Dikasi komentar negatif? Cuekin ajalah

by - 10:21:00 AM

Dikasi komentar negatif? Cuekin ajalah
Hmmm, beberapa kali saya pernah dicibir oleh beberapa orang yang mungkin merasa dirinya lebih baik dan lebih hebat dari saya. Kadang saya pun merasa malu dengan "pujian" mereka, karena memang saya jauh dibawah mereka. Tapi kadang saya juga suka berpikir, maksud mereka nih apa sih sebenarnya, apakah benar memuji atau hanya sekedar ingin menjatuhkan, terserahlah. Namun jika setiap bertemu selalu disuapin komentar seperti ini melulu, jujur saya pun jengah dan marah. 

Dalam dunia penulisan atau blogging, saya memang bukan anak baru, bisa dikatakanlah saya kenal dengan blog itu dari jauh - jauh hari dari jaman saya SMA, namun meningkatkan kualitas blog sih baru beberapa tahun belakangan ini. Dulu saya nulis blog, just curhat doang. Mungkin seiring jalannya waktu saya mulai mengasah kemampuan untuk tidak melulu curhat di blog, walau sekarang ini saya curhat lagi, :( hiks. 

Diambil dari aktualpos
Beda kepala beda pula isinya. Dont judge a book by its cover, nah itu sih harus diingat selalu dalam benak, jangan menilai orang dari penampilan, titik. 


Lagi - lagi saya mendapatkan suatu komentar yang mengandung cibiran, komentar yang membuat saya merasa down. 

Apa saya harus membalasnya?
Apa saya harus melakukan hal serupa?

TIDAK.. saya hanya diam saja. 

Jadi gimana caranya menghadapi orang yang demen banget kasi komentar "aneh" pada apa yang kita lakukan??? 

Setelah curhat pada seseorang, saya pun diberikan "petuah", dan insyaa Allah sih petuah ini membuat saya lebih percaya diri menghadapi orang - orang yang suka berkomentar pedas pada saya. 

  1. Jangan dibawa emosi. Jujur saja, emosi pasti ada dong ketika mendengarkan komen negatif dari seseorang. Namun tahan saja emosinya dan hadapi dengan senyuman, atau kalau lagi bete ya udah pura - pura gak denger aja, beres. 
  2. Jangan respon. Artinya adalah ya itu tadi pura - pura gak tau aja, cuek bebek atau pura - pura bego ajelah. 
  3. Lontarkan pujian. Sesekali puji mereka yang senang mengomentarimu, jangan - jangan selama ini dia rempong itu karena pengen dipuji, hihihi. 
  4. Doakan. Doakan mereka agar cepat sadar, dan doakan juga diri kita agar kuat menerima komentar mereka. 
4 point itu cukup membantu saya mengendalikan diri ketika menerima komentar negatif. 

Jadi mereka yang suka nyinyir sama kamu itu adalah mereka yang tersakiti sama dirinya sendiri, udah gitu aja. 

Eits ini postingan gak ada kode - kode an yah, ini benar dari pengalaman pribadi saya. :) 






You May Also Like

33 komentar

  1. Iya mbak, dibawa santai aja...

    ReplyDelete
  2. Hihihi, saya mah cuek tapi kadang kepikiran.
    Kalo saya, curhat ke suami baru bisa plong :))
    Semangat, Mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, saya juga kalau curhat sama suami dan temen deket :D

      Delete
  3. untuk kasus ini diam adalah emas ya mak, daripada di jawab bisa panjang urusannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benar mak, mendingan diam yah

      Delete
  4. Bener mbak gak usah ditanggepin. Di hati ditanamkan dengan kuat "Saya tidak seperti itu kok, teman-teman saya yang lain juga berkata begitu"

    ReplyDelete
  5. saya pernah dikomentari negatif dan akibatnya saya buat postingan untuk menjawab komentar negatif itu. pake emosi pula :D
    sekarang mah dibiarin ajalah suka kesel. saya setuju sama point-pointnya mbak, cape sendiri kalau ditanggepin mending jalani hidup masing-masing aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya dan postingan saya yang inipun sebagai jawaban dari cibiran mereka :)

      Delete
  6. Setuju sekali, anggap saja mereka tidak ada kerjaan dan bisa jadi karena iri juga. Sehingga yang memberikan komentar negatif secara tidak langsung berada satu tingkat di bawah kita.

