Tentang Rokok Yang Harusnya Dibanderol Dengan Harga Mahal

14.03.00

Assalamualaikum, 


Alhamdulillah sudah memasuki hari ke - 3 bulan Ramadan ini ya. Mudah - mudahan bisa berhasil mendapatkan berkah dan barokah Ramadan yaa, aamiin. Puasa itu adalah menahan hawa nafsu, haus dan juga lapar. Juga menahan untuk tidak merokok, setuju ga sih kalau selama puasa harusnya gak boleh ngerokok ketika berbuka atau sahur. Saya liat nih kalau pas berbuka yang pada doyan ngerokok mereka memilih berbuka dengan rokok, lah gimana sih kan berbuka itu sunnahnya dengan kurma dan air putih bukan dengan rokok.
Sebenernya itu yang ngerokok ga tau apa pura - pura ga tau sih kalau kandungan rokok itu banyak racunnya, terus seharian perut kosong karena puasa eh tiba - tiba pas buka langsung ngerokok. Apalagi kan dalam agama Islam mengharamkan sesuatu yang bisa merusak kesehatan, salah satunya rokok juga merusak kesehatan kan? 

Udah mah merusak kesehatan terus juga yang suka ngerokok itu sudah melakukan tindakan tabdzir, apa sih tabdzir itu adalah PEMBOROSAN. Iya kan? kadang suka mikir ga sih, dapet apaan dari ngerokok selain ketenangan sesaat. Yang ada malahan penyakit yang mengancam jiwa. Jadi bukan hanya uang yang terbuang sia – sia namun juga kesehatan jadi terancam.




Tapi emang susah sih ya gaes. Nyuruh orang berhenti merokok kalau udah kecanduan sih susah, apalagi Negara kita melegalkan rokok dan juga menjual rokok dengan harga yang cukup murah plus bisa diketeng pula belinya, jadi orang yang ekonominya berada dibawah pun masih bisa beli rokok.

Beberapa hari lalu, saya dengerin streaming nih siaran radio yang membahas tema perempuan, puasa dan rokok harus mahal. Saya tertarik sama tema nya, zaman sekarang yang ngerokok itu bukan hanya kaum lelaki, namun juga kaum perempuan pun sudah tidak asing lagi jika ditemukan di tempat makan atau restoran yang sedang merokok selepas makan, saya sih sering liat. Makanya saya tertarik untuk mendengarkannya, narasumber yang hadir dan siap mengisi acara itu ada Dosen UI sekaligus wakil dari Komnas PT. Krisna Puji Rahmayanti  dan Tresia Mahaputri Nusantari maghfirah, MARS, MPM.  


Dan inilah hasilnya yang saya bisa rangkum dalam tulisan ini, semoga bermanfaat ya gaes.

Pandangan Islam Terhadap Sesuatu Yang Merusak Kesehatan Diri Sendiri Dan Orang Lain.

Dalam agama Islam melakukan sesuatu yang membahayakan atau membuat celaka atau merugikan orang lain adalah tidak boleh atau haram. Karena dalam bincangan ini sedang membicarakan ROKOK maka kasus rokok ini tentu saja membahayakan diri sendiri dan juga orang lain yang berada disekelilingnya, ya gak masalah kalau semisal asap rokok dan kuntung rokok nya ditelan, silakan jadi gak ganggu orang lain, betul?

Bahkan ada hadist dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda tidak boleh melakukan atau menggunakan sesuatu yang berbahaya atau membahayakan.
Terus ada lagi nih firman AL – Quran di ayat 195 surat Al – Baqarah yang isinya adalah : “Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan”.
Jadi sudah jelas ya gaes kalau merokok itu adalah perbuatan yang merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

Bahkan para ahli dan WHO pun sudah menghimbau bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan. Ya kalau memang sayang sama kesehatan diri sendiri dan orang lain, berhenti merokoklah.

Merokok sama saja dengan pemborosan

Nah tadi kan sudah dilihat dari sisi agama tentang merokok, sekarang kalau dibahas dari sisi boros nya gimana nih? Dalam hadist dan Al-Quran pun dijelaskan bahwa pemborosan itu adalah perilaku dari setan, nah mau dikatain setan? Gak mau kan gaes. Jadi ya gaes gak boleh melakukan sesuatu keborosan yang gak ada manfaatnya sama sekali untuk tubuh kita.


