Untuk adik tercinta

by - 11:22:00 AM

Adik, saya diberikan adik 3, laki - laki semua. Adik pertama saya dan ketiga saya alhamdulillah sehat dan masih bisa saya lihat dan masih bersama saya. Namun adik saya yang kedua, yang telah lebih dulu meninggalkan saya, kedua adik dan kedua orang tua. Saat itu usianya masih 9 bulan, yah dia masih bayi ketika Alloh Swt mengambilnya, saya yakin dia sedang bersama Alloh swt menantikan kami. 


makam alm. Rahman Baehaki 
Jujur saja, saya tidak ingat persis kejadian 21 tahun silam itu, saya hanya bisa mengingat bahwa saya pernah tertidur dikuburannya, karena sedih tentunya. Yang masih saya ingat beberapa tahun lalu, mamah masih menyimpan obatnya. Obat yang terakhir diberikan dokter untuk adik. Kala itu usia saya masih 7 tahun, saya sudah mengerti semua yang terjadi, saya paham. Namun ingatan yang melekat mungkin tergerus waktu dan usia, jadi saya hanya bisa mengingat bau tubuhnya saja. Entah apa yang sebenarnya Alloh Swt rencanakan, seakan sudah ditakdirkan oleh Nya, semua foto kenangan yang sempat terjepret pun terbakar, dulu belum ada foto digital. Ketika "mencuci" foto, semua foto yang ada adik semuanya menghitam, tanpa gambar. Dan sampai saat ini saya hanya bisa mengingat baunya saja, saya lupa rupa nya. 



Dan kini,,, kuburannya pun sirna. Aaaah kakak macam apakah saya, kuburan adik saya tergusur sebuah bangunan kokoh yang akan dijadikan rumah tinggal para keluarga aparat itu. Sebuah tanah yang berada dibelakang mesjid, dimana ada sekitar 10 bayi disemayamkan disana, kini raib. Betapa terkejutnya saya ketika kemarin mengunjungi kuburan adik ke Garut, hilang tanpa jejak. Dan ternyata jasad mungil mereka disemayamkan dalam lubang yang sama di tempat pemakaman umum, air mata ini langsung meleleh, karena 2010 saya terakhir kesana, membersihkan kuburannya. Meskipun doa selalu mengalir untuknya. Dua bulan lalu, jasad - jasad mungil itu telah dipindahkan, disatukan dalam satu lubang. Meskipun jasad mereka telah hilang, yang tertinggal hanyalah tanah. Saya yakin adik berada disisi Alloh swt, dan kuburan ini hanyalah kenangan yang tertinggal dan kini hilang juga. 




Untuk adik teteh tercinta :  Alm. Roni ciptawardhani, setelah meninggal diganti nama menjadi Rahman Baehaki.

1 September 1991 - 9 Juni 1992 

Dek Kiki tersayang...
Ketika maut memisahkan kita, memisahkan kebersamaan kita
kita hanya bisa pasrah dan ikhlas
dan kami pun ikhlas kehilanganmu, aku, kedua aa mu dan mamah serta bapak
kami ikhlas dan pasrah ketika Alloh Swt memanggilmu kembali pada Nya lebih dulu


Dek kiki yang teteh sayangi,,,
teteh memang tak ingat persis rupa mu
namun yang teteh ingat wangi mu yang semerbak, wangiii sekali
teteh memang tidak pernah sempat memangku mu, namun teteh ingat sekali
bahwa teteh pernah tertidur dipusaramu, teteh sayang sama de kiki.


De kiki yang sholeh,,
De kiki tahu ga kalau mamah, bapak, aa danis, aa ridwan dan teteh suka kangen sekali
namun kami jarang mengunjungi pusaramu di Garut, karena kami tinggal di Bandung
tapi insya Alloh doa kami ada selalu untuk mu de. 

Oiya de, teteh sekarang sudah punya anak, namaya Marwah
kemarin dia menanyakan tentangmu, menanyakan namamu dan teteh ceritakan deh
Marwah harus tahu bahwa pamannya ada 3, yaitu aa Ridwan, aa Danis dan aa kiki. 

De, kemarin pas tahu kuburan ade hilang
jujur teteh sedih sekali dan ingin menangis sejadi - jadinya
namun teteh malu de, malu karena disana banyak orang, tar teteh dikira lebay
Mamah menangis de, sedih karena kenangan satu - satu nya yang kami miliki 
untuk selalu mengenangmu kini hilang.

Jasadmu kini bersama 9 bayi lainnya, gak sempitkan?
Tentu saja ga akan sempit karena sebenarnya ade tidak disana kan?
tapi ade berada disyurga, ya kan? 


Sekarang kami hanya bisa mengenangmu dalam imajinasi kami sendiri
mengingat dan mencoba mengingat rupamu
karena bagaimana pun kamu adalah adik nya teteh. 


Yaa Rabb,,, kami yakin bahwa adik kami sekarang bersamaMU, di syurga MU 


Dari teteh,aa,bapak dan mamah yang selalu rindu de Kiki....



You May Also Like

2 komentar

  1. Miris. Kok mereka tega meratakan tanah itu ya, mba.

    Yang sabar, ya.

    ReplyDelete

Hallo, terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.

www.tianlustiana.com. Powered by Blogger.
Copyrighted.com Registered & Protected 
WREV-N3SK-HW7L-NS8D