Pengalaman Perpanjang SIM C di SIM Keliling Bandung

Bismillah, 

Perpanjang SIM lima tahun sekali, namun lima tahun ternyata engga kerasa yah. Rasanya saya baru kemarin saja perpanjang SIM eh tahun ini sudah harus perpanjang lagi.  Kalau ingat antrian ketika memperpanjang SIM lima tahun lalu, rasanya saya enggan untuk kembali mengulang moment itu deh, namun gimana lagi mau tidak mau saya harus kembali mengantri, hiks. 


SIM KELILING BANDUNG

Sempat terbesit dalam ingatan, sepertinya kali ini tidak akan antri, masa sih selama lima tahun ini tidak ada perubahan. Mungkin bisa online. Ternyata benar, ada website untuk mendaftarkan perpanjang SIM secara online, senang sekali. Namun, kecewa setelah mencoba berselancar di websitenya. Karena selalu gagal memasukkan no ktp, hiks. Katanya KTP saya bukan e-ktp padahal jelas - jelas KTP saya sudah e-ktp. 

Akhirnya saya meminta tolong pada suami untuk menemani memperpanjang SIM C langsung saja ke TKP deh. Akhirnya suami mencari informasi SIM keliling, akhirnya kami memilih untuk ke bis SIM Keliling yang di BTC, hari kamis 04 februari 2021, sementara SIM saya habis masa nya tanggal 05 Februari 2021. 

Apa saja yang harus disiapkan untuk memperpanjang SIM C ? 

Untuk memperpanjang SIM C, saya menyiapkan : 

SIM yang akan habis masa berlakunya. 

Fotocopy KTP, foto copy an KTP ini akan diminta ketika tes kesehatan sekalian dengan SIM yang akan habis masa berlakunya kemudian disatukan dengan berkas kesehatan. 

Uang untuk kesehatan 50rb, uang untuk perpanjang SIM C 135.000 

Bawa pulpen sendiri untuk persiapan nulis formulir, tapi sekarang formulirnya ditulisin sama petugas, jadi kita cukup tandatangan saja. 

Pengalaman Perpanjang SIM C di SIM Keliling Bandung 

Pagi - pagi, sekitar pukul 07.00 saya dan suami sudah berada di tempat SIM Keliling, yang jadwalnya pada saat itu di BTC Pasteur. Saya datang sepagi ini pun sudah banyak orang yang antri nih. Mungkin orang - orang pun sama ingin mendapatkan nomor awal untuk melakukan perpanjangan SIM ini. 


perpanjang sim c

Dari parkiran, kami berjalan menuju tempat pendaftaran. Disana sudah disediakan banyak kursi untuk menunggu, tentu dengan jarak dan patuhi protokol kesehatan. Saya menuliskan nama di kertas , katanya sih itu pendaftarannya. Saya nomor 48, huhuh lumayan besar yah. 

Setelah menuliskan pada kertas pendaftaran, saya dan suami menunggu sambil duduk dan ngobrol - ngobrol. Kemudian ada satpam yang mengatakan kami para pemohon perpanjangan SIM untuk berkumpul kesebelah utara untuk melakukan pengecekan kesehatan. Tanpa basa - basi kami langsung mengikuti satpam itu. 

Tetap jaga jarak dan patuhi prokes, saya dan beberapa pemohon perpanjangan SIM memasuki mall BTC yang masih sepi karena memang belum dibuka untuk pengunjung lain. Kemudian kami duduk sesuai dengan nomor urut yang tadi ditulis dipendaftaran. 

Kebayang gimana pusingnya? 

Pusingnya enggak terlalu, tapi pegal dan kesal. 

Lumayan agak lama antrian cek kesehatan ini. Kira - kira sejam lah yah, apa lebih yah. Lebih deh kalau gak salah. 

Akhirnya saya mendapatkan giliran untuk periksa kesehatan. Pemeriksaannya itu meliputi tes buta warna dan tekanan darah. Itu saja sih. Jadi kita disuruh menyebutkan beberapa huruf dan angka pada kertas. Setelah selesai, langsung bayar dan kita berikan fotocopy KTP dan SIM yang sudah habis masa berlakunya kemudian kita diberikan berkas yang harus segera kita masukkan ke dalam BIS SIM keliling untuk dipanggil foto. 



Pada awal pendaftaran pagi tadi, saya mendapatkan nomor 48 sedangkan ketika memasukkan berkas pada bis nya saya mendapatkan nomor 62 dan menurut petugas saya mendapatkan giliran foto sekitar pukul 11 siang, dan sekarang masih pukul setengah 10 pagi, baiklah saya dan suami pun nunggu. 

Dari perkiraan pukul 11 saya mendapatkan giliran untuk foto, saya pun mendapatkan giliran fotonya pukul 13.15, huhu. Dan mendapatkan SIM baru pukul 13.45. 

Lumayan lama kan antriannya? Saya datang pukul 07.00 dan selesai 13.45. Kalau mau memperpanjang SIM ini memang harus meluangkan waktu kosong seharian nih. Saya sengaja cuti supaya bisa leluasa dan tidak terburu -  buru. Plus butuh kesabaran ekstra biar tetap enjoy menjalani antrian. 

Alhamdulillah, finally selesai juga memperpanjang SIM C nya nih. Ah semoga lima tahun mendatang bisa memperpanjang SIM bisa online jadi gak perlu antri selama ini lagi. Aamiin. 



With love,

Bandung yang mendung namun panas



Tian lustiana






Add Comments

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.
EmoticonEmoticon