Tianlustiana.com - Pernah duduk berjam - jam depan laptop, atau baca buku atau pas di kelas? Tapi sama sekali ga ada yang masuk dan malah bingung sendiri. Aku sih, pernah. Sering malah, hehe. Apalagi pas ada kelas tahsin, tajwid, digital atau kelas lainnya, bukannya fokus kok malah terasa hilang semua yang dipelajari.
Sebagai seorang ibu, content creator, blogger, digital marketing dan peran lainnya plus usia yang sudah tidak muda lagi, saya alhamdulillah masih senang upgrade skill, masih senang belajar dan ingin terus berkembang. Tapi suka merasa waktu nya kok merasa sempit yah.
Dan, finally menemukan sesuatu hal yang menyadarkan, ternyata masalah itu bukan karena "kurang belajar" namun karena "cara belajar yang kurang tepat". Harus punya metode belajar, sederhana namun tetap powerful.
Oke, saya share ya beberapa tips yang sudah saya terapkan dan alhamdulillah works.
SUSAH FOKUS? COBA TEKNIK PODOMORO
Pernah merasa hari berat banget? Buka buku aja kok rasanya berat banget. Baru buka 10 menit aja pikiran sudah kemana - mana, padahal biasanya kalau baca buku itu biasanya happy dan bisa menyelesaikan satu buku sampai 30 menit.
Mencoba teknik podomoro, belajar 25 menit, istirahay 5 menit. Simple banget kan? Tapi itu jurus utama, kunci utama. Otak kita akan lebih mudah fokus dalam waktu pendek, dibandingkan jika dipaksa untuk konsentrasi berjam - jam. Istirahat kecil itu bikin energi kita reset.
SUDAH BACA BERKALI - KALI TAPI TETAP NGGAK PAHAM?
Ini masalah paling menyebalkan. Udah baca dengan seksama tapi kok belum paham aja. Ternyata kalau belum paham itu bukan terus membaca nya. Ya karena belajar itu bukan seberapa banyak materi yang kita baca namun seberapa aktif kita memproses.
Makanya, beralih ke latihan soal, quiz kecil dan menulis ulang. Ketika menulis kan artinya sambil membaca. Hasilnya akan lebih terasa, karena otak kita "dipaksa kerja" bukan hanya menerima materi.
GAMPANG LUPA? COBAIN FLASHCARD
Ternyata masalah pelupa itu bukan hanya karena usia. Banyak yang usianya dibawah saya, eh sama ngeluh suka lupaan juga. Dan solusi yang paling jitu adalah flashcard dengan sistem pengulangan (spaced repetition).
Menarik banget, karena metode ini bekerja sesuai cara otak kita menyimpan memori, diulang tepat sebelum kita benar - benar lupa. Jadi bukan hanya harus belajar terus - terusan namun belajar dengan timing yang tepat.
BELAJAR TERASA MEMBOSANKAN?
Jujurly, belajar memang tidak selalu menyenangkan. Tapi kadang suka diakali otak ini dengan memberikan sistem reward.
Cobain deh :
- Setiap selesai belajar, berikan poin
- Buat target harian
- Berikan reward kecil (seperti nonton, ngemil atau me time)

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Lebih seringnya terdistraksi layar hape yang sellau menggoda.
BalasHapusMakanya sangat dukung banget yang menanamkan waktu khusus untuk pegang gawai bagi anak anaknya
Soalnya terasa sekali kalau mood belajar sudah diganggu sama screen time
Asiik asikkk
BalasHapusini metode2 yg bisa dicoba buat anak atau ponakan. Karena memang gaya belajar orang berlainan kan.
Jadii kita kudu explore mana yg paling cocok sesuai karakter masing2.
gaya belajar ortu juga siiyy.
Banyak cara di atas yg dulu aku terapkan juga pas sekolah dan kuliah mba. Terutama yg pakai flashcard.
