Jika Dalam 8 Hari Saya Harus Pergi

by - 9:37:00 PM

Assalamualaikum,

Kematian, satu hal yang kerap mengintai saya, kamu dan semua manusia yang hidup. Saya menyaksikan sendiri, ketika kakek saya yang biasa saya panggil aki itu menjalani hidupnya sebelum kematiannya. 7 hari sebelum ia pergi, terlihat perubahan yang lumayan drastis, mulai dari cara makan, cara berwudhu dan beliau yang selalu bulak - balik kamar mandi hanya ingin menyucikan diri, setiap saat.


Aki, selama 7 hari, tak banyak makanan yang beliau konsumsi, katanya beliau ingin 'bebersih", aah saat beliau mengatakan itu, jujur saya langsung berpikiran ke arah yang tidak seharusnya saya pikirkan, saya merasa beliau akan segera pergi, menghadap Illahi. Biasanya beliau senang sekali menandaskan satu gelas kopi susu, namun 7 hari belakangan itu, jangankan kopi susu, air putih pun rasanya tidak ingin masuk ke dalam perutnya yang kian kecil itu.

Jumat, 14 november 2014 selepas ashar, akhirnya aki meninggalkan kami semua. Dan benar saja, begitu beliau dimandikan, tak ada kotoran dalam tubuhnya, mungkin ini yang aki inginkan atas usahanya "bebersih" 7 hari lalu.


Semoga aki diberikan tempat terindah disisi Nya dan diampuni segala kekhilafannya, aamiin.

Maut, kematian adakah yang bisa menghindarinya? TIDAK. Namun kita pun tak kan pernah tahu kapan kematian itu menjemput. Namun, seandainya kita tahu, dapat kabar bahwa kematianmu akan menjemput dalam DELAPAN HARI, apa yang akan kamu lakukan Tian?

Sedih, galau dan gak tahu harus ngapain ketika tahu bahwa waktu hanya tinggal 8 hari saja, lantas apa yang bakalan saya lakukan jika kematian saya hanya tinggal 8 hari???

Hari ke- 1

Meminta maaf, berkunjung ke rumah saudara, teman dan kerabat untuk meminta maaf atas kesalahan yang pernah saya lakukan, sengaja atau tidak sengaja. Meminta maaf pada kedua orang tua yang sudah saya susahkan selama ini, pada keluarga dekat, suami dan anak. Karena dengan meminta maaf dari mereka akan meringankan jalan saya menuju kematian, setidaknya dosa saya akan berkurang dengan maaf dari mereka semua. Setelah minta maaf saya akan resign dari kantor, dan menghabiskan waktu bersama Marwah, anak tercinta.

Hari ke - 2

Melunasi semua hutang - piutang dengan detail, jika ada yang masih belum bisa saya bayarkan maka akan saya tuliskan dengan terperinci agar kelak suami bisa membayarkannya, namun semoga saya tidak meninggalkan hutang, aamiin.

Hari ke - 3

Sebenarnya ini saya akan lakukan dari hari pertama saya tahu bahwa sisa usia saya hanya tinggal 8 hari, yakni beribadah dan sedekah dengan baik dan ikhlas. Mendidik Marwah menjadi anak solehah dan berbagi ilmu dengan siapapun. Karena ketiga hal itu akan senantiasa menemani saat saya sudah tak bernyawa lagi, yakni sedekah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak shaleh. Saya akan menghabiskan waktu bersama Marwah, suami dan keluarga.

Hari ke - 4 

Lebih mendekatkan diri pada Allah Swt. Mendatangi pengajian dan majelis taqlim agar ilmu saya terus bertambah dan lebih paham, bukankah tiada batas untuk selalu belajar sebelum jasad ini masuk ke liang lahat? Dengan mendatangi pengajian dan majelis taqlim ini juga bisa sambil memperbanyak tali silaturahmi dengan kerabat. 

Hari ke - 5

Setelah berkunjung ke rumah kerabat dan saudara serta teman, saya ingin menghabiskan hari ke lima ini bersama kedua orang tua dan adik - adik. Bercerita dan mengingat kembali kenangan, melihat mereka bahagia dan tersenyum. Ngajak makan mamah, bapak dan adik terus nonton bareng. Pokoknya hari ini seharian dihabiskan bersama keluarga, dengan posisi sebagai anak perempuan yang bahagia dan bangga memiliki keluarga hebat. 

