Tahan amarah

by - 12:04:00 PM

Selama bulan Ramadhan, kita harus menahan lapar dan dahaga, dan bukan hanya itu, kita harus bisa menahan hawa nafsu dan amarah. Sebenarnya sih bukan hanya dibulan ramadhan kita harus menahan hawa nafsu dan amarah, dibulan lainnya juga harus bisa mengendalikan hawa nafsu dan amarah. 

Rasulullah saw bersabda " Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya" ( HR. Bukhari dan Muslim). 

Rasulullah saw mengajarkan bagaimana kita harus bisa meredam hawa nafsu dan amarah dan cara menghindari efek buruk dari hal itu, adalah :

1. Membaca ta'awudz 


Nabi bersabda " sesungguhnya aku akan ajarkan suatu kalimat yang kalau diucapkan akan hilang apa yang ada padanya, yaitu sekiranya dia mengucapkan:Audzubillahi minasy syaithonirrojiim, maka mereka berkata kepada yg marah tadi : Tidakkah kalian dengar apa yang disabdakan nabi?? 

2. Dengan duduk 

Bila dengan taawudz, kemarahan tak kunjung hilang, maka duduklah dan tidak boleh berdiri. Apabila seorang diantara kalian marah dalam keadaan berdiri maka duduklah, jika belum hilang maka berbaringlah. Hal ini dilakukan karena marah dalam berdiri besar kemungkinannya melakukan kejelekan dan kerusakan daripada dalam keadaan duduk. 


3. Tidak banyak bicara

Lebih baik diam, diam adalah obat yang paling baik untuk menghilangkan kemarahan. Karena ketika banyak berbicara dalam keadaan marah akan tidak terkontrol sehingga akan ada ucapan yang tidak enak dan bisa menyakiti diri sendiri dan orang lain. 


4. Berwudhu 

Marah itu dari setan,dan setan itu diciptakan dari api, maka api bisa diredam dengan air, demikian juga sifat marah bisa diredam dengan berwudhu. 


Marah dan emosi adalah sebagian dari tabiat manusia, tidak dilarang untuk marah, namun diperintahkan untuk mengendalikan agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. 









You May Also Like

2 komentar

  1. Praktiknya lebih ke jangan bayak bicara ya, Mba. Lalu, ngadem ke mushala. Wudhu, ngaji. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mending diam dan ngadem kemushola :),,,

      Delete

Hallo, terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.

www.tianlustiana.com. Powered by Blogger.
Copyrighted.com Registered & Protected 
WREV-N3SK-HW7L-NS8D