BalasHapusKalau teknik pomodoro, itu aku pakai sekarang malah. Tiap melakukan sesuatu, pasti pakai timer dulu. 20 menit, nanti istirahat 5 menit. Jadinya memang lebih fokus. Dibanding kalau paksa fokus dalam jangka panjang. 👍👍
Si Sulung kalau belajar terapin teknik podomoro teh 25 menit belajar 5 menit istirahat, kalau aku ga bisa wkwk orangnya ambis kudu selesai belajar jam 9 ya ga istirahat kalau belum bisa :D
BalasHapusIbu saya dulu punya metode unik buat saya agar mudah memahami dan fokus belajar. kalo besok ulangan pas mau belajar saya pasti disuruh mandi, terus suruh pergi ke kebon dan belajar disana.
BalasHapusmemang sih dulu kebon tuh sejuk, ga ada nyamuk dan tenang mungkin maksud ibu saya ke arah situ supaya saya lebih fokus
tips nya bisa langsung dipraktekkan ini, terutama jika seharian di depan layar sepertinya kita harus sebentar menutupnya agar kita kembali ke kehidupan nyata..jadi semacam recharge energi sekaligus buat bergerak agar bdann tidak kaku2 lagi
BalasHapusSetuju pake banget, kalau belajar itu tidak mesti Berjam-jam, terpenting beneran sering sehari minimal sekali luangkan waktu buat belajar. Ini yang aku terapin sedari masa sekolah, kuliah, sampai saat ini.
BalasHapusJadi, emang kudu menemukan metode yang tepat, sehingga kendala malas belajar, mudah lupa, tetap bisa di solusikan secara bijak.
Apalagi kita muslim dapat wejangan, seumur hidup itu harus terus belajar, kecuali masuk ke liang lahat, selesai sudah.
Jujur, makin berumur aku ngrasain kek gitu mbak. Jangankan itu yaaa, misal kek main kata bersambung, orang lain barusan bilang apa aku dah lupa heuheu.
BalasHapusKyknya brain root apa ya haha :P
BTW aku juga sekarang menerapkan teknik podomoro terutama saat bekerja, kek ngetik atau ngedit gitu, aku timerin, lebih efektif di aku.
Trus aku kalau ada DL2 gitu aku janji kalau dah menyelesaikan sekian nanti aku kasi reward diriku haha :P
Setelah jadi ibu terutama mengurus balita, masalahku itu di management waktu. Kaya sulit menemukann waktu untuk fokus dalam rentang yang lama. Adaaa aja distraksinya. Jadinya lama-lama terbiasa dengan ritme sebentar tapi sering. Walaupun hasilnya nggak seefektif kalau bisa fokus dalam waktu lama.
BalasHapusUntuk belajar, aku juga tipe pelupa. Jadi sejak sekolah biasa membuat rangkuman materi yang bisa dibawa ke mana-mana biar lebih gampang belajarnya. Kalau flashcard belum pernah nih.
Diriku merasa diingatkan dan setelah merenung ternyata benar ya, musuh terbesar belajar itu seringkali bukan materinya, melainkan cara kita mengelola fokus dan waktu di tengah kesibukan yang luar biasa.
BalasHapusTeknik Pomodoro dan micro learning benar-benar penyelamat untuk kita yang punya mobilitas tinggi. Ternyata kuncinya memang bukan seberapa lama kita duduk diam, tapi seberapa berkualitas waktu yang kita gunakan.
Bolehlah nanti coba untuk melakukannya juga sendiri
Daku pernah kayak gitu Kak, ada diposisi rasa gak mudeng lewat membaca, yang sampe bolak-balik baca ulang masih gak paham.
BalasHapusJadilah pas pakai teknik lain yang disampaikan secara langsung maupun lewat praktik, eh malah mudeng. Jadinya memang perlu belajar gak hanya dengan satu cara, bisa pakai cara lain