blogger

Maot ulah manggih tungtung, paeh ulah manggih beja

1:06:00 PM


Maot ulah manggih tungtung, paeh ulah manggih bejaJadilah orang baik selagi hidup agar nanti setelah mati tidak ada yang menggunjingkan kita.

"Tong sok mikiran dunia wae, pikiran tah jang bekel maot, pikiran oge saha nu rek mulasara layon mun maot" ( Jangan mikirin dunia saja, pikirkan pula siapa nanti yang akan ngurus jenazah kita kalau meninggal ) itulah yang sering menjadi nasihat dari orang tua saya. Beberapa hari lalu ada tetangga yang memang kaya, namun memang semasa hidupnya kurang sosialisasi dan sedikit angkuh, hingga meninggalnya pun masih saja digunjingkan. 

"tuh matakan oge tong loba nganyeurikeun hate batur, pikiran atuh mun maot rek saha anu mawa layon ka kuburan, moal bisa sosorangan". ( Makanya kalau semasa hidup jangan banyak nyakitin orang lain, coba pikirkan ketika meninggal nanti siapa yang akan bawa jenazah kita ke kuburan ). Itu percakapan tetangga yang berada diarea rumah duka. Kebanyakan dari mereka bukan segera mengurus jenazah malah menggunjingnya lebih dulu. 


Hampir semua orang tua memberikan nasihat pada anak yang baik - baik kan? Agar anaknya kelak menjadi anak baik, solehah dan cerdas. Nasihat dari para orang tua tidak hanya semasa untuk menjalani kehidupan, namun untuk bekal nanti diakhirat. Saya sering diberikan nasihat oleh ibu dan bapak, sebuah peribahasa sunda yang masih saya ingat sampai sekarang, nasihat yang mengajarkan agar saya harus menjadi orang baik selama saya hidup, jangan saya melakukan hal yang buruk, menyinggung orang lain atau berperilaku tidak baik lainnya, agar kelak jika meninggal mereka tidak akan menggunjingkan saya. Kurang lebih seperti itu yang saya tangkap dari peribahasa maot ulang manggih tungtung, paeh ulah manggih beja. 

Manusia sebagai mahluk sosial tentu saja sangat rentan dengan yang namanya perselisihan. Tak jarang para ulama juga bisa menyakiti hati dan perasaan orang lain. Karena memang manusia tak luput dari kesalahan. Namun sebagai manusia yang memiliki akal pikiran, pasti bisa meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. karena dengan meminta maaf dan tidak mengulangi hal serupa lagi maka setidaknya kita tengah berbuat baik. 

Manusia terlahir dan pasti akan menemui kematian, kematian yang akan datang kapan saja dan dimana saja. Jika ketika ajal itu menjemput dan kemudian banyak kelakuan yang tengah kita lakukan menyakiti hati dan perasaan orang lain, siapa dong yang akan mulasara mayit ? atau dalam bahasa indonesia siapa yang akan mengurus jenazah kita?

Sebuah peribahasa yang memiliki arti dalam dan patut untuk direnungkan bersama. Sebenarnya gini aja, kita berbuat baik itu sebenarnya akan berbalik baik untuk kitanya. jadi anggap saja kita berbuat baik itu untuk diri sendiri. Dengan begitu akan ter rem deh kelakuan yang kurang baik itu. Ingat kita jika nanti meninggal tidak bisa memandikan dan menguburkan sendiri, jadi marilah berbuat baik dan berperilaku baik untuk bekal kita juga. 


itulah yang sering orang tua saya nasihati. Mereka selalu mengingatkan hal ini selalu. 









You Might Also Like

8 komentar

  1. Berbuat baiklah selagi hidup... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener sekali, yuk berbuat baik selagi hidup utk bekal nanti. Terimakasih atas kunjungannya

      Delete
  2. nasihat yg bagus yg orangtua wariskan, berupa peribahasa yg akan selalu diingat ya mak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ,mak dan memang nasihat orang tua selalu baik ya..

      Delete
  3. Sepertinya sejalan dengan peribahasa berikut :
    "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang"
    Happy writing mbak ... :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups kurang lebih seperti itu perumpamaannya

      Delete
  4. Pernah ada loh tetangga saya dinasehati gitu gara2 suka seenaknya sendiri. "Ingat bu, kita kan saling membutuhkan, bahkan hingga nanti ke liang kubur pun masih butuh tetangga". Orangnya malah njawab biar aja, klo ntar gak ada yg mau bawa dia ke kubur biar bau jasadnya dan mengganggu seluruh kampung. waduuuhh...cuma bisa elus dada ya klo ketemu yg kayak gitu hihihiii....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astagfirulloh ada aja orang kayak gitu ya mbak, naudzubillah himindzalik

      Delete

Hallo, terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.

www.tianlustiana.com. Powered by Blogger.

Member Of

SUBSCRIBE

Like us on Facebook