Mari Tetap Produktif Selama Pandemi, Dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Oktober 04, 2020

Sejak Maret 2020, kehidupan seakan berubah drastis. Bukan hanya dampak kesehatan yang disebabkan oleh Covid-19 ini, namun dampaknya kena juga ke ekonomi dan hal lainnya. Mau tidak mau, siap tidak siap kita semua harus mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru, new normal



Perasaan yang campur aduk berkecamuk. Kadang suka gak percaya, saya melewati semua ini. Masa dimana kita semua gak bisa bebas beraktivitas seperti biasanya. Ya, gerak seakan dibatasi. Meskipun begitu, tetap saya pribadi masih harus produktif dimasa pandemi ini. Meski pun kadang susah namun jika diterapkan menjadi kebiasaan lama - lama jadi terbiasa. 

Pembelajaran anak diubah menjadi belajar dari rumah, yang kerja pun sekarang menetapkan work from home, meski kantor saya masih belum menerapkan work from home. Ya, selama pandemi ini saya masih harus berangkat ke kantor, masih harus produktif.

Sebulan dua bulan, oke lah. Saya masih bersemangat menjelaskan pelajaran pada neng Marwah selepas pulang kantor, namun lama - lama saya merasakan bosan dan lelah juga, hehe. Tapi ya bagaimana lagi semua ini harus dilaksanakan dengan senang hati supaya hasilnya baik. 

Bukan hanya saya yang merasa bosan, anak pun demikian. Mereka belum bisa bermain bersama temannya, belum bisa belajar bersama guru dan temannya di sekolah. Belum bisa leluasa bermain dan berlari di lapang.

Kami kangen jalan - jalan bersama, kangen bertemu sahabat dan bersenda gurau bersama, ah semoga Pandemi ini segera berakhir. 

Harapan segera berakhir pandemi ini bukan hanya harapan namun harus ada perlakuan nyata dari kita semua, patuhi protokol kesehatan dengan baik, dimulai dari diri sendiri. Karena sejauh ini, solusi terbaik ya mematuhi protokol kesehatan yang sudah pemerintah terapkan. Dan jangan pernah berhenti berdoa. 

Seminar Online Bareng Blogger di masa Pandemi "Yuuk Disiplin...Covid-19 Ambyar 


Bersyukur saya bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seminar online ini, terimakasih BloggerCrony sudah memberikan kesempatan ini. Pada seminar ini yang diselenggarakan pada tanggal 30 September 2020 dilakukan secara virtual, yang mana menghadirkan tiga narasumber. 
  • dr. Riskiyana S.Putra,M.Kes sebagai Direktur Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat - Kemenkes RI
  • Dr. Rose Mini Agoes Salim,M.Psi yang dikenal sebagai psikolog
  • Wardah Fajri,S.I.Kom sebagai fasilitator, mentor dan founder Komunitas BloggerCronny Indonesia.
Bloggercrony

Kita semua berharap dan diharapkan supaya bisa kembali beraktivitas seperti biasa meskipun dengan kebiasaan yang baru. Yang terdampak Covid-19 bukan hanya kesehatan namun juga memberikan dampak pada perubahan kebijakan ekonomi dan politik dunia juga. 

Studi Board of Innovation and BBC menyatakan Covid-19 ini ikut mendorong perubahan pada perspektif, sikap dan juga perilaku masyarakat. Pemerintah Indonesia pusat, daerah sampai masyarakat harus kerjasama dan saling memberikan sinergi untuk bersama - sama menyelesaikan masalah Covid-19 ini. 

Pemerintah berharap masyarakat bisa tetap produktif dan trehindar dari penularan Covid-19 ini. Yang jelas, masyarakat wajib paham dan mengikuti protokol kesehatan di era new normal / adaptasi kebiasaan baru ini, supaya tetap sehat dan juga produktif. 

Edukasi tentang protokol kesehatan

dr. Riskiyana S. Putra


dr. Riskiyana menyebutkan hasil survey BPS 2020 perempuan itu lebih mengetahui dan menerapkan physical distancing dibandingkan laki - laki. Tapi emang bener sih, di kantor saja, rekan kerja perempuan memang lebih paham dan mengikuti protokol kesehatan dibandingkan rekan kerja yang laki - laki yang terkesan cuek. Tapi banyak juga sih yang perempuan yang kumpul - kumpul gitu, mungkin tergantung personal nya kali yah. 

Peduli Masker

Gejala klinis Covid-19 ini apa sih? 

Demam lebih dari 37.3 C 
 Batuk dan pilek 
 Gangguan pda pernapasan, napas menjadi sesak
 Sakit tenggorokan 
 Letih dan juga lesu 

Penularannya dengan cara  : 

Melalui droplet atau cipratan cairan yang asalnya dari batuk atau bersin. 
 Kontak secara langsung, berjabat tangan atau menyentuh. 
Menyentuh barang atau benda yang sudah terpapar virus pada permukaannya. Kemudian langsung menyentuh mulut, hidung atau mata tanpa mencuci tangan sebelumnya. 

