Tianlustiana.com
Halo teman - teman, apa kabarnya nih? 2026 ini saya kok merasa agak malas menulis lagi, padahal menulis itu memulihkan jiwa. Hmm, semoga berawal dari tulisan ini, saya bisa rajin lagi yah.
Dalam tulisan ini saya ingin curhat nih, hehe. Tentang hidup yang serba cepat ini. Setiap pagi, sama aja sih dengan hari - hari yang biasanya. Setelah semua urusan domestik selesai, langsung buka laptop, nyalain notifikasi ponsel, membaca satu per satu pesan yang masuk. Ya, saya biasa mematikan notifikasi ponsel dari malam sampai pagi, pesan dan telepon tetap masuk namun tidak saya lihat, ini baru saya lakukan supaya ketika jam istirahat saya punya waktu berkualitas untuk istirahat.
Setiap pagi, bukan hanya urusan domestik rumah, bukan pula hanya bukain pesan yang masuk, namun tumpukan pekerjaan yang harus segera diselesaikan sesuai deadine. Masih banyak target yang harus dicapai. Membuka beberapa tab sekaligus udah biasa, bahkan bisa sampai 15 tab. Multitasking sekali bukan? Oiya kadang suka sambil nyuci baju sih kalau pas lagi wfh.
Itu normal.
Normal untuk seseorang yang bekerja di dunia digital, betul? Tapi ketika sudah sibuk banget, suka merasa ada yang beda.
Pikiran langsung auto penuh, dada pun terasa sesak dan badan terasa lelah banget. Seakan bukan hanya lelah karena kerja, tapi merasa lelah karena kok ga pernah berhenti yah kerjaan ini, huhuhu.
Terlalu sibuk, sampai lupa bernapas
Hidup kian modern, bergerak dengan sangat cepat yang mengharuskan kita pun terus bergerak. Mulai dari bangun pagi, kerja, kejar target, ngurusin keluarga, memenuhi ekspektasi orang dan semua berulang terus. Ga sadar, kalau setiap hari itu maraton.
Setiap hari itu kita selalu takut tertinggal, takut dianggap nggak produktif, takut terlihat lemah jika berhenti. Padahal ini tubuh dan pikiran membutuhkan jeda. Yang dibutuhkan jeda, liburan sejenak dan menarik napas.
Berhenti sejenak, bukan berarti menyerah
Oke, mari tutup laptop sejenak, keluar rumah tanpa ada beban pekerjaan. Menikmati udara yang lebih segar, yang tidak menyesakkan dada. Supaya ketika menarik napas bisa merasakan lega di dada.
Hal yang sederhana namun sangat menyenangkan dan menenangkan, momen kecil yang membuat saya sadar hal penting : Berhenti sejenak bukan berarti kita kalah, justru ketika berhenti artinya kita memberikan ruang bagi diri sendiri untuk pulih. Memberikan kesempatan untuk pikiran kembali jernih dan memberi ruang untuk hati agar kembali tenang.
Kenapa perlu waktu untuk pulih?
Dunia boleh serba cepat tapi kesehatan mental jangan sampai terlupakan, manusia zaman sekarang itu lebih fokus pada produktivitas dibandingkan keseimbangan hidup, betul? Saya merasakan itu sih. Padahal ketika pikiran kita terlalu lelah, akan ada beberapa hal yang kita alami, diantaranya :
- Stress yang berkepanjangan
- Mental yang kelelahan
- Kesulitan tidur
- Kecemasan yang berlebihan
- Kehilangan motivasi
Dan masih banyak keluhan lainnya. Maka dari itu mari kita beri waktu sejenak, karena dengan berhenti dan memberikan jeda untuk istirahat, bisa membantu untuk :
- Menenangkan pikiran
- Mengurangi stress
- Mengembalikan energi
- Menata hidup yang lebih jernih
Berhenti sebentar agar bisa kembali melangkah dnegan hati yang jauh lebih ringan.
Jika hidup terasa sangat berat, bahkan terlalu berat cobain deh beberapa hal ini :
- Tarik napas perlahan selama beberapa menit, fokus pada napas, ini bisa membuat pikiran kembali tenang.
- Jauhkan smartphone dan gadget lainnya, karena terlalu banyak informasi yang diterima bisa membuat pikiran semakin penuh.
- Duduk dalam keheningan. Tidak perlu melakukan apa - apa, hanya hadir, duduk dan menikmati momen yang ada.
- Ceritakan yang dirasakan, kadang hari ini hanya butuh didengar. Tapi jika tidak ada teman bercerita saya biasanya menuliskan di buku harian, dan itu sangat membantu.
TIDAK SEMUA HAL HARUS DIHADAPI SENDIRIAN....
Hal yang sangat sering terlupakan, ketika hati terasa berat suka maksain menyelesaikan sendirian, disimpan semua sendiri. Padahal berbicara atau bercerita dengan orang lain yang memahami kondisi mental kita bisa menjadi langkah awal untuk kembali pulih.
