Istri Harus Mandiri

Bismillahirrahmanirrahim,


"Wanita itu nanti kalau sudah nikah, semua dijamin dan ditanggung suami. Jadi ngapain sekolah tinggi - tinggi , nanti juga kerjaannya hanya dapur, sumur & kasur!" 


Pernah mendengar pernyataan itu? 

Dulu. Dan sekarang juga masih banyak yang berpikiran seperti itu. Banyak yang mikir seorang perempuan akan terjamin hidupnya setelah menikah dan menjadi seorang istri. 




Setuju? 

Jujur, saya pribad tidak setuju. 

Dalam pandangan dan pola pikir saya, menjadi seorang istri bukan berarti kita harus sepenuhnya bergantung pada suami, meskipun istri merupakan tanggung jawab suami. 


Dalam pandangan saya, hidup ini semacam misteri. Saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok, atau semenit kemudian. We never know!! 


Jika para istri menggantungkan hidupnya pada suami, bagaimana jika dimasa depan ada rintangan? 


Bagaimana jika tiba - tiba ditinggalkan suami. Entah itu suami diambil Allah atau diambil perempuan lain, kita tidak pernah tahu. Yang bisa kita lakukan adalah menjalani kehidupan dengan sebaik - baiknya, masa depan? Tidak pernah ada yang tahu. 


Menurut saya pribadi, setiap orang bebas memberikan pendapat kan? jadi tolong hargai pendapat saya. Ada beberapa alasan mengapa seorang perempuan atau seorang istri itu harus mandiri. Semoga memberikan manfaat yah! 


Perempuan mandiri, lebih dihargai 

Mungkin ini hanya anggapan saya semata, namun yang saya lihat dilingkungan saya sendiri, seorang istri yang bekerja (memiliki penghasilan) atau mandiri  itu lebih dihargai. Kodrat perempuan itu hamil, melahirkan dan menyusui. Urusan mengerjakan pekerjaan rumah tangga itu ibadah . Namun tidak ada salahnya meskipun menjadi ibu rumah tangga, kita tetap bisa mandiri secara finansial. 



Mengisi waktu luang dengan menghasilkan cuan, bukankah itu menyenangkan? Semua kebutuhan keluarga tetap terjaga, dan masih tetap bisa menghasilkan. Sekarang banyak sekali cara untuk menghasilkan pundi - pundi rupiah bahkan dollar meski hanya di rumah saja. 


Jadi, semangat ya untuk para istri yang tengah berjuang untuk keluarga dan terus menghasilkan pundi - pundi rupiahnya, semoga Allah mudahkan. Aamiin. Setidaknya jika kita punya penghasilan itu kita bisa lebih dihargai, dan orang tidak semena - mena dengan kita, meski memang tidak banyak orang yang punya pikiran seperti ini. 


Tugas suami memang mencari nafkah, namun jangan jadikan suami sebagai tumpuan sebagai tambang harta karun 

Memang, tugas utama suami adalah memberikan nafkah kepada istri dan anak - anak. Tapi bukan berarti istri menjadikan suami tambang uang. Jika memang istri punya skill dan tenaga ya menurut saya tidak ada salahnya memanfaatkan waktunya untuk menambah penghasilan. 



Banyak kok sekarang pekerjaan yang menghasilkan uang meskipun tetap di rumah. Salah satunya adalah ngeblog dan menjadi influencer. Atau bisa juga jualan online. 


Saya pribadi, bekerja itu supaya enggak apa - apa berharap sama suami. Ingin beli ini dan itu bisa menggunakan uang hasil sendiri, tidak meminta suami. Tidak salah kok istri mencari uang tambahan. Saya senang memberikan reward pada diri sendiri, yang selama ini sudah berjuang, jatuh & bangun. 


Menjadi istri mandiri yang kuat hadapi kejadian diluar dugaan, kelak 

Semua pasangan suami istri menikah berharap untuk selamanya. Betul? Tidak ada pasangan yang menikah dengan harapan berpisah. 


Tidak ada jaminan juga bisa bersama pasangan langgeng sampai usia senja. Tiada juga jaminan suami akan terus menemani dan mencarikan nafkah sepanjang usianya. Suami bisa saja pergi, entah itu diambil Allah atau diambil perempuan lain. Jika terus bergantung. gimana? 



Aih, Tian jangan berpikiran buruk ah. 

Eh, ga ada salahnya loh kita harus antisipasi. Kalau terbiasa mandiri kan kita bisa lebih kuat, berdiri tegak dengan kaki sendiri, mengurus anak - anak. 


Kalau menurut teman - teman bagaimana?

Perlukah seorang istri itu mandiri secara finansial? Sharing yuk! 










Tian Lustiana 

Add Comments

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.
EmoticonEmoticon