#21 Ketika cinta kembali

by - 10:24:00 AM

Angin semilir menerpa wajahku , malam ini....Yah malam ini , seperti malam - malam biasanya, termenung sendiri tanpa arah dan tanpa keinginan. 
Bergetar BB ku pertanda ada BBM masuk , ah entah dari siapa , karena aku tak mau menduga dan mengira , ku raih BB ku ...

" Manda , masihkah ingat pada ku?"
Ternyata bukan BBM , melainkan pesan singkat dari seseorang yang aku tidak tahu siapa, hanya nomor yang sama sekali tidak aku kenal yang tampak pada layar Cellphone ku. 
" siapa sih?" gumamku dalam hati , dan langsung aku ketik ketik dengan cepatnya " maaf ini siapa?" dan klik ku kirim tombol send. 
Hasil search dari mbah GOOGLE 

Kusimpan kembali cellphone dan kembali pada posisi semula, merenung dan merenung. Setelah kepergiannya aku seakan hidup tanpa pegangan lagi , hidup seakan rapuh tanpa penyangga lagi . Layaknya mayat hidup yang hidup enggan mati pun tak mau. 
Cellphone pun berdering dengan kerasnya, membuyarkan semua lamunanku. Dan aku langsung angkat cellphone tanpa ku intip siapakah yang menelepon. 

"assalamualaikum" salamku
"Manda" Terdengar suara yang aku sangat mengenalnya diseberang sana.
Aku masih terdiam dan terpaku , serasa aku bermimpi, benarkah suara ini adalah suara orang yang selama ini meninggalkanku, meninggalkan luka dalam hatiku?
"Amanda..." Tegas pria diseberang sana. 
Dan aku masih kelu untuk bicara, hanya deraian air mata yang secara refleks menggenangi pipiku. 
"eh .. mau apa lagi kau hubungi aku?" akhirnya aku memberanikan untuk berkata, dengan nada agak ketus. Padahal hati ini bahagia dan sedih yang bercampur satu. 
"Aku hendak meminta maaf padamu Manda, aku khilaf selama ini, menyia - nyiakan wanita sebaik kamu" Ucapannya itu sangat menggetarkan hatiku, dan meluluh lantahkan benteng yang selama ini aku coba bangun kembali. 
"Davin , aku sudah memaafkan mu jauh hari ketika engkau meninggalkan aku." aku lalu terdiam dan sudah tak tahan lagi, akhirnya aku matikan cellphone. 


Davin adalah lelaki yang berjanji akan menikahiku tepat 14 februari 2011 lalu, namun selang beberapa hari sebelum kami naik pelaminan, dia meninggalkan aku. Meninggalkan malu pada keluargaku serta luka yang menohok dalam hatiku, dan sekarang dia kembali??? Setelah selama ini dia hilang tanpa kabar , sekarang dia kembali dan meminta maaf? Luka ini masih terasa , benteng ini baru separuh aku bangun kembali dan kini runtuh lagi, Yaa Rabb mengapa derita tiada bertepi ini selalu ada untukku, kapan aku bahagia??? Bahkan 16 feb 2011 lalu aku berniat mengakhiri hidupku dengan menyayatkan pisau pada urat nadiku, namun Alloh masih memberiku kesempatan hidup, maka aku jalani hidup ini dengan bermukim disini , ditempat terpencil yang jauh dari Davin. 

Namun mengapa disaat aku mulai melupakan dan mengeringkan lukaku, dia kembali...


"Neng Manda , ada tamu buat neng manda" Bi imah menyodorkan secangkir teh untukku dan menyampaikan pesan bahwa ada tamu untukku. 
"Siapa bi? suruh tunggu saja deh, nanti aku kesana yaa" aku bergegas mengganti pakaian tanpa aku menunggu jawaban dari Bi Imah. 

"Ah siapa sih pagi -pagi gini sudah bertamu." Sembari aku bergegas keruang tamu , Ada sosok lelaki yang duduk dikursi roda , dengan tangan yang terbungkus kain digantung dibahunya yang menandakan tangannya patah. Aku bergegas mendekati lelaki itu.

" Maaf anda mencari saya?" Tanyaku sembari duduk dibelakang pria berkursi roda itu, pria yang sedang asyik memandangi foto ku didinding.
Dan betapa aku kagetnya ketika dia berbalik, Davin? Yah itu Davin, lelaki yang dulu gagah, dan sekarang hanya bisa duduk diatas kursi roda dengna tangan kanan yang tersangga kain. 

"apa kabar Manda?" sapanya dengan senyuman khasnya . 
"kau pasti kaget akan kedatanganku , maafkan aku karena baru sekarang aku bisa mendatangimu dan meminta maaf padamu."
Aku hanya terdiam , dengan linangan air mata yang terus membasahi pipiku. 


Dia yang aku cintai , yang meninggalkan aku setahun lalu menjelang 2 hari pernikahan kita kembali, dengan membawa cerita yang sangat mneyayat hati. Tabrakan maut itu yang merenggut nyawa kedua orang tuanya , dan kakaknya adalah alasan dia menghilang tanpa kabar, beruntung Tuhan masih memberikan kesempatan dia hidup . Namun orang tua dan kakaknya tewas seketika. Oh Tuhan apakah yang terjadi padanya adalah bentuk sayangmu terhadapku ataukah sebaliknya? Ah entahlah apapun alasannya semua adalah kehendakMU dan aku hanya mengikuti skenario Mu saja. 

Aku rela memaafkan Davin dan mau hidup dengannya, mengabdikan hidupku untuk mendampinginya , berbagi cerita dengannya dan hidup bahagia, meskipun aku sekarang hanya menikahi Davin yang hanya memiliki kaki yang lumpuh dengan tangan yang patah . Aku ridho yaa Tuhan.... Karena aku mencintai Davin atas ridho Mu....




#nyoba nulis cerita sangat pendek ini ... semangat belajar nulis cerita terus yaa Tian..Hhiiihihi






You May Also Like

0 komentar

Hallo, terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentarnya dimoderasi, oiya kalau komentarnya ada link hidup dengan berat hati saya hapus komentarnya yah.

www.tianlustiana.com. Powered by Blogger.
Copyrighted.com Registered & Protected 
WREV-N3SK-HW7L-NS8D