Hari ke - 6

Setelah puas menghabiskan waktu bersama yang lainnya dan semua urusan duniaku sudah terpenuhi seperti utang piutang. Maka hari ini saya ingin bersama suami dan anak. Terutama bersama anak tercinta, menghabiskan waktu bersama, dan meminta suami untuk tidak pergi kemana - mana sampai saat itu tiba. Memasak untuk suami dan anak, mengerjakan semua pekerjaan rumah yang nyaris tidak pernah sempurna saya kerjakan. Membacakan buku cerita setiap saat pada Marwah. Beribadah dan mengaji bersama, bahkan inginnya sih sholat berjamaah dari mesjid ke mesjid bersama mereka berdua. Selalu mengucapkan bahwa saya sangat menyayangi dan mencintai mereka. Dihari ini saya akan mulai mengajak suami mencarikan kuburan untuk saya disemayamkan nanti, untuk jasad membeku ini kelak, saya ingin dikuburkan berdekatan dengan kuburan aki, supaya nanti jika berkunjung tidak jauh, sekalian ke kuburan aki dan saya. Juga menyiapkan kain kafan dan perlengkapan lainnya agar nanti tidak merepotkan orang lain. Di hari ke - 6 ini saya menyampaikan pada suami bahwa nanti jasad membeku saya ini harus dimandikan olehnya dan mamah. Biar saya bisa merasakan saat dimandikan mamah untuk yang terakhir kalinya. 

Hari ke - 7 

Saya masih ingin menghabiskan waktu bersama anak tercinta. Menceritakan padanya bahwa saya sebagai ibunya sangat mencintai dia, menyaynginya dengan sepenuh hati. Namun jika nanti ibunya ini harus pergi maka tetaplah mengalirkan doa tulus dan ikhlas untuk jasad ibu ini. Menatap wajahnya selalu, mencium keningnya, pipinya, memeluk tubuh kecilnya dan bercerita banyak dengannya, saya tidak ingin jauh darinya sampai saya benar - benar kehilangan nafas dan tak mampu lagi memeluknya. 

Hari ke - 8

Inilah akhir hidup saya. Dihari inilah saya akan melepaskan nafas dan meninggalkan semua yang bersifat duniawi, saya pasrahkan. Mandi bersih agar nanti ketika suami dan mamah memandikan tidak banyak kotoran. Membereskan ruang tamu dan menggelar tikar, agar nanti jasad saya bisa disemayamkan sebelum kemudian dikuburkan. Saya berasal dari Allah dan akan kembali pada Allah, maka tolong ikhlaskanlah dan jangan tangisi jasad ini. Hujani dengan doa dan ampunan agar saya diampuni segala dosa dan dibebaskan dari siksa kubur serta ditempatkan bersama orang - orang yang beriman. Sebelum saya menutup mata untuk selamanya, saya ingin anak tercinta memandangi dan memeluk saya hingga saya benar - benar menghilang. 



Tulisan ini sebelumnya sudah saya siapkan untuk GA mbak Desy Namora, namun saya lupa bahwa deadline nya 31 Maret 2016 kemarin. 

Sudah terlanjur saya tulis, biarlah saya posting dan menjadi pengingat saya sendiri :). Terimakasih mbak Desi ide nya keren .


Wassalam,

Tian Lustiana 




You May Also Like

13 komentar

  1. aaahhh, sy slalu speechless dgn tulisan2 mengharu biru ini mba :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, sekali lagi terimakasih atas idenya, saya jadi mengingat kematian

      Delete
  2. hiksss... suatu saat nanti hari ke 8 menjadi tujuan akhir hidupku jugaa

    mohon maaf kalo ada salah2 kata ya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berpelukaaaaaaaaan


      Sama - sama teh, maafin saya juga yaaa, hiks jadi syedih

      Delete
  3. aahhh... sedih bacanya...

    ReplyDelete
  4. tulisannya ngingetin aku sama almarhum abah, yg berpulang oktober kemarin :(

    hari2 terakhirnya malah pengen diajakin pergi jalan2 sama anak2nya. katanya pengen pergi2 :(

    ReplyDelete
  5. Bener banget 8 hari menuju kematian itu sebenarnya kita nggak butuh apa2 kecuali maaf & pasrah.

    ReplyDelete
  6. Sayang banget sampe lupa DL. Postingannya bikin bunda tercekat leher, mengingat usia ini yang sudah merambat semakin melaju.

    ReplyDelete
  7. Mari siapkan bekal terbaik sebelum hari itu tiba
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  8. Keluargaku juga sedari kecil selalu ngasih bekal untuk persiapan kayak gini nih. Dulu awalnya takut tp skrg emang mesti realistis sih. Keren mbak.

    ReplyDelete

Hallo, terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.

www.tianlustiana.com. Powered by Blogger.
Copyrighted.com Registered & Protected 
WREV-N3SK-HW7L-NS8D