Protokol Kesehatan


dr. Riski pun menjelaskan hasil survei kepatuhan masyarakat yang berdasarkan Balibangkes - Kemenkes tentang persepsi risiko jaga jarak yang menggunakan masker masih sangat rendah. Lebih dari 50% orang tuh sulit jaga jarak dengan orang yang dikenal. Meskipun banyak imbau an untuk jaga jarak namun hanya 30% yang melakukannya. 

Perlindungan kesehatan bisa dilakukan dengan cara tingkatkan Awareness dengan konsumsi gizi seimbang, memiliki daya tahan tubuh yang baik dengan istirahat yang cukup, olahraga, kelola stress, kelola penyakit, cuci tangan dengan sabun atau pakai handsanitizer, gunakan masker, hindari kerumunan. 

Adaptasi Kebiasaan Baru

Adaptasi kebiasaan baru ini harus dilakukan supaya kita semua bisa tetap produktif dimasa pandemi. Tetap produktif dan juga aman dari Covid-19. Makanya harus beneran mematuhi prokotol kesehatan. Dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil, keluarga. 

Dari keluarga ini harus saling menjaga menerapkan perilaku ketika masuk rumah nih dengan melepaskan sepatu sebelum masuk, jangan sentuh apapun dulu sebelum beneran bersih dan mandi. Saya punya kebiasaan selalu cuci - cuci setelah dari luar rumah. 

Adaptasi Kebiasaan Baru

Harus membiasakan mengurangi interaksi dengan orang lain, selalu memakai masker ketika keluar rumah, selalu menggunakan baju lengan panjang, selalu membaca handsanitizer, jangan pernah sentuh area wajah sebelum cuci tangan pakai sabun. 


Disiplin dan semangat menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi 


Bunda Romi mengingatkan di masa pandemi ini harus membiasakan diri dengan adaptasi kebiasaan baru, jangan lupakan 3M

Menggunakan Masker 
 Menjaga Jarak 
 Mencuci tangan dengan sabun 

Bunda Romi

Penerapan di lapangan gimana? 

Masih banyak yang tidak peduli dan belum semua mau menerapkannya. Kenapa yah? 
Ternyata ada dua penyebab, eksternal dan internal. 

Internal
 
faktor internal disebabkan oleh : 

Kurangnya moral virtue. Moral virtue itu meliputi : 

Empati, tentang kemampuan memahami perasaan orang lain.
 Hati nurani, suara hati yang menyuarakan mana yang benar dan mana yang salah.
 Kontrol diri, kemampuan untuk kendalikan dorongan dan berpikir dulu sebelum bertindak.
Menghargai, kemampuan untuk mau memperhatikan dan menganggap orang lain berharga. 
 Kebaikan, melakukan perhatian terhadap kesejahteraan orang lain. 
 Tenggang rasa, penghargaan terhadap perbedaaan kualitas setiap individu. 
 Keadilan, kemampuan untuk mau memperlakukan orang lain dengan layak, adil dan engga memihak. 

Protokol KesehatanKesalahan proses belajar juga bisa menjadi salah satu faktor. Meliputi pemahaman, afektif dan juga tingkah laku. 

Eksternal 

Untuk faktor eksternal ini meliputi, perlunya penerapan aturan yang baku, harus adanya contoh dan perlunya konsekuensi ketat dan juga relevan. 

Menurut bunda Romi, untuk membentuk disiplin prokotol kesehatan ini untuk faktor internal dan eksternal harus dilakukan secara bersamaan dan berulang. Nah, jika pemahaman internal sudah mulai terbentuk, maka faktof eksternal bisa sedikit dikurangi, maka kedisiplinan akan bisa terbentuk. 

Gimana nih caranya meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam diri sendiri? 

Ya itu tadi, perkuat moral virtue. Pahami dan kenali manfaat 3M untuk diri sendiri. Mulai dengan siapkan masker, biasanya cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak. Lakukan itu dari dalam diri kita dan terapkan perlahan pada lingkungan. 

Peran komunitas blogger pada masa pandemi 

Mbak Wawa mengingatkan bahwa di setiap individu itu pasti punya potensi, peran, empati dan juga kompetensi untuk memiliki peranan penting dalam berjuang dalam menerapkan kedisiplinan prokotol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru. 



Selain pemerintah yang mengupayakan meningkatkan literasi melalui diseminasi informasi yang positif pada seluruh lapisan masyarakat itu adalah blogger dan influencer yang punya peranan penting. 

BloggerCrony pernah menyebarkan pesan positif melalui gerakan #SelaluPakaiMasker di sosial media. Komunitas BloggerCrony aktif mengadakan kegiatan diskusi, edukasi dan aktivasi. Melakukan sinergi positif melalui sosial media dan postingan blog seputar menjaga dan mematuhi protokol kesehatan. 



Jadikan sosial media sebagai media untuk menyebarkan hal positif untuk selalu mengalakkan 3 M (Menggunakan masker, Menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun). 

Yuk lebih disiplin lagi supaya Covid-19 segera hilang, aamiin. 




With love,

Tian Lustiana 

You Might Also Like

0 Comments

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.

Pengikut