Cerita Tian

Cerita Hati Seorang Ibu

9:53:00 AM

Ini adalah postingan curhat, ya curhat seorang ibu yang anaknya sakit plus harus dirawat dan rasanya itu sakiiiiit banget, hiks. Bagaimana saya tidak sakit juga, ketika melihat Marwah harus berbaring di Rumah Sakit dengan jarum infus dan terus diberikan obat, kok ada semacam luka dalam palung hati saya ya, saya lebay? tapi emang seperti inilah yang saya rasakan dan saya yakin semua ibu merasakan hal yang sama, meski tidak selebay perasaan saya, huhuhu. 


Setiap tangisan Marwah itu seperti sembilu yang merajam hati saya, perih sekali. Kalaulah boleh saya menggantikan dan biarlah saya yang merasakan sakit itu, saya mau sekali. Saya sangat tidak bisa melihat Marwah merasakan kesakitan. 


Memang seperti itu yah ke-lebay-an seorang ibu. Seorang ibu yang mengandung, melahirkan, memberikan ASI dan membesarkan dengan segenap kasih sayang yang saya miliki bahkan saya rela mengorbankan atau menukarkan apapun demi anak tercinta, SAYA RELA. 

Ada banyak pengorbanan yang dilakukan seorang ibu yang harus diketahui, sebagai pengingat bahwa seorang ibu adalah penampakan dari seorang malaikat tanpa sayap. Apalagi yang sudah merasakan jadi ibu, semakin sayang deh sama ibunya dan semakin cinta dan rela berkorban lebih demi anak - anaknya. 

Ketika hamil, 

Masih ingat banget pas hamil itu nyaman sekali kalau tidur balik ke sisi kanan. Tapi kata dokter kandungan, posisi berbalik ke kiri itu lebih membuat bayi dalam kandungan nyaman meski buat ibunya tidak nyaman. Setelah mengetahui hal itu, langsung deh saya membiasakan diri berbaring ke sisi kiri tanpa peduli posisi nyaman untuk saya, yang penting bayi dalam kandungan saya nyaman. 

Ketika Melahirkan, 

Pembukaan demi pembukaan dijalani dengan rasa mules yang sangat ruarrrr biasa. Tapi rasa sakit itu malah semakin membuat rindu ingin segera bertemu bayi yang sedang berjuang untuk segera melihat dunia. Rasa sakit saat melahirkan seakan tiada artinya ketika menyaksikan bayi mungil sehat menangis saat dilahirkan, ah betapa indahnya dunia saat melahirkan mu, Marwah. 

Begadang, 

Kita tidak sedang menyanyikan lagi Rhoma Irama, begadang. Tapi sedang bercerita tentang indahnya begadang menemani Marwah yang kerap terjaga dari jam 11 malam hingga jam 4 subuh, amazing bukan? Dan itu setiap hari sampai usia Marwah 7 bulan. Tapi buat seorang ibu, ikhlas dan ridho sekali. Ditemani ayah juga. 

Dan masih banyak pengorbanan seorang ibu lainnya untuk anak tercinta. itulah yang membuat batin seorang ibu akan tersakiti jika anaknya tersakiti. Hingga anaknya dewasa dan menikahpun kasih sayang seorang ibu akan terus ada selama nafas masih dikandung badan. 

Duh, jadi panjang gini curhatnya yah. Pokoknya i love Marwah and Mamah, muaaaach. 

You Might Also Like

6 komentar

  1. jadi posisi balik kekiri yg nyaman ya mbak...sek tak coba ntar :)

    ReplyDelete
  2. Ya ampuun... Semoga Marwah cepet sembuh ya Mbak. Saya kebayang gimana perasaannya...

    ReplyDelete
  3. Marwah lekas pulih kembali yaaaa..... aku tau dan paham perasaanmu mak tian. Aku merasakannya saat Sean operasi kmn dan saat dia sakit dan di rawat dulu. Aku sukses sean di rawat seminggu, dia pulang aku masuk RS dan di rawat dua minggu :))))

    ReplyDelete
  4. kalo anak sakit itu kita sebagai ibu, hati kita seolah teriris2. Cepat sembuh ya Marwah....

    ReplyDelete
  5. Semoga cepat sembuh dedek marwah, emang mbak kalo punya anak sakit itu rasanya hati kita sedih banget
    sabar ya mbak

    ReplyDelete

Hallo, terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.

www.tianlustiana.com. Powered by Blogger.

Member Of

SUBSCRIBE

Like us on Facebook