selalu menyesal, menyesal setelah tiada. Sedangkan dikala masih ada malah menyia - nyiakan waktu bersama, ah betapa manusia penuh dengan kelemahan. 



Gunakan waktu dengan yang kau sayangi, jangan sampai ada penyesalan diakhir, karena sungguh itu tiada guna. Jangan pula buang waktu percuma dengan hal yang tidak ada guna. Waktu sangat berharga, sedetikpun kelak akan kena hisab, Wallahualambishowab. 




#30hbc2308

#30haribercerita

#CeritaTian

#DiarypinkTian  #BandungBercerita 



9/365


Abadikan cerita dan kenangan dalam sebuah foto dan video. Itu yang sering saya lakukan beberapa waktu ini. Bukan untuk pamer, bukan pula untuk menyindir. Semua dilakukan untuk menyimpan memori, untuk menyimpan kenangan. 


Karena sekarang, memotret atau mendokumentasikan melalui video merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan. Dan mengabadikan kenangan.



Seperti dalam foto ini, ini beberapa tahun yang lalu. Ketika usia anak masih kecil dan sekarang anaknya sudah remaja, mereka akan takjub melihat ini, moment ketika mereka kecil. 


Fotografi itu adalah media yang paling hebat dari ekspresi dan juga pesan, memberikan berbagai macam bentuk pemikiran, ungkapan dan eksekusi. 



Mana suaranya yang suka mengabadikan kenangan dengan foto atau video? 





#30hbc2309

#30haribercerita

#CeritaTian

#DiarypinkTian  #BandungBercerita 





10/365


LORONG IKEA 


Beberapa tahun belakangan seliweran di timeline instagram berfoto di lorong warehouse IKEA , dan hasrat serupa pun terbesit. Ingin foto di lorong kekinian itu, sampai akhirnya Bandung juga punya IKEA , ya meski agak jauh dari Bandung kota sih, namun cukup bayar 5ribu saja menggunakan Bis Trans Metro Pasundan. 


Finally bisa merasakan berswafoto di lorong itu. Ini foto lama, tahun lalu. Namun baru sempat bercerita hari ini tentang keseruan hari itu. Memasuki IKEA dengan penuh antusias, melihat berbagai macam produk yang tertata dengan cantik disetiap layout ruangan yang menarik. Terus berjalan melihat banyak produk - produk, namun untung saja tidak tertarik belanja karena berniat untuk berfoto di lorong itu. 


Setelah menemukan lorong itu, hatipun bahagia. Karena memang bahagia itu sangat sederhana, bagaimana cara kita membuat hati bahagia? ya berbahagialah. 


Setelah lelah berjalan mencari lorong dan berswafoto, kami pun lapar dan langsung mengunjungi foodcourt untuk menikmati Swedia meatballs yang juga menjadi primadona di IKEA.


Lengkapnya bisa langsung baca di : https://www.tianlustiana.com/2023/01/jalan-jalan-ke-ikea-padalarang.html 




#30hbc2310

#30haribercerita

#CeritaTian

#DiarypinkTian  #BandungBercerita 




11/365


10 Tahun Yang Lalu 


Waktu memang terasa cepat sekali berlalu, rasanya baru kemarin mengantarkan neng Marwah TK A, sekarang sudah kelas 8. Masih teringat jelas ketika mengantarkan neng Marwah TK dan selalu berkata “ Bu nanti kalau aku sudah besar ibu gak akan kerja lagi kan?” Dan aku hanya tersenyum, nyatanya sampai sekarang neng berusia 14 tahun nyatanya ibu masih bekerja. Ibu masih belum bisa mengantar dan menjemputmu setiap saat, namun ibu akan selalu berusaha menyempatkan waktu untuk bisa menjemput meski tidak sering. 


Ibu juga masih ingat, ketika TK A neng Marwah suka sekali bilang nanti aku kalau sudah besar sudah SMP mau pintar mengaji dan menggunakan jilbab terus ya bu, supaya aku menjadi anak solehah. Ah, mata ini langsung terasa pedas, tanpa terasa ibu menangis. Terharu. 