Bayangin aja gaes, sebungkus rokok itu 25ribuan, sehari sebungkus bahkan ada juga kali ya yang sehari 2 bungkus, katakanlah sehari 50rb kaliin sebulan berapa? Kaliin lagi setahun, udah berapa uang yang terbuang sia – sia ? coba silakan dihitung sendiri deh.

Tapi ya gaes,namanya juga manusia. Dikasi hadist atau ayat Alquran pun kadang ga ngaruh ya, ada yang bilang ah ngerokok boleh – boleh saja kok, ya mungkin rokok haram tidaknya tergantung siapa ustadz nya kali ya. Beneran ini mah kalau ada ustadz yang tidak mengharamkan rokok, ya karena pak ustadz nya pun ngerokok, ironis banget gaes.


Gimana nih caranya supaya semua orang paham dan ngerti atau bagus – bagusnya bisa berhenti merokok?

HARUS ADA PERAN SEMUA PIHAK. Ya menurut saya gitu sih semua pihak terkait harus bisa berperan. Bukan hanya perokok pasif saja yang berperan mengingat dampak buruk pada kesehatan terhadap perokok pasif. Ada banyak loh dampak buruk pada kesehatan jika menjadi perokok pasif, jadi kalau emang mau sehat ya bantu terus mengingatkan tentang kerugian merokok pada kesehatan.

Pemerintah kan sekarang memiliki GERMAS atau Gerakan Masyarakat sehat, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alcohol salah satu yang dikampanyekan Germas. Harusnya semua lapisan masyarakat sampai ke lapisan yang terkecil ikut mengkampanyekan tentang kerugian merokok.

Cara gitu ga akan berhasil? Hmm masa sih? Apalagi harga rokok murah jadi semua lapisan masyarakat bisa beli dong, gimana ini?

Jadi gini, sebenernya kalau dilihat dari harga rokok nih, kita liat pertama kalinya dari harga ecerannya sendiri kan?kemudian ke cukai dan PPN nya nah salah satu masalah yang muncul kenapa harga jual rokok masih murah itu karena cukai Indonesia masih rendah. Bisa cek deh di Negara lain yang cukainya tinggi, jadi mau tidak mau harga rokok pun menjadi tinggi bisa menjadi salah satu instrument pengendaliannya.





Apa mungkin ini ada unsur kesengajaan yang dibuat Industri yang membuat rokok murah, jadi orang – orang bisa leluasa membelinya?

Itu bisa saja menjadi salah satu faktor mengapa prevelansi rokok di Indonesia sangat tinggi. Cukai di Negara kita tercinta ini memang naik setiap tahunnya, namun tidak signifikan. Karena tidak signifikan ini lah yang menyebabkan harga rokok masih masuk ke dalam rentang daya beli masyarakat. Selama harga rokok masih terjangkau maka masyarakat akan terus membeli,karena merasa mampu.



Gimana kalau seandainya harga rokok dinaikkan? Setuju gak?

Saya pribadi setuju. Dan banyak juga yang setuju apalagi kalau dibuat regulasinya biar kayak diluar negeri sana yang membuat regulasi anak – anak dibawah 18 tahun tidak boleh membeli rokok. Kemudian harganya pun dibuat mahal dan cukainya pun begitu, jadi regulasi gini akan membuat masyarakat yang kurang mampu akan merasa berat membeli rokok dan apalagi untuk perempuannya, kan perempuan biasanya bisa memgang kendali keuangan, jadi dibandingkan beli rokok mendingan beli makanan saja deh, sayuran atau ikan gitu buat anak – anak. Iya gak? 


Temen – temen dukung gak kalau harga rokok sampai 50ribu atau 100ribuan? Sekarang di timeline social media sudah mulai banyak tuh yang mendukung harga rokok naik, mudah – mudahan dengan begini bisa terdengar gaungnya yah yang mendukung harga rokok harus mahal. Kenapa harus gitu? Ya karena memang harus begitu supaya yang kebiasaan merokok mengerem hasrat merokoknya karena harganya mahal. Semoga dukungan ini diaplikasikan dengan baik dan lebih banyak yang mendengarkan hingga akhirnya bisa direalisasikan, aamiin.