    ReplyDelete
  7. Kalo lagi mood debat yaa saya ladenin, kalo lagi gak mood yaa saya cuekin juga, Wakakakakka :D

    ReplyDelete
  8. Kalau dinyinyirin berarti Teh Tian keren ^^b

    ReplyDelete
  9. saya mungkin beda ya, kalau gak suka dengan comment seseorang, ya langsung saya delete saja, heuehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe kalau komentarnya langsung diomongin? delete aja orangnya kali yah wkwkwkwkkw

      Delete
  10. Tiaaaaaan :)
    Aku setujuuuu sama semua point yang udah disebutkan diatas Tian, tapi kalo boleh aku nambahin dikit,
    the best revenge for those people is to make an achievement :)
    Jadi kalo ada yang suka mencibir atau mencemooh, kita tinggal tunjukin aja prestasi kita, dijamin bakalan pada mingkem deeeh hehehe...

    Semangat terus yah Tiaaaan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaaah Teh Ery, makasiiiiih semangatnyaaa yaaaah,, peluuuk #usapairmata

      Delete
  11. Ya mbaa aku juga skarang lebih kalem, lebih baik menghindari konfrontasi, kita jawab dengan prestasi aja ya mbaa hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benar sekali mbak Rahmi, mari terus mengukir prestasi

      Delete
  12. I'll skip number three. Bukan pelit pujian, tapi biasanya kalau dipuji, dia bakal tiga kali lebih ceriwis. Dan itu bikin kepalaku pening. Udah gitu aja.

    Stay #kalem and keep #writing ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gitu yah, tadinya sih muji itu niat nyungkun wkwkwk :D

      Delete
  13. Cuekin aja, anggap aja radio dengan suara ngeresek yang harus direparasi. Lalu ganti sama radio lain :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihih iya radio butut nu kudu dibabetkeun

      Delete
  14. kadang kalau kita lagi g beres langsung dimasukin hati,tapi pas lagi baik2,diabaikan saja..kalem gitu....makasih ya mak tipsnya^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya memang begitu, takutnya komentar itu datang pas kita lagi ga beres mak :D hihi, kembali kasih

      Delete
  15. terima kasih telah berbagi info....
    salam kenal dan salam sukses......

    ReplyDelete
  16. terima kasih telah berbagi info....
    salam kenal dan salam sukses......

    ReplyDelete
  17. Don't judge a book by its cover. Judge it by its price... Hahaha
    Ada yg bertanya ngapain saya ngeblog pada usia yg sudah menjelang 45 tahun.

    Saya hanya bilang saya senang melakukannya.

    Sebenarnya sesimple itu kok..selama kita suka mengapa harus peduli pada cibiran orang. Toh kita tak melakukan sesuatu yg merugikan.

    Biarkan saja kafilah menggonggong anjing tetap berlalu..:-). It is my life.

    Just mind your own business.

    Saya rasa kalu kita berpegang pada hal itu kita ga kan susah mengekang emosi kita menghadapi cibiran org

    ReplyDelete
  18. saya cuekin aja, Mak. Kalau dipikirin melulu malah kita yang rugi

    ReplyDelete
  19. terimakasih gan tentang infonya dan salam sukses

    ReplyDelete

Hallo, terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.

www.tianlustiana.com. Powered by Blogger.
Copyrighted.com Registered & Protected 
WREV-N3SK-HW7L-NS8D