Dan kini alhamdulillah neng Insya Allah menjadi anak solehah yah nak. 


10 tahun lalu juga neng seringkali ngobrol dengan bapak (kakek) bahwa nanti kalau sudah SMP neng mau dianter dan dijemput sama bapak, tapi nyatanya sekarang bapak belum sekalipun melihat neng menggunakan seragam SMP, bapak sudah terlebih dulu dipanggil Allah. 


Ah, 10 tahun itu sunggu sebentar. Tidak lama, waktu memang si pencuri ulung. Harus benar - benar kita gunakan dengan sebaik mungkin, jangan sampai waktu menusuk kita. 


Apa cerita 10 tahun yang lalu mu? 




#30hbc2311 #30hbc10tahun 

#30haribercerita

#CeritaTian

#DiarypinkTian  #BandungBercerita 




12/365


Sudah berkali - kali saya menanyakan pada neng Marwah “ apakah sudah berani jika suatu waktu ibu, ayah atau saudara lain berhalangan untuk menjemput kemudian dijemput ojek online?” Dan berkali - kali juga neng Marwah menjawab nggak mau dan nggak berani. 


Jadi setiap tidak ada yang bisa menjemput, saya dari Soekarno Hatta ke Antapani untuk menjemputnya, karena memang tidak tega juga memaksa jika memang neng Marwah nya belum berani. 


Hingga kemarin, saya memberanikan diri untuk “tega” sama neng Marwah mau tidak mau dia tetap akan dijemput ojek online karena memang tidak ada yang bisa menjemputnya. 


Hati ini rasanya tidak tega dan berdebar, deg - deg an aja sepanjang neng Marwah dijemput sama ojol, saya cek terus pergerakannya ada dimana dan sudah sampai mana. Sampai akhirnya neng Marwah sampai rumah dan hati pun mendadak tenang. 


Terimakasih neng Marwah sudah bekerjasama dan sudah mau memahami ibu ya nak, maafkan ibu kalau harus memaksa neng untuk mau padahal mungkin neng belum berani. Tapi ibu bangga loh neng sudah berani. Hebat!!! 


Duh sebegitunya seorang ibu yah mengkhawatirkan anaknya. 





#30hbc2312

#30haribercerita

#CeritaTian

#DiarypinkTian  #BandungBercerita 





13/365


SAMUDRA RAKSA 


Ada yang pernah mengunjugi Museum Kapal Samudra Raksa? 


Saya ingat benar, ketika waktu itu setelah perjalanan dari Candi Borobudur, masih disekitaran Candi, letaknya di zona penyangga II saya terpesona sama mbak - mbak yang menawarkan untuk melihat museum kapal ini. Marwah juga penasaran dan ingin masuk. 


Museum ini dibuat untuk mengingatkan kita semua pada kejayaan nenek moyang yang sudah berhasil mengarungi Samudera Hindia, bahkan sampai ke Wilayah Afrika. 


Dalam museum ini dipamerkan kapal yang panjangnya sekitra 18,25m dengan lebar 4,5m. 

Kapal Samudra Raksa ini sudah menempuh jalur kayu manis yaitu jalur yang ditempuh nenek moyang pada abad ke - 8. 


Kapal samudraraksa ini tuh menurut sejarahnya dibuat di Pulau Pagerungan Kecil yang berada di Kepulauan Sapeken, Sumenep Madura, Jawa Timur. Assad Abdullah pembuat kapalnya. Pelayaran yang dilakukan pertama kalinya ke Banyuwangi dan kemudian dilanjutkan ke pesisir Jawa, yaitu ke Banyuwangi lantas ke Surabaya, Surabaya - Semarang dan Semarang - Jakarta. Kapal Samudraraksa, pada tanggal 17 Agustus 2003 diresmikan keberangkatannya dan kemudian diberikan nama Samudraraksa, alias penjaga samudra nusantara.


