Flash Fiction

HILANG

11:25:00 AM

Perlahan aku membuka kotak misterius yang terdampar disudut taman itu, sesuai dengan perintah dalam sms, bahwa aku harus membukanya. Sebenarnya aku takut untuk mendekati dan mengambilnya, terlebih untuk melihat apa isinya. Nafas panjang dan pendek pun aku hembuskan secara cepat dan tidak teratur, memang ini kali pertamanya aku menerima pesan aneh yang mengharuskan aku melihat kotak itu. 

SUMBER
"Pergilah ketaman belakang rumah, lihat dipojok taman diantara bunga mawar ada sebuah kotak ungu lalu ambilllah, maka kau akan tahu siapa aku" 

Itulah pesan yang berulang kali aku terima, sepertinya pengirim sms itu tahu bahwa semenjak sms itu dikirim padaku tepatnya 3 hari lalu, aku belum meluruskan keinginannya untuk melihat isi kotak itu. Dan hari ini dia mengirimkan sms itu lagi dengan format yang sama persis, tepatnya pasti dia copy dan paste sms nya. 

"Duh bom bukan ya?" Tanya ku dalam hati, dengan perasaan yang berkecamuk. 
"ah bismillah aja deh, semoga saja bukan hal yang membahayakan" aku berbicara pada diriku sendiri, mencoba menenangkan diri. 

Perlahan, aku mendekati kotak berwarna ungu itu dengan debaran jantung yang tidak biasanya, keringat dingin ikut andil dalam langkah getir ku, bercucuran sampai membasahi kaos yang aku pakai. 

Tiba - tiba handphone ku berdering lagi, kubuka pesan itu 

"ambillah, bawa kotak itu" 

aaah aku yakin dia ada disini, orang yang mengirimkan pesan ini, aku celingukan mencari sosok itu dan aku tidak melihat siapapun disini. 

"aaah sudahlah aku ambil aja" Langkahku percepat menghampiri kotak itu, lalu aku raih kotak itu dan kupegang. 

"aah aman nih kayaknya" pikirku

Aku buka kotak itu, pelan sekali. . . . 

"haaaaaaaa " pekikku. Ketika aku melihat sebuah kalung yang dulu pernah aku miliki. 

"bagaimana?" suara itu,,,, aaah suara yang dulu pernah meninggalkan aku... 

Air mata ini meleleh dipipi, sungguh derasnya mengalahkan derasnya hujan yang tiba - tiba turun seperti merasakan luka ini, aku menoleh arah suara itu, suara yang sangat aku kenal. 

Dia lelaki yang pernah meninggalkan aku bersama anak dalam kandunganku, 8 tahun lalu dia yang telah menyia nyiakan aku demi seorang wanita kaya, 8 tahun lalu dia mengkhianati pernikahan kami dan sekarang dia kembali??? 

"Maafkan aku" Dia mencoba mendekatiku namun aku mencoba menghindarinya. 

"Dewi, maafkan aku, aku tahu aku bodoh aku jahat sama kamu, tapi ijinkan aku melihat anak kita dan kembali bersamamu" pintanya

Aku hanya terdiam dan terpaku, ingin aku menamparnya dan meludahinya namun aku tak sanggup, karena aku terlalu mencintainya DULU. 

"pergilah jangan ganggu aku dan anakku" aku bergegas meninggalkannya. 

Namun dia menarik tanganku, tidak ijinkan aku pergi.... 

" dimana anakku?" dia berteriak padaku. 
Aku hanya terdiam dan bergegas, dia terus membuntuti aku, ku lewati semak belukar belakang taman, menuju makam kecil, makam yang bertuliskan nama " Widya Dewiyanti" yang pergi meninggalkan aku 6 bulan lalu, seorang anak yang cantik dan lucu yang pergi karena ditabrak oleh seorang pengendara motor ugal - ugalan. 

"itu anakmu, dia meninggal 6 bulan lalu, tertabrak motor'' 

"tertabrak, 6 bulan lalu?" dia mendekati makan Widya, dan terisak menangis disana. 

"dewi, apakah pelakunya kabur?" 

"iya" jawabku

"Dewi apakah kecelakaan terjadi didepan SD cahaya gemilang?" Dia semakin penasaran. 

"iya, kau tahu?"

"Dewi, akulah yang menabrak seorang siswi SD yang menyebrang, dan aku kabur dan aku menabrak anakku sendiri?" Andi berteriak histeris. 

Apaaaaaa???? lelaki ini menabrak anakku????

Tidak cukupkah dia membuat aku susah terus, dan ternyata dia yang membunuh anakku,,, aaaaaah tidak.... 


tiba - tiba suara itu semakin kencang 
" bruuuuuuk,,,, Duaaaaaar" seperti sebuah ledakan

Andi mana andi.... aaaah tidak dia menabrakkan dirinya pada truk itu,,,,

"andiiiiii" teriakku

" Dewiii, maafkan aku,, " dia menghembuskan nafasnya dipangkuanku dengan luka sekujur tubuhnya... 

Tuhan, maafkan dia, terimalah dia, dia masih suamiku dia masih ayah dari alm anakku, maaf dia tuhan. Andi pergilah dengan tenang, aku sudah memaafkan mu...... 

TIba tiba langit menghitam, gelap dan aku tak sadarkan diri......


You Might Also Like

0 komentar

Hallo, terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.

www.tianlustiana.com. Powered by Blogger.

Member Of

SUBSCRIBE

Like us on Facebook