Tapi ga ada teman bercerita, gimana dong?
Sekarang kan udah banyak layanan yang memudahkan kita untuk konsulyasi tanpa harus datang ke RS langsung. Salah satunya bisa menggunakan aplikasi Halodoc, yang menyediakan layanan konsultasi dengan dokter ataupun psikologi secara online. Melalui aplikasi ini kita bisa berbicara tentang kondisi mental, kecemasan ataupun kelelahan yang sedang dirasakan tanpa harus merasa sendirian. Kadang satu obrolan saja dengan ahli bisa membantu kita untuk melihat hidup dengan cara yang berbeda.
Jika hari ini terasa sangat berat, ga usah maksain untuk kuat. Mari berhenti sejenak, tarik napas dalam - dalam dan IZINKAN DIRIMU UNTUK PULIH.Karena hidup ini bukan tentang seberapa cepat kita berlari, hidup bukan pelarian tapi perjalanan.
sampai jumpa pada postingan selanjutnya,
Tian Lustiana





Hmm lelah batin tuh memang bisa bikin kacau tubuh ini
BalasHapusBahkan dipaksa tidur pun gak bisa
Lumayan kalau bisa bangun tanpa sakit punggung atau pundak kanan kiri
Nah, kalau cara saya berhenti sejenak tuh dengan cara journaling, tumpah ruah semua di situ
Jika malas nempel nempel stiker, saya cari teman untuk curhat tapi ijin dulu
Nah, kalau ada Halodoc bisa banget ya konsultasi
Coba ah, siapa tahu memang saya pribadi butuh
Bener mbaaa meski hanya sebagai IRT kadang aku juga merasa di titik tertentu merasa kelelahan jiwa raga apalagi saat banyak tugas yang harus dikerjakan disaat bersamaan karena pada dasarnya aku orangnya gitu pengen segera semuanya beres namun akhirnya belajar memilah mana dulu yang harus diselesaikan karena toh bbrp hal ditunda juga tidak mengapa,,tidak salah jika kita mengambil jeda sejak untuk selanjutnya mengerjakannya lagi
BalasHapusHidup bukan selalu tentang terus berlari. Kadang kits memang perlu berhenti sejenak until memulihkan diri.
BalasHapusBelakangan ini, aku juga ngerasa lumayan overwhelmed🫣🪷
BalasHapusbanyak hal² dalam hidup yg ngga sesuai dgn planning, bikin suasana batin kacau.
aku mau praktekin tips² di artikel ini. Supaya bisa pulih dgn baik
Akuuu pun sering begini mbak. Apalagi dalam keseharian, isi todolistku tuh bisa tembus 40-50 tugas, dari bangun sampe tidur. Apa gak puyeng tuh ya? ahaha.
BalasHapusTapi untungnya, pelan-pelan ketemu ritmenya si. jadi kerja tuh pake sistem focus timer. Yang kalo udha abis waktunya, itu artinya istirahat aja dulu. Keluar, kemana kek gitu. Biar gak pening karena kerja gada istirahatnya sama sekali.
Kalo buat ke psikolog, jujur aku pernah kepikiran juga si. Tapi nanti lah, kayaknya kalo posisi kepalaku udah bener2 fullll banget dan mulai agak gak waras. Sekarang mah, sekali masih bisa terhandle.. meski tertatih tatih, aku pilih jalani aja.
Dengan situasi dunia yg makin ga menentu, ga heran kalau banyak orang yg butuh berhenti sejenak. Terlalu menekan menekan memang suasana skr mba. Dan buatku juga, tiap kali badan dan pikiran, kasih sinyal rehat, aku ga bakal ignore. Itu waktunya buatku break dulu. Cari waktu ntah liburan atau mengerjakan hobi.
BalasHapusPernah dulu, tiap kalau tertekan stress Krn kerjaan, dan aku ga peduliin itu, ttp kerja, yg ada burnout. Kerjaan malah makin kacau.
Ga kepengin kayak gitu LG. Mending stop, atau kalau ga bisa teratasi, memang bagusnya minta bantuan ahli
saya merasa menjalani kehidupan ini seperti sedang berlari. terus berlari tanpa pernah tahu kapan finishnya. Tapi ada etape mencapaian yang akan kita rasakan. Makanya memang tidka bisa terus berlari. Harus berhenti sejanak untuk sekadar mengambil napas. Dan saya pun begitu. Saya akan break sebentar dari aktivitas rutin, termasuk menulis. Saya akan melakukan hal-hal sederhana yang saya sukai. Termasuk keliling baik busway dan KRL. Pasti ada hal-hal di perjalanan yang membuat saya kembali bersemangat untuk lanjut berlari.
BalasHapusDi dunia yang bergerak makin cepat memang manusia butuh jeda sejenak. Yang paling penting adalah menjauhkan diri dari gadget. Lalu menghirup napas dan menikmati setiap detik kehidupan.
BalasHapusKalau Kak Tian suka me time sambil ngopi kah?