Memasuki museum ini kita akan diingatkan kembali tentang sejarah, loh. Ada sinema interaktif petualangan Raka Samudraraksa ke setiap abad. Dari mulai pembangunan candi Borobudur sampai ke Jalur Sutera, pokoknya anak-anak akan happy belajar sejarah disini. 


Temen - temen bisa baca lengkap ceritanya di blog saya yah. 



https://www.tianlustiana.com/2020/04/museum-kapal-samudraraksa-borobudur.html 




#30hbc2313

#30haribercerita

#CeritaTian

#DiarypinkTian  #BandungBercerita 






14/365


JARAK YANG SANGAT TIPIS 


Tidak pernah terbesit sedikitpun akan kehilangan bapak Rahimahullah secepat ini, tak ada pertanda apapun. Padahal beberapa hari lalu masih video call saling menguatkan dan bertanya kabar, sungguh tidak pernah membayangkan akan secepat ini bapak Rahimahullah meninggalkan kami. 


Ah, rindu sekali. Kerinduan ini hanya bisa memberikan doa dan istighfar untuk almarhum bapak Rahimahullah. 


Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. 


Kadang memang seperti itu ketika mendengar kabar kepergian yang abadi, akan banyak lontaran dari mulut ketika kita kehilangan, menganggap semuanya serba mendadak. Padahal tidak! 


Mendadak menurut manusia namun nyatanya semua ini sudah tertulis di Lauhul Mahfudz semenjak roh ditiupkan dalam rahim ibu. Kematian itu sesungguhnya rahasia ALLAH AZZA WA JALLA. 


Terkadang, saya suka berpikir bahwa jarak kita dengan kematian itu sangatlah tipis, tidak bisa dibandingkan seberapa tipisnya. Mungkin bisa lebih tipis dari benang atau tisu, we never know. 


Saya selalu memikirkan tentang bagaimana cara agar hidup enak, namun saya suka lupa untuk memikirkan bagaimana supaya saya bisa meninggal dengan enak, ya Allah. 


Karena begitu tipis jarak kita dengan kematian, sampai - sampai kita tidak akan pernah tahu kapan kematian itu akan menjemput. Wallahualam bissawab. 





#30hbc23Jarak #KarsaBercerita 

#30hbc2314

#30haribercerita

#CeritaTian

#DiarypinkTian  #BandungBercerita  




15/365


Braga 


“Mau foto di Braga ah!”

“Nanti antar ke Braga yah”

Beberapa teman yang berwisata ke Bandung pasti selalu minta diantarkan ke kawasan Braga untuk sekedar berswafoto atau nongkrong disana. 


Braga memang memiliki daya tarik tersendiri, punya magnet khas yang bikin rindu dan ingin kembali. Belum lagi jajaran bangunan tua yang kokoh dan menawan yang oke banget dijadikan latar foto membuat Braga makih dicinta. 


Braga memang memiliki daya tarik tersendiri untuk para turis atau pun para warga Bandung. Kawasan Braga itu menjadi salah satu bukti sejarah yang sampai saat ini masih berdiri kokoh dan megah dengan banyak ceritanya. Jalan Braga sudah ada sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda, disini pula anak - anak muda gaul Bandung biasanya nongkrong menghabiskan malam minggu. 



Catatan sejarah mengatakan, jalan Braga ini dulu pernah loh dijuluki sebagai jalan culik, jalannya angker dan juga sering menghilangkan banyak orang sampai nyawa melayang. Terjadi pas agresi militer, jalan ini tuh sangat rawan dilewati. 


Tapi sekarang?

Kawasan Braga selalu ramai, apalagi jelang malam. Uh banyak sekali yang berdatangan sekedar untuk berfoto atau menjajal kuliner Bandung.


Ada yang pernah ke Braga dan memotretnya? 





#30hbc2315

#30haribercerita

#CeritaTian

#DiarypinkTian  #BandungBercerita 


Teman - teman yang ikutan 30 Hari Bercerita apakah masih konsisten membagikan ceritanya? 



30HariBercerita, Pekan 1

See you,


Tian lustiana 

Add Comments

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.
EmoticonEmoticon