Semoga #RokokHarusMahal ini bisa benar – benar direalisasikan supaya tidak banyak rumah tangga yang terjebak takti industry rokok lagi karena kan biaya untuk rokok bisa dialokasikan ke kebutuhan pokok kan? bayangin sekarang pembelian rokok itu dialokasikan pada kebutuhan pokok kedua setelah beras. Kadang ada yang bilang mendingan gak makan daripada gak ngerokok, duh.



Nah untuk temen – temen yang juga ingin mendengarkan obrolan langsung di radio – radio jaringan KBR nusantara bisa nih, di Jakarta bisa mendengarkan di Power FM 89,2 atau streaming langsung di KBR.id bisa juga nonton FB Live di Kantor Berita Radio – KBR

Nah jika sudah mendengarkannya temen - temen bisa mengikuti lombanya juga, ya ada lombanya juga. Siap - siap saja untuk mendengarkannya yah kemudian membuat satu artikel dari hasil talkshow itu. Lombanya per episode loh. 

Akan dipilih 3 pemenang yang akan mendapatkan uang tunai 1,2 juta (untuk 3 pemenang). Catat ya tanggal talkshow lengkapnya :
PUKUL : 09.00-10.00 WIB
1. Jumat, 11 Mei 2018 ;
2. Rabu, 16 Mei 2018.
3. Rabu, 30 Mei 2018;
4. Rabu, 6 Juni 2018;
5. Rabu, 20 Juni 2018;
6. Rabu, 11 Juli 2018;
7. Rabu, 25 Juli 2018;
8. Rabu, 15 Agustus 2018
Syarat an ketentuan lebih lengkapnya silahkan baca di->>>http://bit.ly/2InVIgZ



Wassalam,


Tian Lustiana

You Might Also Like

20 komentar

  1. Kalo saya sih setuju aja kalo harga rokok makin mahal :D
    Soalnya saya juga orang yang gak suka ngerokok.
    Jangankan ngerokok, cium asap rokok aja langsung kayak mau sesak nafas. Hehe.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah tinggal dilingkungan yang jauh dari polusi rokok. Hadeh nggak kebayang ya RT yang tiap hari ketemu dengan asap rokok. Kalau bisa selalin mahal belinya juga susah hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya harusnya beli juga susah, jangan mahal doang yah

      Hapus
  3. Aku sih Iyes, ga usah lirik Mas Anang segala :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, langsung iyes aja pokoknya yah

      Hapus
  4. Kalau harga rokok dimahalin, petani tembakau juga makin sejahtera kan ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener, tapi kebanyakan tidak berpikiran seperti ini

      Hapus
  5. Aku setuju banget nih mbak untuk kampanye rokok harus mahal. Supaya pengguna rokok bisa lebih rendah lagi dari sekarang

    BalasHapus
  6. Aku juga setuju rokok harganya mahal.

    BalasHapus
  7. setujuuuu, rokok emang harus mahal biar gak makin banyak orang yang kecanduan merokok

    BalasHapus
  8. setuju banget mbak, mesti mahal banget harga rokok. Biar berkurang para perokok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener, semoga saja terrealisasi yah

      Hapus
  9. Saya juga bekas perokok berat yang sekarang sudah "sadar" dan "insyaf" hehehe...Ada anekdot di kalangan bekas perokok, katanya, "merokok itu bisa menangkal dari pengaruh cepat pikun. Sebab belum sampai pikun, sudah mati alias meninggal hehehe...".

    BalasHapus
    Balasan
    1. haaha anekdotnya lucu banget yah

      Hapus
  10. Membayangkan pertama kali pindah ke Bandung 8 tahun yang lalu, teh...
    Aku terkaget-kaget melihat banyaknya perempuan yang merokok.
    Lalu setelah melahirkan dan punya anak yang bisa diajak jalan-jalan, aku jarang ke mall atau public space yang memperlihatkan orang merokok.

    Karena agak gimanaaa gitu.
    Anak-anak itu kaaan kritis dan super ceplas-ceplos.

    Jadi lebih baik ke perpus.
    Hahha...hemat dan mamah senang.

    BalasHapus
  11. Aku setuju banget rokok mahal! Semahal2 nya deh sampai ga ada yg bs beli. Lagian ngerokok ga ada untungnya buat aku. Cuma buang2 uang dan cari penyakit saja. Aku udah dukung juga petisi di www.change.org/rokokharusmahal 😊

    BalasHapus

Hallo, terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.

Voucher Diskon Sociolla